Rm. Yohanes Ari Purnomo, Pr

DSC_0048Bapak, ibu, teman-temanku, para sahabat Yesus yang terkasih, pada edisi Lentera kali ini, perkenankanlah saya memperkenalkan diri, sekaligus mengucapkan kulo nuwun kepada Bapak, ibu dan teman-teman semua. Saya terlahir pada tanggal 13 Mei 1982 dengan diberi nama Ari Purnomo. Selang beberapa bulan kemudian, saya dibaptis dengan nama baptis Yohanes. Nama bapak saya adalah Bpk Emmanuel Prapto Mulyono, sementara ibu saya adalah ibu Veronika Samiyem. Saya terlahir sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Adik saya satu, seorang cowok yang bernama Agustinus Rudi Winarto. Saya menghabiskan masa kecil saya di dusun Soka, desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Daerah saya termasuk wilayah dari paroki St.  Perawan Maria Bunda Kristus Wedi, Klaten.

Sejak kecil, saya telah akrab dengan kegiatan Gereja, mulai dari PIA, dan Putra Altar. Namun sebenarnya saya masih kalah rajin mengikuti kegiatan-kegiatan Gereja itu jika dibandingkan dengan ibu saya. Ibu saya lebih rajin dan taat daripada saya.  Saya mengawali pendidikan di TK PBT Paseban Bayat (1987-1988), dan kemudian melanjutkan ke SD Kanisius Bayat (1988-1994). Selepas SD, saya melanjutkan ke SMP Pangudiluhur Bayat (1994-1997). Lulus SMP, petualangan panggilan saya dimulai dengan diterima di SMA Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan. Pendidikan di Seminari  menengah saya jalani selama 4 tahun (1997-2001). Setelah lulus Seminari Menengah Mertoyudan, saya memutuskan untuk menjadi imam diosesan Keuskupan Agung Semarang. Saya akhirnya diterima untuk melanjutkan pendidikan sebagai calon imam diosesan  KAS. Pada tahun 2001-2002, saya menjalani Tahun Orientasi Rohani di Seminari Sanjaya Jangli, Semarang.

Petualangan pun berlanjut ketika tahun 2002 saya diperbolehkan memasuki jenjang kuliah filsafat dan teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti Yogyakarta. Pada saat itu saya tinggal di Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta. Saya lulus S1 Teologi pada tahun 2006 dan diminta untuk mengalami Tahun Orientasi Pastoral di Seminari Menengah St. Petrus Canisius hingga tahun 2007.

Pada tahun 2007, selepas TOP, saya kembali melanjutkan pendidikan teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti, dan diperkenankan menerima tahbisan imamat dari Bpk Uskup Mgr. I. Suharyo pada tanggal 29 Juni 2009.

Setelah tahbisan, saya diminta untuk tetap melanjutkan program Pascasarjana Teologi hingga tahun 2011. Dan per 15 Juli 2011, saya ditugaskan ke Paroki St. Perawan Maria Fatima Sragen sebagai pastor pembantu paroki.