Berpikir & bersikap merdeka

Oleh: V. Sri Murdowo

imagesSobat wanita terkasih dalam Kristus….pernahkah atau sesering apakah anda turut terlibat / menyaksikan acara pawai/arak-arakan pada Peringatan HUT Kemerdekaan RI? Berbicara tentang hal ini, kita spontan teringat akan masa-masa kecil, masa yang indah dan mungkin tak akan pernah terlupakan sampai kapanpun.

Mungkin ini dialami banyak orang termasuk penulis yang merasakan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri, manakala harus berdiri dan berdesakan di pinggir jalan menanti­kan datangnya iring-iringan karnaval seperti kendaraan hias, drumband, aneka kesenian tradisional, pameran hasil pangan dan sandang dalam negeri, penampilan anak-anak sekolah hingga seluruh instansi dengan segala bentuk kreativitas yang seru dan penuh warna.

Wah….itulah detik-detik yang menggugah semangat serta rasa bangga menjadi bangsa Indonesia.

Sebagai anak-anak atau remaja yang masih polos, saat itu kita bisa bergembira sambil bertepuk tangan, berteriak dan melompat kegirangan tanpa harus merasa rikuh atau malu dengan orang-orang di sekitar kita….lho ada apa gerangan?

Yah bagaimana tidak bersorak kegirangan kalau melihat ada yang berdandan seperti badut, wajah dihias lucu bak monster, waria sampai kakek nenek yang diperankan anak-anak sekolah dasar. Adapula yang bergaya bagai peragawati, dokter, polisi, petinju, petani sampai memerankan tokoh-tokoh terkenal.

Sobat terkasih, itulah salah satu cara bangsa kita dalam mengisi dan memaknai kemerdekaan. Kita juga punya cara masing-masing dalam memberikan konstribusi kepada Ibu Pertiwi. Sebagai wanita dan ibu…apa saja yang sudah dapat kita perbuat? Walaupun ada diantara kita yang tak sanggup meraih cita-cita semasa kecil karena berbagai kendala yang ada.

Namun itu bukan berarti kita adalah orang-orang yang tidak berguna, orang-orang yang gagal meraih mimpi! Mungkin rasanya terlalu naif kalau kita hanya menyalahkan atau berspekulasi pada nasib, tanpa harus bekerja keras merubah dan mem­perbaiki nasib kita sendiri.

Sebagai tolak ukur, kita bisa belajar dari orang-orang sukses, namun janganlah kita serta merta ingin meniru gaya mereka apalagi sampai berlebihan menaruh rasa iri hati akan apa yang telah mereka dapatkan dari usaha dan kerja kerasnya !

Sobat terkasih….seperti pawai di hari peringatan proklamasi kemerdekaan negara kita, rasanya ada banyak hal yang bisa menjadi contoh. Kita merdeka dan bebas membangun mimpi, bebas menentu­kan apa yang kita inginkan.

Memang, memandang sesuatu hanya dari luarnya saja, terkadang mem­buat kita terkesima. Namun alangkah lebih bijak, apabila kita berupaya melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan diri, talenta dan cara berpikir yang merdeka. Nah..inikah arti kemerdekaan hidup yang sesungguhnya? Tentu jawabnya ada dalam diri kita masing-masing. Semoga! ***