Ibadat Completorium: Tradisi Masa Prapaskah Umat Sragen

Berkatilah kami ya Tuhan, bila kami terjaga,

lindungilah kami bila kami tidur. ….

Semoga kami berjaga bersama Kristus

dan beristirahat dalam damai……

Foto0318Paroki Sragen (LENTERA) – Kalimat diatas merupakan salah satu lagu dalam Ibadat Completorium yang selalu dinyanyikan setiap malam ini di Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen di masa prapaskah.  Memang sudah menjadi tradisi kalau masa Prapaskah setiap malam tepatnya jam 21.00 WIB selalu diadakan Ibadat Completorium. Umat yang hadir dan mengikuti ibadat ini pun semakin lama semakin banyak dan semakin banyak pula yang menyukai ibadat ini.

Ibadat completorium adalah doa terakhir yang didoakan sebelum istirahat malam. Doa Completorium berisi doa-doa yang dinyanyikan bersama dan bersahut-sahutan sepanjang ibadat, diisi juga dengan bacaan Kitab Suci, pendarasan mazmur dan renungan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini yang mengisi renungan dalam ibadat  ini tidak hanya Romo Paroki, tetapi digilir bergantian tiap harinya dari perwakilan Paguyuban, Komunitas Doa dan Prodiakon, sehingga semakin banyak orang yang terlibat.

Sebenarnya Ibadat Completorium biasa didoakan rutin oleh para biarawan-biarawati di biara, tetapi bisa juga untuk umat umum. Sesuai tema Prapaskah tahun ini yakni menjadi Orang Katolik Sejati, maka untuk meningkatkan semangat prapaskah, ibadat ini menjadi rutinitas umat Sragen selama prapaskah, selain berpuasa dan pantang, hadir dalam pertemuan APP di lingkungan, dan juga Ibadat Jalan Salib setiap Jumat.

Adapun diadakan Buku Panduan yang digunakan adalah Buku Ibadat Penutup Completorium terbitan Kanisius yang disusun oleh P. Franciscus, OCSO dari Pertapaan Trapis Rawaseneng, Temanggung.

Masa prapaskah ini, pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, umat paroki Sragen (khususnya dari dalam kota) berbondong-bondong datang ke Gereja Paroki untuk mengikuti Ibadat Completorium tersebut, membuat suasana Gereja Paroki Sragen menjadi hidup dan semarak, terlihat sekali semangat umat menjalani masa puasa dan pantang. Setidaknya gema APP (Aksi Puasa dan Pembangunan) menjadi terasa kental, selain ada pertemuan APP di lingkungan masing-masing dan juga ibadat Jalan Salib tiap Jumat di Gereja Paroki.

Jika orang Muslim selama Ramadhan melaksanakan ibadah Tarweh setiap malamnya, maka umat Katolik Sragen melaksanakan Ibadat Completorium selama masa prapaskahg.

Anda tertarik untuk bergabung..datang aja setiap malam jam 21.00 WIB di Gereja Paroki Sragen, maka anda akan merasakan iman anda dikuatkan dan diteguhkan dalam meresapi makna pertobatan khususnya selama masa pantang dan puasa ini. (dn)