Rm. L. Issri Purnomo Murtyanto,Pr: “Menjalani Matiraga Untuk Menjadi Orang Katolik Sejati”

moisSaudara-saudari pembaca LENTERA yang terkasih, masa prapaskah kembali kita jalani. Kita sadari bahwa masa prapaskah merupakan kesempatan yang sangat istimewa bagi kita semua untuk mengalami kasih Tuhan. Selama masa prapaskah kita semua dituntun oleh Tuhan  melalui sabda-Nya menyadari kelemahan, kekurangan dan dosa kita. Kesadaran diri akan segala kelemahan dan dosa ini mendorong kita untuk memohon belas kasih Tuhan dengan berniat memperbaiki hidup serta tidak berbuat dosa lagi. Di sinilah kasih Tuhan menjadi semakin nyata dalam hidup kita.

Masa Prapaskah identik dengan masa pertobatan. Pada masa ini kita jalani puasa dan pantang sebagai bentuk matiraga untuk mengendalikan hasrat badaniah kita. Pada masa ini pula kita diberi kesempatan yang istimewa untuk meningkatkan mutu hidup rohani kita. Doa dan ibadat yang kita jalani dalam masa prapaskah ini sangat diharapkan mengalami peningkatan tidak hanya secara kuantitas tapi juga kualitas. Selama masa prapaskah memang diharapkan kita semua menjadi semakin tekun berdoa dan beribadat. Dalam ketekunan itu kita berharap menjadi semakin dekat pada Tuhan, sehingga kita pun menjadi semakin mengenal kehendak-Nya dalam hidup kita. Dan tentunya menjadikan kita semakin mencintai Tuhan.

Pembaca LENTERA yang terkasih, selain meningkatkan kehidupan rohani, masa prapaskah juga menjadi kesempatan meningkatkan kepedulian kita kepada sesama. Adanya Aksi Puasa Pembangunan membantu kita dalam mewujudkan ketakwaan kepada Tuhan dengan mengasihi sesama. Selama masa puasa dan pantang ini kita menyisihkan sebagian rejeki kita untuk berderma. Dana yang dikumpulkan selama masa puasa ini akan kita gunakan dalam aksi nyata untuk membangun manusia seutuhnya.

Berkaitan dengan pengumpulan dana ada satu hal yang perlu untuk kita perhatikan. Seperti biasanya sejak awal masa prapaskah, dibagikan kepada umat kotak APP. Umat diharapkan untuk mengisi kotak ini dengan uang istimewa. Maksudnya, bukan semata-mata uang dengan nilai yang tinggi, tetapi uang hasil dari upaya matiraga selama masa prapaskah. Kotak APP diharapkan diisi secara rutin, paling tidak setiap jumat saat kita pantang. Dana yang dimasukkan ke dalam kotak APP adalah dana hasil berpantang. Jangan sampai terjadi kotak APP diisi pada saat akan dikumpulkan ke paroki. Jumlah yang banyak tidak akan menjadikan bermakna jika dana itu bukan merupakan hasil dari matiraga. Akan tetapi, walaupun jumlah nominalnya sedikit dana tersebut menjadi sangat bermakna sebab dikumpulkan dari usaha matiraga selama masa prapaskah.

Saudara-saudari terkasih, gerakan APP kita pada tahun ini cukup istimewa. Mengapa? Karena APP pada tahun ini mengambil tema “Menjadi Orang Katolik Sejati” yang tidak lain adalah langkah nyata untuk mewujudkan cita-cita bersama yang dirumuskan dalam ARDAS KAS kita yang baru. APP yang kita jalani ini merupakan tahap konsientisasi ARDAS KAS 2011-2015. Sarasehan yang dilaksanakan selama masa prapaskah membahas tentang isi ARDAS tersebut. Harapannya selama masa prapaskah ini seluruh umat KAS mengetahui isi ARDAS kemudian termotivasi untuk melaksanakannya.

“Menjadi Orang Katolik Sejati” sebenarnya merupakan ringkasan dari empat pokok perhatian ARDAS kita ini. Beriman yang mendalam dan tangguh, keterlibatan dalam sosial-politik masyarakat, pemberdayaan KLMTD dan pelestarian ciptaan merupakan tindakan yang mesti dilakukan oleh seorang Katolik sejati. Atau dengan kata lain, kita menjadi orang katolik yang sejati jika kita melaksanakan empat pokok perhatian ARDAS tersebut. Kita sadari bahwa hal ini tidaklah mudah, akan tetapi bukan juga merupakan hal yang mustahil untuk diwujudkan. Niat yang kuat disertai ketekunan dan kesetian dalam berdoa akan memampukan kita semua untuk mewujudkan diri menjadi orang Katolik yang sejati.

Selamat menunaikan ibadah puasa. Berkah Dalem.***

Awal Maret 2011

Pastor Paroki Sragen