Mengimani & Mengikuti Kristus

q1Berkah Dalem…..

Ibu-ibu dan sobat wanita semuanya, apa kabar hari ini? Siapapun dan apapun profesi anda tentunya saat ini tengah sibuk berkativitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Nah…apakah anda merasa enjoy dengan semua itu? Mungkin ada yang merasa oke, tapi ada juga sebagian yang merasakan bahwa waktu duapuluhempat jam sehari, terasa belum cukup!

Sobat wanita terkasih…ngomong-ngomong apa sih yang membuat kita selalu merasakan suatu tantangan puas dan senantiasa ingin berbuat yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga maupun yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga maupun orang lain? Sebut saja keluarga Pak Anu yang memiliki banyak kesibukan mapan dalam hal materi, aktif dalam berbagai bidang social dan kemanusiaan. Pasangan ini sudah lama mendambakan kehadiran seorang anak, maka berbagai upayapun dilakukan hingga pada suatu saat harapan mereka pun terkabul berkat doa dan semangat yang tak pernah pupus!

Seperti keluarga lain pada umumnya, kehadiran sang buah hati adalah sesuatu yang amat didambakan karena anak adalah karunia Allah yang paling indah dan tak ternilai harganya. Sebagai orang tua terutama ibu berusaha semaksimal mungkin agar dapat membahagiakan mereka, baik saat mereka masih dalam kandungan, ketika mereka mulai tumbuh dan berkembang, mulai aktif dan mampui berinteraksi dengan lingkungan, memasuki dunia pendidikan dan seterusnya.

So….apakah semua itu sudah cukup? Jawabannya tentu saja tidak! Ternyata masih ada tugas lain yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana kita mempersiapkan mereka untuk mengenal Kristus secara nyata!

Melalui pembaptisan (baptis bayi maupun baptis dewasa) kita mempunyai tanggungjawab yang besar untuk dapat membekali mereka. Serta mengantar mereka memasuki hidup baru serta tahap yang baru selaku orang Katolik. Selanjutnya masih diperlukan proses iman sebelum “SAMBUT KOMUNI PERTAMA.”. Inilah sesungguhnya “MOMENT ISTIMEWA” dalam tumbuh kembang anak selaku pribadi, manakala ia telah terpilih menjadi anggota Gereja Katolik sebagai anak-anak terang yang menjadi sahabat Yesus yang kelak diharapkan mampu menjadi tokoh umat, tokoh religius dan tokoh masyarakat yang baik dan berpotensi.

Inilah salah satu bentuk tugas dan tanggungjawab kita agar mereka selalu hidup dalam kasih Allah dengan cara memberikan support, pendampingan, pengarahan secara berkesinambungan, baik dalam bentuk doa, keteladanan dan kasih sayang yang tidak pernah terhenti. Semoga!

Sampai jumpa pada edisi mendatang…Tuhan memberkati….

Mutiara kata:

“Tuhan Yesus sangat mencintai anak-anak, maka lakukanlah hal yang sama terhadap anak-anak kita, agar kebahagiaan semakin terasa lengkap…..”