Kolaborasi Keroncong – Treteg Paroki Sragen Meriahkan Misa di Sendangsono

247018_1561271532027_1842493534_937867_6878936_nSendangsono (LENTERA) – Tempat Peziarahan Gua Maria Sendangsono pada Bulan Mei dan Oktober, setiap minggu selalu diadakan perayaan ekaristi untuk melayani para peziarah yang datang ke tempat tersebut.

Minggu (29/5) menjadi kesempatan bagi umat Paroki Sragen untuk bertugas liturgi di Gua Maria Sendangsono. Misa dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr. Sedangkan koor oleh Kelompok koor Harmony Choir dari Paroki Sragen. Yang menarik adalah Iringan lagu Misa merupakan kolaborasi musik keroncong dan Treteg (alat musik kentongan) yang juga dari Sragen.

Petugas koor dan pemain musik ini telah mempersiapkan diri beberapa bulan sebelumnya dan mendapat sambutan yang meriah dari para peziarah yang hadir di Gua Maria Sendangsono tersebut.

Dalam homilinya, Romo Issri mengungkapkan bahwa Sendangsono menjadi tempat ziarah karena peristiwa baptisan massal 171 orang di Sendangsono yang kemudian diangkat menjadi tonggak sejarah berdirinya Gereja Katolik di Tanah Jawa. Atas dasar itulah para peziarah yang datang di Sendangsono hendaknya sebelum menghaturkan macam-macam permohonan dalam ujub doanya, alangkah baiknya dihaturkan kepada Tuhan ungkapan syukur atas karunia iman dan mohon kekuatan iman.

Misa ini dihadiri banyak umat yang datang dari berbagai penjuru dan dari Paroki Sragen sendiripun rombongan mencapai 3 bus, belum termasuk rombongan lainnya yang membawa kendaraan sendiri-sendiri dari Sragen. Akhirnya semoga dengan kegiatan ini semakin banyak orang yang terpanggil dan memuliakan Kerajaan Allah. (dn)