Gerakan Devosi Massal untuk Pertobatan Indonesia

gdmGerakan Devosi Massal merupakan Gerakan yang muncul karena keprihatinan akan situasi masyarakat yang semakin hari semakin menyesakkan dan kehendak dari kita untuk berbuat sesuatu demi pembebasan dari situasi itu serta ingin berbuat sesuatu secara massal berdasar iman bersama. GDM (Gerakan Devosi Massal) ini akan dikampanyekan mulai hari Rabu Abu, 9 Maret 2011 sebagai wujud kerpihatinan dan kepedulian kita akan situasi bangsa Indonesia yang semakin memprihatinkan dengan berdoa dan berdevosi secara bersama-sama demi kemajjuan dan ke arah.

Dijelaskan bahwa KITA PRIHATIN, karena meski sudah ada kemauan pemerintah untuk memperbaiki kerusakan adab di negara kita; meski sudah banyak lembaga swadaya masyarakat yang ikut mencari pemecahan; meski lembaga-lembaga agama sudah menyerukan seruan moral untuk merintis perubahan;  meskipun sudah banyak tokoh masyarakat yang berteriak untuk menghentikan segala bentuk kemunafikan dalam masyarakat, namun belum jua nampak buahnya.

KITA SEMAKIN PRIHATIN, karena pemberantasan korupsi hanya semakin membuat rakyat kecil gemas pada koruptor; karena penghentian kerusakan hutan masih saja menjadi sebuah upacara penanamaan pohon; karena kerukunan hidup beragama hanya menjadi komoditi politik; kepemihakan terhadap rakyat kecil, yang sudah sekian lama dipermainkan, hanya menjadi bahan seminar dan ceramah. Demikian kondisi hidup kita belum berubahan menjadi semakin manusiawi.

Maka, MASIH ADAKAH KEHENDAK PADA KITA BERUBAH?  Kita bisa mengeluh dan berbincang-bincang tiada habis-habisnya. Kita dapat berusaha memperbaiki kondisi hidup ini secara sporadis dan spontan saja.  Kini, yang kita perlukan adalah TINDAKAN BERSAMA YANG MASSAL untuk memperlihatkan betapa banyak rakyat yang menghendaki perubahan; dan bahwa tindakan bersama ini serius dan mendesak.

Dahulu Gereja Katolik pernah menjalankan devosi massal tersebut. Sehabis perang Dunia kedua, gereja merasakan ancaman sangat besar dari komunisme; yang semakin hari semakin kuat dipimpin oleh Sovyet. Maka Roma mengajak berdoa 3 (tiga) kali Salam Maria sesudah misa kudus (harian dan minggu) untuk ”pertobatan” Russia. Devosi itu dilakukan oleh umat Katolik di seluruh dunia selama bertahun-tahun.

Mempertimbangkan kondisi hidup di Indonesia, dan juga berbagai usaha yang telah dilakukan banyak orang dan kelompok, kita juga dapat mulai bergerak dengan usaha dari dalam, yakni Devosi Massal untuk PERTOBATAN INDONESIA.  Mengapa ”Pertobatan Indonesia”, termasuk kita, dan bukan pertobatan para penjahat di Indonesia?  Ketika, misalnya, terjadi pembalakan hutan dan kita hanya diam saja, sebenarnya kita turut sertu atau menyetujui perbuatan itu.  Maka layaklah jika kita semua ikut dalam pertobatan itu.

Bagaimana Kita Melakukan Devosi Massal Ini?

1.    Devosi ini terdiri dari 1X Bapa Kami dan 1X Salam Maria

2.    Tujuan Devosi ini: Untuk Pertobatan Indonesia

3.    Dilakukan secara kelompok (Sehabis misa harian/misa hari minggu atau sehabis pertemuan stasi/lingkungan/kelompok)

4.    Dilakukan oleh individu. Sekali sehari, setelah doa malam dalam keluarga

5.    Di mana bisa dilakukan: di gereja paroki, di kapel rumah biara, di rumah pribadi pada saat sehabis misa, sehabis retret, setiap malam.

6.    Rencana: sampai dengan 8 Maret hari-hari kampanye GDM Rabu Abu, 9 Maret 2011  hari dimulainya GDM

Pada hari-hari Kampanye GDM (Gerakan Devosi Massal), Romo Paroki, biarawan-biarawati, rekan-rekan awam bisa mulai menjelaskan mengenai GDM kepada mereka yang dilayani atau sahabat-sahabat maupun kelompoknya.

Pada saat GDM mulai sehabis misa di paroki, kapel, di stasi, di lingkungan, di rumah-rumah retret, di sekolahan-sekolahan dan di rumah keluarga kita dilakukan doa Devosi bersama. GDM dilakukan setelah Misa Kudus, Setelah acara bersama di stasi/lingkungan, Setelah retret/rekoleksi, Sesudah doa malam keluarga.

DEVOSI KEPADA MARIA, BUNDA GEREJA UNTUK PERTOBATAN INDONESIA

Tahukah Anda? Nenek Minah asal Banyumas  divonis 1,5 bulan kurungan penjara karena mencuri 3 buah kakao.  Dengan wajah tuanya yang sudah keriput dan tatapan kosongnya nenek Minah harus duduk di kursi pesakitan. Untuk datang ke sidang kasusnya ini nenek Minah harus meminjam uang Rp.30.000,- untuk biaya transportasi dari rumah ke pengadilan yang memang jaraknya cukup jauh. Sementara para penjahat bank Century, yang mencuri lebih dari lima trilyun, belum satupun dihukum.

Ketika kita sedang merayakan hari toleransi antar agama, justru sekelompok orang merusak rumah ibadah di Temanggung, bahkan membunuh orang lain yang berbeda agama di Banten. Pada saat pemerintah dan banyak organisasi mengajak menanam pohon untuk menjaga kelestarian alam, sementara itu pembalakan liar terus dibiarkan berlanjut. Masih banyak hal-hal ironis di negeri kita yang menyengsarakan rakyat kecil. Celakanya semua itu terkesan tidak ditangani secara serius, atau bahkan dibiarkan saja dan ditutup-tutupi.

Keadaban publik di negeri ini tampaknya sudah berantakan. Keadilan di negara kita semakin menjadi impian di siang bolong. Kesantunan antara warga masyarakat hanya di bibir saja.  Sementara para petinggi negeri ini banyak melakukan kebohongan publik. Sampai kapan situasi dan kondisi hidup yang menyesakkan ini harus terjadi ?

Banyak usaha nyata yang telah dibuat oleh berbagai kelompok dan perorangan dalam rangka menuju Indonesia yang lebih baik, dan itu semua perlu dilanjutkan sampai terjadi pertobatan sejati. Karena itu kami mengajak seluruh umat untuk melengkapi usaha-usaha yang telah dilakukan dengan berdoa KEPADA MARIA, BUNDA GEREJA UNTUK PERTOBATAN INDONESIA, setiap hari baik secara pribadi maupun bersama-sama. Melalui doa ini kita, sebagai umat beriman, menyatukan hati agar rahmat perubahan yang diberikan oleh Tuhan berbuah menjadi aksi nyata  menuju Indonesia yang lebih manusiawi. Doa yang mengalir dari iman akan didengarkan oleh Allah. (Silakan menggandakan dan menyebarkan kepada umat)

DEVOSI KEPADA MARIA, BUNDA GEREJA UNTUK PERTOBATAN INDONESIA

Ajakan

Marilah, setiap hari, mulai Rabu Abu 9 Maret 2011 berdoa bagi pertobatan Indonesia, bagi Indonesia yang lebih baik dan lebih sejahtera. Kita dapat berdoa secara pribadi maupun di dalam kelompok, komunitas, lingkungan, paguyuban.  Bisa juga didoakan setelah Perayaan Ekaristi harian atau pada hari Sabtu/Minggu. Sesudah Ibadat Completorium

DOA DEVOSI

B   Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus (Amin)

P   Marilah berdoa untuk pertobatan Indonesia

P   Tidak mungkin mengasihi Allah yang tak kelihatan,

jika tidak mengasihi   saudaranya yang kelihatan.” (Mat 22: 34-40)

B   Salam Maria penuh rahmat………………………………………

“Ya Allah, bebaskanlah bangsa kami  dari perbudakan keserakahan”

P   “Berbahagialah yang membawa damai, sebab dia disebut anak Allah” ( Mat 5:9)

B   Salam Maria penuh rahmat………………………………………..

“Ya Allah, bebaskanlah bangsa kami  dari perbudakan keserakahan”

P   “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu.” (Luk 1:38)

B   Salam Maria penuh rahmat ……………………………………….

“Ya Allah, bebaskanlah bangsa kami  dari perbudakan keserakahan”

B   Kemuliaan pada Bapa, dan Putera dan Roh Kudus ……..

Amin.