Misa Syukur 30 Tahun Wilayah Yohanes Rasul Kedawung

188293_141598675922061_100002157877431_275675_1915520_nKedawung (LENTERA) – Misa di alam terbuka, Kamis malam (7/7) dihadiri ratusan umat dari paroki Sragen cukup meriah. Misa kudus yang digelar di halaman Gereja Wilayah Santo Yohanes Rasul Kedawung ini dalma rangka memperingati Ulang Tahun berdirinya Wilayah Yohanes Rasul Kedawung yang berusia Tigapuluh tahun.

Misa kali ini dipimpin Romo Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr yang juga memperingati Ulang Tahun Imamatnya yang ke-12 dan mengangkat tema “Satu Tubuh tapi Banyak Anggota”. Dalam khotbahnya, Romo Issri menggambarkan kehidupan jemaat hendaklah seperti satu tubuh yang beranggotakan banyak anggota. Masing-masing anggota tak bisa berdiri sendiri-sendiri di antara satu sama lain. Salah satu anggota badan, tangan misalnya, tak bisa merasa paling sempurna dalam melaksanakan tugas, karena akan me­muncul­kan sifat sombong yang mengakibatkan persepsi negatif terhadap anggota badan lain. Tangan itu bisa bekerja karena ada alat-alat tubuh yang lain yang mendukungnya. Bahkan, menurut Romo Issri anggota tubuh yang dianggap kurang bermanfaat pun ,ternyata berperan besar dalam pelaksanaan tugas bagi tubuh.

Lanjut romo Issri, umat yang terdiri dari kelompok-kelompok, baik kategorial, teritorial, atau apa saja diharapkan saling menghargai dan memahami keberadaan masing-masing kelompok tersebut. Masalah­nya apabila hal ini selalu dibiarkan dimungkinkan akan bisa menimbulkan preseden lebih buruk, terpisah-pisah satu sama lain.

Dalam arahannya terhadap umat, Romo Issri yang mengambil perumpamaan “Satu Tubuh tapi Banyak Anggota” menekankan perlunya kerukunan serta diharapkan agar umat selalu berupaya menyampaikan kabar gembira  dan keselamatan terhadap seluruh lapisan masyarakat.

Alunan musik keroncong mengiringi lagu-lagu rohani yang dilantunkan kelompok koor Harmoni Choir membawa suasana misa semakin khidmat dan syahdu. Di bawah kendaktor Agatha Yani, lagu-lagu paduan suara itu sungguh melekat menjadi bagian misa.

Di penghujung misa, Romo Issri  memberikan Sertifikat Berkat Apostolik dari Bapa Uskup kepada Enambelas pasutri yang telah memasuki  usia perkawinan emas dan perak,. Dua pasang di antara mereka telah memasuki usia perkawinan tahun ke-50, mereka dipanggil satu persatu untuk menerimanya sembari berpesan, “Ora pareng nesu” yang disambut  dengan gemuruhnya sorak sorai  umat.

Ketua Wilayah Yohanes Rasul Kedawung, Bapak Y. Noer Soejadi mengungkap­kan kegembiraannya di acara  selepas ritus perutusan. Ia berterima kasih kepada seluruh umat yang hadir karena tanpa bantuan dari semua pihak (Andre AS).