Gema Bulan Katekese Liturgi

liturgipicpiranti7Paroki Sragen (LENTERA) – Bulan Mei merupakan bulan Maria sekaligus menjadi Bulan Katekese Liturgi dan hal ini berdampak positif pada umat. Kita semua bersyukur karena Komisi Liturgi KAS setiap tahunnya mengeluarkan buku renungan harian sebagai tuntunan dan bahan acuan untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan liturgi.

Untuk tahun 2011 ini buku BKL berjudul: DEVOSI EKARISTI DAN RAGAM  DEVOSI. Banyak umat baru menyadari bahwa selama ini mempunyai pengertian dan penghayatan yang keliru. Misalnya renungan pada hari ke sebelas tertulis: “…Bila ada orang yang begitu bersemangat sampai berkata: ”Ya Bunda Maria, hantarkanlah doa ini kepada Bapa di surga, sebab engkaulah pengantara yang ajaib…’ Ternyata ini hal yang keliru, sebab satu-satunya pengantara kita adalah Yesus Kristus sendiri. Inilah contoh praktek devosi yang sudah seharusnya dikoreksi. Jadi kita mohon kepada Maria agar kita dihantarkan dalam doanya agar sampai kepada Yesus, bukan memohon Bunda Maria sebagai pengantara doa.

Ada banyak Lingkungan dan dan kelompok umat yang begitu getol berdoa Rosario setiap hari sambil membaca buku BKL itu. Mereka tetap bersemangat, walau tanpa hidangan alias garingan. Yang penting mereka berkumpul dan berdoa sambil membaca renungan dari Buku BKL.

Pada tanggal 30  Mei Wilayah Kedawung mengadakan Misa Penutupan BKL yang dihadiri oleh banyak umat dari Lingkungan-Lingkungan lain, bahkan ada juga dari Jenawi. Misa itu memakai rumus Pesta Maria mengunjungi Elisabet yang jatuh pada tanggal 31 Mei. Romo Djati yang memimpin ekaristi waktu itu dalam homilinya mengungkapkan. Bahwa ada hal positip dengan meneladan Maria yang mengunjungi Elisabet, yaitu budaya berkunjung. Kita menyempatkan diri mengunjungi saudara-saudara kita di lain tempat. Ada kegembiraan yang yang disharingkan. Semoga budaya berkunjung ini dapat terus kita kembangkan. Inilah langkah konkret untuk menjadi orang Katolik Sejati. Peduli kepada sesama terutama yang miskin dan menderita. Kunjungan ini membawa kehangatan dan suka-cita. Di situlah kita berbagi berkat. Mari kita kembangkan terus Bulan Katekese Liturgi, sambil memohon restu Bunda Maria (atm)