Tim Kemanusiaan Paroki Sragen kirim bantuan untuk Pengungsi Lahar Dingin Merapi

DAN_0109Salam, Magelang (LENTERA) – Kepedulian dan berbela rasa yang selalu ingin dikembangkan dan terus dipupuk sebagai keinginan pribadi dan juga program paroki Sragen dalam mewujudnyatakan rasa berbagi kepada sesama terutama masyarakat yang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, Difabel (KLMTD) telah dilaksanakan kembali.

Minggu (06/02) Tim Kemanusiaan  Paroki Sragen mengirimkan bantuan logistik  (air mineral, beras, tikar, senter, alat tulis & sekolah, selimut, karung, dll) kepada warga yang terkena dampak lahar dingin Merapi di Posko Paroki Salam Magelang,. Berangkat dari gereja Paroki Sragen pukul 10.00 WIB dengan menggunakan 4 mobil, 2 mobil dipakai buat mengangkut bantuan. Tim yang berangkat selain dari panitia, juga dari beberapa umat Paroki Sragen, pada pukul 13.00 WIB sampai di Paroki Salam Magelang, dan langsung bertemu dengan Romo Yohanes Yupilustanaji Apgrianto, Pr (Koordinator Posko Paroki Salam) dan beberapa relawan yang masih stand by di posko.

Kegiatan ini merupakan Program lanjutan yang sudah berlangsung sejak erupsi Merapi beberapa waktu lalu. Pengiriman bantuan kali ini yang keempat sejak panitia peduli bencana mengumpulkan bantuan dana maupun logistik dari umat dan pengiriman bantuan ke paroki Salam Magelang berdasarkan kajian yang pernah dilakukan sebelumnya.

Setelah menurunkan barang bantuan dan mengobrol dengan Romo Yupi, Tim Paroki Sragen menuju daerah yang terdampak sekaligus memberikan bantuan yang pernah diajukan ke Posko Paroki Salam. Selain di Paroki Salam, bantuan juga diberikan di 2 Posko lainnya (Posko Desa Jamuskauman, Kec. Ngluwar, Magelang dan Posko Desa Tersan Gede, Kec. Salam, Magelang) dan ketika tiba di posko tersebut, sekitar pukul 16.00 WIB, rutinitas para relawan terutama yang bertugas di dapur masih terlihat sibuk menyiapkan makan malam bagi para masyarakat terdampak.

Setelah beberapa saat, perjalanan dilanjutkan menuju daerah Kali Putih rombongan berhenti di Posko Sirahan, Kec. Salam, Magelang. Desa yang terbelah dikarenakan lahar dingin yang mengalir di desa tersebut, karena Sungai Kali putih sudah tidak bisa menampung banyaknya Rumah dan fasilitas umum di sepanjang bantaran kali tersebut juga hampir semua tidak bisa ditempati karena banyak material yang masuk kerumah.

Pengiriman  bantuan ke Paroki Salam ini merupakan kegiatan terakhir, setelah itu Tim Peduli Merapi akan membuat laporan pertanggungjawaban seputar kegiatan dan laporan keuangan hasil penggalangaan dana peduli Merapi. (Laporan Keuangan bisa dibaca di halaman lain). Dengan disampai­kan Laporan Pertanggungjawaban tersebut, Posko Peduli Merapi Paroki Sragen resmi ditutup. Dana yang masih tersisa akan digunakan sebagai dana cadangan tanggap bencana. Terima kasih kepada seluruh umat dan donatur yang sudah memberikan bantuan dalam bentuk apapun yang sangat berguna bagi masyarakat yang terkena musibah bencana Merapi. (Bog)