Bertemu Yesus dalam Komuni Kudus

Oleh: CT. Wahyono Nugroho Djati, Pr

Communion_Girl_1Sekedar nggugah ingatan

Terinspirasi dari Injil Lukas 2:41-50, Yesus berkata kepada ibu-Nya:”Ada apa Ibu? Tidakkah ibu tahu, Aku harus berada di rumah Bapa Ku?” Menyebut Allah “BapaKu”, sebab Yesus adalah Putera Allah. Kendati demikian Yesus juga saudara kita.

Yesus: Roti kehidupan kita

Setelah Yesus memberi makan kepada orang banyak yang datang mencari Dia, Yesus berbicara tentang Roti dari Surga. Orang-orang itu berkata,”Tuhan, berilah kami roti itu?” Lalu Yesus berkata “Akulah Roti kehidupan.” Ketika Yesus berkata demikian, orang banyak itu bertanya, “Bagaimana mungkin Engkau dapat menjadi Roti bagi kami?” Yesus menjawab,

“Akulah Roti Kehidupan yang turun dari surga. Yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku akan hidup dalam Aku dan Aku hidup dalam Dia. Barangsiapa makan roti ini akan hidup selama-lamanya.” (Yoh 6:22-58). Roti kehidupan yang kita terima dalam komuni kudus adalah Yesus yang hidup dalam diri kita dan kita hidup dalam Dia.

Aku bertemu Yesus dalam komuni kudus

Yang pertama dan utama kita limbang-limbang dalam kontek inilah adalah soal:”Siapakah Yesus bagiku?” Yesus saudaraku adalah Putera Allah. Sahabatku? Guruku? Atau..bila aku bertemu dengan Yesus dalam komuni kudus, aku hendak mempersiapkan diri dalam hidupku seharí-hari maupun selama perayaan ekaristi. Apa yang harus aku persiapkan?

Dalam hidup keseharian, aku persiapkan diri untuk bersikap baik terhadap teman (bersahabat), mentaati perintah orang tua (tidak melawan), berterima kasih kepada orang yang menolongku. Demikian juga dalam perayaan ekaristi, aku mempersiapkan diri untuk menyambut Yesus mendengarkan dengan penuh perhatian bacaan-bacaan kitab suci, mendengarkan homili, pada saat persembahan roti anggur, kupersembahkan hidupku lepada Tuhan dan mengarahkan pikiran dan hati kepada Yesus dengan menyanyi dan berdoa.

Buah komuni kudus: membagi kasih Yesus kepada orang lain.

Yesus mengasihiku seperti IA mengasihi anak-anak. Maka bila aku mengasihi orang lain seperti halnya Yesus mengasihi aku, berarti aku membantu orang itu untuk memiliki Kerajaan Allah.

Akhirul kalam

Sebagai akhir kata, kami mengajak seluruh umat khususnya para orang tua agar memperhatikan anak-anaknya. Kalau sudah tiba saatnya untuk menerima sakramen ekaristi (komuni kudus) hendaknya mendaftarkan anak-anak mereka untuk pelajaran komuni, dan sebelumnya dipersiapkan secara mantap.***