Seminar Psikogenetik bagi Keluarga Kristiani

Seminar Psikogenetik SragenParoki Sragen (LENTERA) – Tim Pendampingan Keluarga Paroki Sragen bekerjasama dengan Yayasan Mardi Lestari & Komunitas ME-Sragen, Minggu (18/09)  menyelenggarakan Seminar Keluarga dengan Tema “Psikogenetik” yang bertempat di Gereja Santa Perawan Maria di Fatima Sragen yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB.  Selaku pembicara seminar tersebut, penyelenggara menghadirkan  Rm Jeremias Balapito Duan MSF dari Paroki Santo Paulus Miki, Salatiga. Seminar ini  diikuti oleh sekitar 200 orang termasuk peserrta dari luar Sragen

Setelah sambutan singkat dari panitia, Ketua bidang IV (Paguyuban & Tata Organisasi) Dewan Paroki Sragen & Romo Paroki, Pembicara mengawali penyampaian materi pengantar berkaitan dengan pemahaman ‘pentingnya keluarga’ antara lain : 5 bola kehidupan, definisi keluarga, persiapan hidup berkeluarga dan pemetaan masa kecil

Dalam “5 bola kehidupan’ disampaikan bahwa bola kehidupan terdiri dari 1) bola keluarga, 2) bola sahabat, 3) bola pekerjaan, 4) bola kesehatan & 5) bolam iman (kepercayaan).

Kecuali bola pekerjaan, keempat bola yang lain merupakan bola yang terbuat dari kaca, dalam arti bahwa apabila bola-bola tersebut (keluaga, sahabat, kesehatan & iman)  pecah/hancur, maka hal tersebut akan berdampak buruk luar biasa bagi diri sendiri, keluarga bahkan sampai pada anak – cucu. Untuk itu keempat bola kehidupan tersebut harus senantiasa dijaga dengan baik.

Sedangkan dalam definisi keluarga disebutkan bahwa dua unsur pokok dalam keluarga  adalah ‘adanya sekelompok orang’ dan ‘adanya relasi yang istimewa (signifikan), sehigga anggota keluarga tidak semata-mata harus terdiri dari suami, isteri & anak, melainkan terdiri dari siapapun yang berada di dalam kelompok kita dan memiliki relasi / hubungan khusus dengan kita.

Mengingat pentingnya keluarga tersebut, maka Rm Jeremias menegaskan bahwa persiapan hidup berkelurga perlu dilakukan sebaik mungkin. Beberapa hal yang diungkapkan dalam hal persiapan hidup berkeluarga tersebut antara lain kedewasaan manusiawi, cinta otentik dan klarifikasi nilai.

Psikogenetik

Memasuki tema inti yaitu ‘Psikogenetik’, Romo Jeremias menyampai­an bahwa ketika sepasang insan menikah maka mereka telah masuk ke dalam rumah tangga baru dimana ada sepuluh ‘orang’ di dalam rumah tangga baru tersebut. Mereka tidak hadir secara fisik tetapi hadir melalui pengaruh-pengaruh genetik (keturunan) dan lingkungan keluarga (pola hidup dalam keluarga). Suami-isteri tersebut masing-masing membawa ‘warisan’ genetic & rekaman masa kecil mereka ke dalam rumah tangga yang baru. Warisan yang mereka terima berupa warisan yang positif (perilaku baik) dan  berupa warisan negatif (perilaku buruk)

‘Warisan-negatif’ yang dibawa oleh masing-masing suami isteri inilah yang sering menimbulkan konflik, yang membuat pernikahan mereka tidak harmonis, dan selanjutnya ketidakharmonisan pernikahan mereka akan menghasilkan ‘warisan-negatif’ yang akan diberikan kepada anak-anak mereka kelak.

Masa kanak-kanak (0 s/d 10 tahun) merupakan masa emas dimana pada usia tersebut merupakan proses terbentuknya alam psikis (bawah sadar). Endapan alam bawah sadar ini – secara konsisten – menentukan setiap perilaku kita saat ini, dalam berkomunikasi (dengan pasangan, anak-anak, orang lain), dan termasuk dalam memilih dan mengambil keputusan penting.

Beberapa pertanyaan yang muncul berkaitan dengan alam bawah sadar yang terlanjur terbentuk samasa kecil tersebut antara lain :

  • “Mengapa kita selalu jatuh dalam kelemahan yang sama?” padahal setiap kali kita sudah berusaha memperbaiki diri, tapi selalu jatuh lagi pada kelemahan yang sama.
  • Mengapa kita selalu jatuh dalam kelemahan yang sama — setiap kali kita memperbaiki diri — tapi selalu jatuh lagi pada kelemahan yang sama. Mengapa kita memilih cara berkomunikasi yang tertentu (dengan pasangan, anak-anak, dan orang lain) — akibat dorongan-dorongan alam bawah sadar yang pada akhirnya sering menimbulkan konflik dalam komunikasi.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupa­­­ kan sebagian dari permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan warisan alam bawah sadar yang terbentuk semasa kecil. Lalu bagaimana caranya kita dapat mengenali alam bawah sadar kita, mengendalikannya dan dengan demikian kita mampu memperbaiki cara-cara kita berkomunikasi, mengambil keputusan, dalam kehidupan sehari-hari ?  Jawabnya adalah PSIKOGENETIK.

Psikogenetik  yang diperkenalkan oleh Anne Teachwort merupakan suatu pendekatan ilmiah guna mengetahui pengaruh-pengaruh lintas generasi / nenek moyang terhadap tingkah laku, kebiasaan, cara berelasi dan bereaksi seseorang pada saat ini.

Ketika seminar berakhir pukul 15.00 WIB pertanyaan besar bagi para peserta yang hampir semua tidak beranjak, adalah  “bagaimana cara memahami dan memutus (menyembuhkan) pola-pola pengaruh lintas generasi dan relasi-relasi yang terluka ?” Untuk menanggapi pertanyaan tersebut Rm Yeremias menyampaikan bahwa ada teknik-tekni yang harus dijalani pleh peserta dalam psikogenetik tersebut dan tidak cukup hanya dalam satu hari saja peserta bisa menjalani teknik-teknik tersebut. Maka pada akhir seminar, Rm Yeremias menawarkan “Retret Psikogenetik” kepada umat Paroki Sragen  pada kesempatan yang lain.

Melihat antusiasme peserta seminar, maka panitia akan berusaha memfasilitasi Retret Psikogenetik dengan narasumber Romo Yeremias, yang rencananya akan dilaksanakan bulan Pebruari 2012. Semoga Seminar & Retret Psikogenetik bisa membantu umat dalam meningkatkan kualitas hidup dan relasi di dalam keluarga, komunitas dan di tengah-tengah masyarakat. Amin.(Ags)