Wawan Hati Uskup Agung Semarang, Bupati & Muspida Sragen beserta Tokoh Umat Paroki Sragen

Wawan HatiParoki Sragen (LENTERA) – Hari Jumat pagi (28/10) merupakan hari yang istimewa bagi umat Paroki Sragen, karena dilaksanakan Wawan Hati antara Bapak Uskup Mgr. Johannes Pujasumarta, Romo Paroki Sragen  dengan Bapak Bupati Sragen, Bpk. Agus Faturrohman, SH MH beserta jajaran Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen. Wawan hati tersebut dihadiri oleh Dewan Pleno Paroki Sragen beserta ketua-ketua wilayah dan lingkungan, serta beberapa tamu undangan.

Acara berjalan lancar, diawali dengan sambutan oleh Rm. Robertus Hardiyanta, Pr selaku Pastor Paroki dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Uskup dan Bapak Bupati. Dalam sambutannya, Romo Hardi mengungkapkan tentang situasi umat Sragen berikut perkembangan serta keprihatinan dalam keterlibatan mereka di Kabupaten Sragen. Salah satu nilai baik yang diungkapkan adalah adanya keterlibatan umat dalam jajaran pemerintahan Kabupaten Sragen. Sementara itu, keprihatinan yang mengemuka adalah tiadanya Bimas Katolik di Kabupaten Sragen dan kurangnya guru agama Katolik yang mengajar di SMP dan SMK, serta soal perijinan kapel Masaran yang tidak lancar.

Pada kesempatan ini, Bapak Uskup, Mgr Johannes Pujasumarta mengungkapkan tentang potensi  masyarakat Sragen yang begitu berlimpah dengan lahan pertanian. Bahkan Kabupaten Sragen merupakan penyangga pangan bagi daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Beliau tetap mendorong umat untuk setia memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sragen. Meski dalam hal kuantitas, umat Katolik Paroki Sragen ini amat kecil di tengah masyarakat  Sragen, namun keterlibatan untuk selalu memberikan yang terbaik menjadi tujuan utama, sama halnya para pemuda yang terpesona dan terbakar semangatnya untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia yang tertuang dalam peristiwa Sumpah Pemuda.

Bapak Uskup mengungkapkan pengharapan untuk berkembangnya kerjasama yang sinergi antara pemerintah dan umat Katolik Sragen demi mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Sragen, sesuai dengan motto pemerintahan Sragen saat ini yakni “Mbelo wong cilik” yang sesuai dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang 2011-2015.

Bupati Sragen, Bp. Agus Faturrohman, SH MH menyampaikan dukungan terhadap apa yang telah disampaikan Bapa  Uskup.  “Ada hal-hal yang sama-sama  harus kita perjuangkan bersama. Kehidupan umat beragama yang majemuk akan menjadi baik apabila semua berpegang pada norma dan bila kita semua saling berlomba memberikan sesuatu yang terbaik kepada masyarakat walaupun dengan cara yang berbeda beda.” Bupati Sragen juga mengungkapkan tentang pelayanan pemerintah Kabupaten Sragen saat ini demi kesejahteraan masyarakat semuanya. Mengenai perijinan Kapel Masaran, beliau menegaskan bahwa kebijakan untuk memberi ijin atau tidak itu berdasar pada kesesuaian hukum yang berlaku. Bapak Bupati juga menjelaskan tentang ajakan beliau untuk membangun Sragen ini dengan hati yang bersih dan nalar yang bertanggung jawab. Itu diungkapkan beliau dengan mulai membenahi profesionalitas karya di pemerintahan dan pemberantasan korupsi di jajarannya.

Pada kesempatan itu juga diberikan waktu untuk tanya jawab langsung dan dialog antara umat yang hadir dengan  Bupati Sragen dan Bapa Uskup. Acara wawan hati ini ditutup dengan makan siang bersama di Pastoran yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen.(Poer)