Berlaku Sebagai Anak Terang = Menjadi Orang Katolik Sejati

Oleh: Rm. L. Issri Purnomo Murtyanto, Pr

fgfSaudara-saudari terkasih dalam Kristus, masa prapaskah segera berakhir dan kita beranjak memasuki masa paskah. Dua masa yang sangat berbeda, namun keduanya mempunyai makna yang mendalam bagi kehidupan iman kita. Keduanya merupakan kesempatan yang diberikan Tuhan bagi kita dalam mengejar keselamatan Tuhan

Masa prapaskah kita jalani dengan bertekun dalam doa dan memperdalam iman, berpantang dan puasa serta berderma. Semua itu kita lakukan dalam rangka per­tobatan untuk kembali kepada fitrah kita sebagai anak Allah. Dalam masa prapaskah kita berjuang untuk memurni­kan diri kembali agar kembali pantas menjadi pribadi yang telah ditebus dan dikuduskan Tuhan serta diangkat menjadi anak Allah.

Dosa yang kita perbuatan dalam perjalanan hidup kita, membuat jadi diri sebagai anak Allah yang kudus ternoda. Belas kasih dan kerahiman Allah kita mohonkan secara khusus selama masa prapaskah agar kita kembali menjadi pulih secara utuh sebagai pribadi yang telah dikudus­kan Allah.

Upaya pemurnian jati diri selama 40 hari ini kita jalani dengan secara khusus bertekad menjadi orang Katolik sejati. Langkah demi langkah telah kita lewati melalui berbagai kegiatan baik bersifat pribadi maupun bersama-sama. Kita berharap langkah-langkah yang telah kita tempuh selama masa prapaskah ini menjadi pijakan bagi kita untuk terus berjuang dan selalu mengusahakan diri menjadi orang katolik sejati.

Harapan kita ini diteguhkan dengan rahmat pengampunan dosa yang kita terima dalam Sakramen Tobat. Dalam Sakramen Tobat kita dikuatkan oleh Tuhan sendiri untuk sungguh berusaha mewujudkan niat tidak berbuat dosa lagi.

Selama masa prapaskah tentu­nya kita juga semakin menyadari kasih Tuhan yang begitu besar kepada kita. Kerahiman dan belas kasih Allah merupakan wujud nyata kasih-Nya kepada kita. Dan kasih itu menjadi semakin nyata dan mencapai kepenuhan dalam peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan. Peristiwa keselamatan Tuhan ini kita syukuri secara meriah dan penuh sukacita dalam perayaan Paskah.

Berbeda dengan masa prapaskah, masa paskah kita jalani dengan sukacita dengan penuh pengharapan. Kita bersukacita karena maut dan dosa telah dikalahkan oleh Kristus. Tumbuh harapan yang pasti bahwa kita bisa kembali bersatu dengan Allah dalam kemuliaan-Nya. Masa paskah patut kita tempatkan pula sebagai tindak lanjut dari masa prapaskah. Segala upaya pertobatan dan niat suci selama masa prapaskah, kita realisasikan dalam masa paskah.

Kita telah dimurnikan kembali sebagai anak Allah dan menjadi manusia baru. Maka kita jalani hidup kita berawal dari masa paskah ini sebagaimana layaknya anak-anak terang. Santo Paulus dalam suratnya kedua kepada jemaat di Korintus 5:1-21 dengan jelas menuntun kita untuk berlaku sebagai anak terang sebagai buah nyata dari pertobatan kita.

Semoga dengan begitu kita sungguh bisa menjadi orang Katolik sejati. Berkah Dalem