KARINA Sragen Simulasi Penyelamatan Menghadapi Banjir

karina sragenKedawung (LENTERA) – Tim KARINA Posko Sragen bersama Paguyuban Sayuk Rukun Joho bekerjasama dengan PMI kabupaten Sragen, Minggu (13/03) mengadakan simulasi penyelamatan di air yang dilaksanakan di Waduk Kembangan Sragen.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan Pengurangan Risiko Bencana dan Pertolongan Pertama yang beberapa waktu lalu diadakan, dan tindak lanjut proses Kajian Risiko Bencana Partisipatif yang selama satu tahun berjalan di dusun Joho Pandak Sidoharjo Sragen.

Peserta yang mengikuti simulasi ini selain dari Tim KARINA dan paguyuban Sayuk Rukun, simulasi ini juga diikuti oleh relawan-relawan dari posko Tenggak dan beberapa relawan yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo. Meski terlambat sekitar setengah jam dari jadual yang sudah ditentukan, tetapi acara berjalan dengan lancar.

Acara dibuka oleh KARINA Posko Sragen, dilanjutkan pengarahan dari PMI tentang peran-peran yang dilaksanakan oleh masing-masing tim yang sudah ditentukan oleh panitia. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan alat-alat penyelamatan dan juga cara menggunakannya.

Diawali dengan peringatan dini dari tokoh masyarakat kemudian dilanjutkan dengan adegan penyelamatan di air. Tim yang menjadi penyelamat selain dari PMI, juga dari paguyuban Sayuk Rukun, sedangkan satu perahu karet yang khusus menjemput korban setelah evakuasi diisi oleh tim Karina KAS posko Sragen. Cara ini diperumpamakan perahu bermesin tidak bisa menepi dan harus ada perahu penjemputan. Dari penyelamatan korban di darat maupun menyelamatkan korban tenggelam juga dilaksanakan. Dan setelah korban dievakuasi ke darat, langsung dibawa ke tempat aman (pos Medis), dan ditangani oleh alumni pelatihan Pertolongan Pertama dan tentu dibantu tim medis dari PMI.

Adegan simulasi ini dilakukan berulang-ulang sampai peserta berani melakukan evakuasi dan juga menggunakan perahu bermesin. Beberapa masyarakat Joho sangat berantusias dalam sesi ini, dikarenakan perahu yang dipakai adalah perahu baru, hasil dari proses pendampingan KRBP yang selama ini dilaksanakan oleh Karina KAS Posko Sragen.

Setelah istirahat beberapa saat, kemudian acara dilanjutkan makan siang dan sholat bagi peserta yang beragama Islam, dan dilanjutkan evaluasi yang dipandu oleh PMI. Dari simulasi yang sudah dilaksanakan, dibagian mana yang paling sulit dilakukan? Dan apa yang membuat sulit? Peserta menjawab karena baru pertama kali melakukan simulasi seperti ini. Ada juga yang menjawab, meski sudah pernah melakukan simulasi, tetapi tidak langsung menjadi tim penyelamat seperti saat ini. Dulu hanya menjadi korban saja atau hanya mengangkat korban dari perahu ke darat.

Sekitar pukul 14.30 WIB acara selesai, dengan ditandai foto-foto dan kenangan dari Karina dan juga Paguyuban Jaga Bebaya Bantul yang pada kegiatan ini diundang untuk menyaksikannya. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, semoga menjadi berkat bagi sesama. (bog)