Rencana Kunjungan Keluarga Tahun 2012

IMG_5094_resizeParoki Sragen (LENTERA) – Untuk pertama kalinya Tim Kerja Pendampingan Keluarga Paroki mengadakan pertemuan koordinasi dengan Rm. Robertus Hardiyanta Pr. selaku romo paroki yang baru berkarya di paroki Sragen, Rabu (08/11).

Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk saling mendengarkan masing-masing tim (Tim Kunjungan keluarga, Tim Kurus Persiapan Perkawinan & Tim Emmaus Centrer) mengenai pelayanan pendampingan apa saja yang telah dilakukan serta permasalahan apa saja yang dihadapi dalam pelayanan pendampingan keluarga. Dari pertemuan tersebut diharapkan Tim Kerja bisa menemukan terobosan/wacana pelayanan yang lebih baik  sebagai dasar perencanaan program kerja tahun 2012.

Pada awal pertemuan, Rm. Hardiyanta menegaskan bahwa keprihatinan dan permasalahan yang dihadapi oleh keluarga-keluarga masa kini menunjukkan akan kebutuhan pendampingan keluarga semakin mendesak. Komisi Pendampingan Keluarga tingkat keuskupan & kevikepan yang lahir dari keprihatinan tersebut diharapkan bisa bekerja sama dengan TK Pendampingan Keluarga Paroki  dalam memberikan perhatian secara khusus kepada keluarga-keluarga dalam berbagai pendampingan.

Pendampingan keluarga semata-mata bukan hanya memfokuskan pada orang-orang yang berkeluarga dan sedang meng­hadapi permasalahan, tetapi meliputi pendampingan anak-anak sejak usia dini, remaja, pra-nikah, keluarga usia muda, keluarga dengan berbagia tingkat usia perkawinan, keluarga/kawin campur, single parent sampai dengan pendampingan usia lanjut. Namun demikian pendampingan tersebut tidak hanya tanggung jawab TK Pendampingan Keluarga, namun menjadi tanggungjawab bersama (Dewan Paroki, Pengurus Wilayah/Lingkungan, Tim Kerja lain dan seluruh umat). Oleh karena itu TK Pendampingan Keluarga hendaknya senantiasa bekerjasama dengan berbagai pihak  untuk mencari kiat-kiat / startegi pendampingan supaya tidak hanya pada ‘mengatasi masalah’ tetapi juga pendampingan yang bersifat prefentif (pencegahan).

Pada kesempatan ini kita akan bersama-sama memahami lebih jauh salah satu pelayanan pendampingan keluarga yaitu kunjungan keluarga yang akan dilakukan oleh Tim Kunjungan Keluarga pada tahun 2012 dengan menggunakan metode Kunjungan Keluarga Dewan paroki (KKDP)

  1. A. Latar Belakang Kunjungan Keluarga Dewan paroki (KKDP)

Di dalam kitab suci, Allah melakukan kunjungan kepada umatNya melalui penjelmaan Yesus ditengah-tengah manusia (Luk 1:68). Maria mengunjungi Elisabeth dan saling memberikan berkat dan suka cita sebagai orang beriman (Luk 1 : 39-45). Tiga kali Santo Paulus mengadakan “kunjungan pastoral” (Kis 13-14;  15:36-18:22; 18:23-21:17).

Dalam tradisi “mudik” yang dilakukan pada hari libur tahunan dan mengunjungi saudara / teman yang sakit, melahirkan atau punya hajat merupakan sebagian contoh tradisi yang menunjukkan bahwa KUNJUNGAN  merupakan ungkapan PENGAKUAN Sebagai SAUDARA daldam tradisi.

  1. B. Tujuan Kunjungan Keluarga Dewan Paroki (KKDP)

Adapun tujuan dari KKDP antara lain :

–       Agar “Gembala” mengenal lebih dekat “domba-dombanya” (“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut aku”: Yoh 10:27).

–       Umat mengalami SAPAAN KASIH dan PENEGUHAN iman (terlebih umat yang jauh atau terpencil dan yang sedang mengalami kesulitan).

–       Dewan Paroki menemukan cara berpastoral yang tepat dengan mengetahui kondisi umat secara kongkrit.

–       Aspirasi UMAT bisa tersalur secara langsung kepada Dewan Paroki sebagai pengemban tugas Penggembalaan.

  1. C. Tim Kunjungan Keluarga Dewan Paroki (KKDP)

Yang melakukan KKDP adalah tim yang terdiri dari minimal adalah:

–       RAMA PAROKI: salah satu Rama yang berkarya di Paroki

–       Salah seorang anggota DEWAN HARIAN yang bukan Rama

–       Salah seorang anggota TIM PENDAMPING KELUARGA PAROKI

–       Salah seorang SUSTER atau BRUDER

–       Salah seorang dari unsur KAUM MUDA (Mudika)

Setiap Tim dipandu oleh salah seorang pengurus   Lingkungan untuk sampai di rumah umat yang dikunjungi

  1. D. Siapa saja yang dikunjungi oleh Tim Kunjungan Keluarga Dewan Paroki (KKDP) ?

Yang dikunjungi adalah SEMUA UMAT di Lingkungan yang sedang mendapat giliran KKDP, baik yang keluarganya semua katolik maupun campur, umat atau keluarga yang ‘bermasalah’ maupun yang ‘baik-baik’, umat atau keluarga yang rajin ke gereja maupun yang jarang-jarang ke gereja. Pada waktu dikunjungi, semua anggota keluarga yang menjadi penghuni rumah diharapkan bisa berkumpul.

  1. E. Apa yang terjadi pada saat kunjungan ?

–       Saling memperkenalkan diri antara yang mengunjungi dan yang dikunjungi.

–       Saling berbicara mengenai hal yang relevan untuk dibicarakan.

–       Saling berbagi pengalaman di antara yang mengunjungi dan yang dikunjungi, sehingga terjalin relasi yang akrab.

–       Pembicaraan diakhiri dengan DOA BERSAMA dan BERKAT oleh Rama. Dalam doa tersebut keluarga diberi kesempatan untuk menyampaikan ujud doa mereka.

  1. F. Kapan waktu berkunjungan ?

–          Sebulan sekali, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Tim Kerja Pendamping Keluarga bersama Rama Paroki, salah satu Lingkungan mendapat giliran KKDP.

–          Lingkungan yang akan dikunjungi pada bulan yang bersangkutan, jauh hari sebelumnya sudah diberitahu sehingga pengurus Lingkungan bisa mengatur jadwal.

–          Kunjungan dimulai pukul 16.00 dan sedapat mungkin berakhir sebelum pukul 22.00.

–          Dalam suatu kesempatan kunjungan, satu Tim berkesempatan mengunjungi antara 10 sampai 15 rumah.

–          Lama berkunjung di tiap rumah diusahakan hanya sekitar 15 menit.

  1. G. Bagaimana KKDP dipersiapkan ?

–          Rama dan Tim Pendamping Keluarga Paroki bertemu untuk menentukan jadwal kunjungan. (sebaiknya jadwal kunjungan bisa dibuat dalam satu semester)

–          Jadwal tersebut disampaikan kepada para ketua lingkungan yang akan dikunjungi.

–          Ketua lingkungan bersama pengurus lingkungan mengadakan rapat untuk mempersiapkan KKDP di lingkungannya dengan menyusun jadwal kunjungan antara lain :

–          Mendapatkan kejelas dari awal ada berapa Tim yang akan melakukan kunjungan.

–          Merencanakan masing-masing Tim mendapat “jatah” mengunjungi berapa KK dalam kunjungan pada hari tersebut.

–          Menetapkan di mana tempat transit pertama, menetapkan urutan keluarga yang dikunjungi, di mana tempat “istirahat pertama” (sekadar minum dan snack) dan “istirahat kedua” (untuk makan malam) bagi tiap Tim.

  1. H. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam KKDP

–          Keluarga yang dikunjungi TIDAK PERLU menyiapkan hidangan, selain keluarga yang sudah ditunjuk oleh pengurus Lingkungan.

–          Susuai dengan latar belakang dan tujuan KKDP, maka kunjungan tidak bersifat supervisi  ‘turba’atau ‘sidak’

Bila diperlukan Tim akan melakukan pencatatan guna melakukan ‘pemetakan’ dalam rangkan pengembangan kegiatan pastoral, atau bila ada keluarga yang sedang mengalami permasalahan khusus yang memerlukan untuk ditindaklanjuti.(Ags)