Berita Guru dan Murid

Oleh : P. Widodo

bu guru dan siswa mengerjakan soalDi bulan Juli banyak orang tua yang bergembira karena anak / cucu yang sedang sekolah sudah naik kelas, sudah mendapat tempat belajar yang sesuai dengan harapan,  ada pula yang merasa kurang gembira pasalnya terpaksa harus menguras tenaga, pikiran untuk mendapatkan beaya pendidikan, bahkan ada yang sedih karena anak / cucu belum / tidak naik kelas, tidak lulus atau sudah lulus tetapi belum mendapatkan tempat belajar yang sesuai dengan harapan atau cita – cita mereka


Terlepas dari itu semua bahwa di pertengahan bulan Juli ini pem­belajaran di sekolah tahun pelajaran 2011/2012 sudah dimulai. Masa liburan panjang sudah selesai. Guru sudah kembali berdiri tegak di tengah – tengah para murid untuk menyampaikan “berita”, dan para murid sudah siap menerima kembali “berita” yang disampaikan oleh para guru. Antara guru dan murid nampak saling membutuhkan kehadiran diantara mereka untuk menyampaikan dan menerima “berita”, di kelas masing – masing sesuai dengan jenjang pendidikan masing – masing.

Ada sedikit catatan (cuplikan) yang layak di renungkan sebagai bagian kecil dari evaluasi tahun pelajaran sebelumnya. Ada “berita” seorang murid bertanya kepada gurunya : “Guru mengapa guru repot – repot mengajar kami, bukankan nanti pada saat ujian berlangsung guru membantu memberi jawaban pada kami? Atau guru kan bisa menambahkan  nilai bagi kami yang nilainya agak kurang baik menjadi lebih baik?”. Dilain kesempatan ada murid bertanya : “Guru… mengapa saya dilarang merokok? Guru juga merokokkan? Dan masih ada pertanyaan yang lain. Guru kerepotan juga menjawab pertanyaan si murid.  Sebaliknya ada “berita” seorang guru kena marah Kepala Sekolah karena guru tersebut tidak mau mengganti rapot murid yang nilainya kurang baik, ketika ujian tidak mau membantu memberi jawaban kepada murid, dan semacamnya.

Ada berita lain agak lucu, ketika berlangsung Ulangan Kenaikan Kelas (UKK), Seorang guru bertanya pada murid – muridnya : Anak – anak siapa yang tadi malam sudah mengerjakan soal…? hampir semua murid dalam ruang kelas secara bersama menjawab, “saya Bu..!” sambil tunjuk jari. Seorang murid berkata : lho kok soalnya sama seperti yang saya kerjakan tadi malam ya!, murid lain berkata iya betul…! Kemudian Guru bertanya pada murid : dari mana kalian mendapatkan soal..? dari orang tuaku jawab seorang murid, yang lain menjawab dari guru les, murid lainnya menjawab : lho kan dari guru sendiri. Ada kesan guru kurang dihormati, murid terlalu dimanjakan. Sekolah bangga ketika muridnya naik kelas / lulus 100 % sekalipun ditempuh dengan cara tidak terpuji. Pertanyaan kita pasti : Wah separah itukah dunia pendidikan kita? atau bahkan lebih parah lagi ? atau ini cuma berita mengada ada? (namanya juga berita).

Di sini penulis sengaja menggunakan kata “berita” merujuk pada gaya penulisan / pewartaan Injil Mateus : “Pada waktu itu tampilah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan : Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”. (Mat. 3 : 1-2). Kalimat ini ditulis juga pada saat Yesus tampil di Galilea : “Sejak waktu itulah Yesus memberitakan : Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”. (Mat. 4 : 17). Bahkan kalimat ini juga yang diperintahkan oleh Yesus ketika Yesus mengutus kedua belas rasul : “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka : … . Pergilah dan beritakanlah : Kerajaan Sorga sudah dekat!”. (Mat. 10 : 5 – 7).

Tetapi di akhir pewartaan Injilnya Mateus menulis dengan jelas tentang : Perintah untuk memberitakan Injil. “Yesus mendekati mereka dan berkata : Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Ku-perintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat. 28 : 18 – 20).

Kutipan ayat – ayat dari Injil Mateus ini bisa dikaitkan dengan berita tentang guru dan murid :

  • Yohanes Pembaptis yang tampil di padang gurun Yudea dan Yesus yang tampil di Galilea adalah sama – sama sebagai guru menyampaikan berita yang sama: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”. Ini menunjukkan bahwa berita yang disampaikan kepada para murid disampaikan secara konsisten, tetap (tidak berubah – ubah), taat asas, ajek, selaras / sesuai perbuatan dan ucapan.
  • Para murid yang menerima perintah dari sang guru mengenai hal yang sama / menerima berita yang sama: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”. dikerjakan secara komit (mewajibkan diri) untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh guru kepadanya tanpa reserve, tanpa syarat.
  • Kita ketahui bersama bahwa ketika guru memberi perintah kepada para murid untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan, guru tidak melepaskan begitu saja, tetapi guru selalu menyertai sampai akhir jaman.

Kita sadar betul bahwa kita memiliki teladan guru yang baik seperti Yohanes Pembaptis yang tampil di padang gurun Yudea sampai rela dipenggal lehernya,  dan terlebih maha Guru Yesus Kristus yang tampil di Galilea rela sengsara, wafat di salib dan  pada akhirnya dibangkitkan Allah Bapa, karena konsisten sebagai guru dengan berita yang disampaikan. Demikian juga kita punya teladan sebagai murid yang sangat komit yaitu kedua belas rasul atau kedua belas murid Yesus, melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh guru  yaitu perintah untuk mem­berita­kan Injil diterima tanpa reserve / tanpa syarat, penuh rasa tanggung jawab  dengan segala konsekuensinya.

Kalau sekarang kita menjadi guru, marilah kita menjadi guru yang konsisten agar kita tidak kerepotan menjawab setiap pertanyaan dari para murid. Jika sekarang kita mengaku menjadi murid marilah kita menjadi murid yang komit, mewajibkan diri untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh guru kepada kita tanpa reserve atau tanpa syarat. Untuk tetap menjadi guru yang konsisten, jujur itu memang berat, dan tetap menjadi murid yang komit, jujur itu  memang juga susah, tetapi kita tetap harus berusaha, selebihnya biarlah Tuhan yang mengatur, terlebih dalam melaksanakan Perintah untuk memberitakan Injil.  Dengan demikian berita tentang guru dan murid akan menjadi lebih baik, sekaligus berita tentang pendidikan kita akan lebih baik.

Ingat… Guru yang baik senantiasa menyertai para murid sampai akhir Zaman. Semoga… ! Tuhan memberkati. Amin. (P.Wid/GKrT).