Misa Novena Ke-7 Gua Maria Fatima Ngrawoh

317352_190167387719186_100001777775263_452834_989108_nNgrawoh (LENTERA) – Umat Katolik Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen merayakan Perayaan Ekaristi Novena Gua Maria Fatima di Ngrawoh, Kamis (18/08).

Ekaristi Novena ke-7 ini dipimpin oleh Romo Yohanes Ari Purnomo, Pr dengan tema: “ Kemuliaan Hidup Maria Terpancar Sampai ke Surga”. Petugas Liturgi dan Koor pada Misa Novena kali ini adalah Wilayah Jenawi.

Dalam khotbahnya, Rm Ari mencerita­kan tentang kisah hidup Santa Bernadetta yang mendapatkan anugerah penampakan Bunda Maria di Lourdes. Kisah hidup Bernadetta yang sederhana namun dipilih oleh Bunda Maria untuk menyampaikan pesan kasih kepada manusia ini menjadi teladan bagi hidup iman kita. Kita semua diajak untuk menjadi pribadi-pribadi yang berbahagia seperti Bunda Maria dan juga St. Bernadetta. Mereka menjadi teladan orang-orang yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya.

Orang-orang yang seperti itulah yang akan mendapatkan kebahagiaan dan per­tolongan dari Tuhan. Ber­­kaitan dengan pembangunan Gua Maria Ngrawoh, Rm. Ari menyinggung tentang kesahajaan untuk terus bertekun dalam membangun kebersamaan, ketulusan dalam hidup beriman sebagaimana Maria dalam mengikuti kehendak Tuhan. Maria yang hidupnya sederhana dan sama sekali tergantung pada Tuhan sungguh menjadi teladan bagi hidup iman kita untuk selalu bertekun di dalam perjuangan mengikuti kehendakNya. Juga di dalam pembangunan tempat ziarah Gua Maria Ngrawoh ini.

Pem­bangunan tempat ziarah ini bukan pertama-tama dimaksudkan sebagai suatu pem­bangunan secara fisik tempat ziarah, tetapi merupakan kebersamaan umat Sragen untuk semakin memiliki kecintaan kepada Maria dan meneladan hidup Maria. Dengan memiliki jiwa yang sederhana, tekun berjuang dan terbuka akan persaudaraan, niscaya pembangunan tempat ziarah ini akan mendapatkan pertolongan dari Tuhan.

Untuk itu, Romo Ari mengajak segenap umat untuk memiliki sikap mau “mendengarkan”: memasang telinga, mem­perhatikan (meletakkan hati kepada suatu hal tersebut), dan memahami apa yang dimaksud (terhubung). Agar orang bisa “mendengarkan” suara Tuhan, maka dibutuhkan: Konsentrasi, Keheningan, Hati yang terbuka, Siap sedia menerima , Pendengaran yang jernih (tidak terganggu oleh berbagai macam hal). Sikap-sikap seperti ini telah dimiliki oleh Maria dan juga St. Bernadetta. Dengan demikian, orang yang selalu mendengarkan dan memelihara Sabda Tuhan akan menghasilkan buah berlimpah, yakni menjadi berkat bagi sesama.

Setelah Misa Novena, diadakan Doa Novena Tiga Kali Salam Maria bagi proses kelancaran usaha mendapatkan ijin pem­bangunan Kapel Wilayah Masaran. Doa Novena dipimpin oleh Rm. Issri dan diikuti oleh beberapa umat. Semoga berkat cinta Maria yang begitu lemah lembut dan rendah hati, pertolongan Tuhan dicurahkan bagi diberikannya ijin bagi pembangunan Kapel Wilayah Masaran dan juga pembangunan Gua Maria Fatima Ngrawoh.(ar)