Karya Pelayanan Paguyuban Karawitan Pamulih Asih

225879_1814457033431_1000220680_31604755_2734761_nGading (LENTERA) – Setelah bulan Mei lalu tampil di acara JogjaTV dengan gending-gending Jawa klasik, kini Paguyuban Karawitan Pewartaan Pamulih Asih hadir dalam karya pelayanan umat di Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen dengan tampil menghibur dalam acara Midodareni di rumah salah seorang umat di lingkungan Gading. Sabtu (16/07).

Di Acara tersebut, disamping menyajikan gendhing-gendhing Jawa yang berirama klasik, tidak sedikit Pamulih Asih menyajikan gendhing-gendhing yang digarap dalam irama gaya Sragenan.

Sesuai dengan maksud dan tujuan Paguyuban Karawitan Pamulih Asih, disamping melatih para pengrawit dan penggérongnya memainkan gendhing-gendhing yang diperuntukkan keperluan liturgis, Pamulih Asih juga berlatih memainkan gendhing-gendhing Jawa klasik, gendhing-gendhing dolanan maupun  maupun gendhing-gendhing yang digarap dengan irama gaya Sragenan yang notabene menjadi kegemaran masyarakat umum di Sragen, khususnya yang bertempat tinggal di pedesaan.

Pamulih Asih, baik pengrawit maupun penggérong­nya, berangkat dari personil yang masih benar-benar awam dalam hal seni kerawitan. Namun dengan berbekal ketekunan, semangat pelayanan dan keinginan untuk bisa, serta obsesi  untuk memperkaya khasanah liturgi dalam bentuk karawitan, seiring dengan berjalannya waktu, maka terbentuklah para pengrawit dan penggérong yang meskipun masih jauh dari tingkatan mahir, sudah mampu memainkan instrument  gamelan, yang pada gilirannya nanti dalam memberikan pelayannya Pamulih Asih sudah tidak perlu lagi meminta bantuan pengrawit dari luar komunitas umat Katolik. Bahkan kiranya tidak terlalu muluk bila Pamulih Asih berobsesi memperkaya paroki tercinta ini dengan memiliki dhalang Wahyu sendiri, demikian menurut salah seorang pengrawit yang ditemui Lentera secara terpisah, namun tidak bersedia disebutkan jati dirinya. (Nw)