Rekoleksi & Baksos SMP Negeri 1 Sragen

Ngrawoh (LENTERA) – Selama 3 hari (22-23/08) sebanyak 56 orang siswa-siswi Katolik dan Kristen SMP Negeri 1 Sragen didamping oleh OMK dan bapak-ibu guru pendamping mengadakan Rekoleksi di Gua Maria Ngrawoh.

Rekoleksi ini mengambil tema “Menjadi Pelajar Yang Kritis dan Berani Tampil Beda. Tema ini dipilih mengingat keprihatinan siswa-siswi SMP yang mulai mengenal dunia luar sehingga rawan terhadap pergaulan bebas dan terjebak dalam suatu komunitas yang memberi pengaruh negatif, serta kurangnya kepercayaan diri siswa-siswi dalam menghadapi ujian.

Yang dimaksud dengan “kritis” adalah berpikir dan mempertimbangkan baik dan buruknya sebelum mengambil keputusan, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang tepat. Sedangkan “berani tampil beda” adalah berani untuk melawan hal-hal yang tidak baik yang terkadang menjadi kebiasaan yang lumrah untuk dilanggar di masyarakat.

Pada hari pertama peserta diajak Johari Window untuk mengetahui kelebihan-kelebihan yang mereka miliki.  Selain itu, peserta juga  diajari untuk meditasi, disposisi batin, sharing, serta berefleksi. Pengolahan dengan metode ini diharapkan peserta dapat mengetahui perasaan dominan yang sedang dirasakan, mampu dan  berani berbicara didepan orang banyak, dan setelah membaca Kitab Suci peserta dapat memaknai segala pengalaman yang telah dialami dan dapat mengetahui apa yang diinginkan Tuhan atas pengalaman yang telah mereka alami serta dapat mensyukurinya. Setelah mengetahui kelebihan dan mampu untuk bersyukur kemudian peserta diajak untuk merumuskan niat pribadi demi kemuliaan Tuhan.

Pada hari kedua dinamika diawali dengan ibadat oleh Rm.Yohanes Ari. Purnomo, Pr. Dalam homilinya, Romo Ari mengatakan bahwa menjadi pelajar yang kritis dan berani tampil beda adalah wajib hukumnya, karena sikap kritis dan berani tampil beda demi kebenaran adalah ciri murid Kristus. Setelah itu dinamika hari kedua dilanjutkan dengan Outbond dengan permainan yang merefleksikan tentang sikap kritis dan tampil beda kemudian diakhiri dengan bakti social.

Harapan dari rekoleksi ini adalah agar siswa-siswi Kristiani tidak terjebak pada kelompok-kelompok yang lebih banyak memberi pengaruh negatif, semisal; geng motor, komunitas punk, dan lain sebagainya. Selain itu, siswa-siswi Kristiani dapat lebih percaya diri dengan kemampuan yang telah dianugerahkan  Allah sehingga dapat lebih percaya diri saat menghadapi ujian dan tidak mengandalkan HP, bantuan teman, maupun bocoran jawaban dari manapun.

Masyarakat Ngrawoh juga ikut berpartisipasi dalam keamanan dibuktikan dengan ikut menjaga sampai pukul 02.00 WIB karena masyarakat ngrawoh sangat mendukung dengan adanya kegiatan tersebut.  Pada kesempatan itu para siswa secara langsung memberi bantuan berupa sembako sejumlah 80 untuk dibagikan pada masyarakat mulai dari RT 3 sampai RT 7 dibantu dengan umat Ngrawoh. Bukan sembako saja yang disumbangkan tetapi juga pakaian bekas pantas pakai. Umat Ngrawoh sangat senang dan bangga dengan dilaksanakanya kegiatan Retret tersebut karena semakin mempererat persaudaraan antar umat beragama di lingkungan Ngrawoh. (omk)