Hari Pertama Tahun 2012 banjir, KARINA Sragen langsung merespon

banjirTenggak (LENTERA) –  Hari pertama di tahun Baru 2012, Minggu (01/01) Kabupaten Sragen diwarnai dengan hujan deras yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB . Penyebaran hujan cukup merata di eks Karesidenan Surakarta, meliputi Kab. Sragen, Karangnyar, Kota Surakarta, Wonogiri dan Klaten. Sekitar pukul 19.00. Jembatan Grompol yang merupakan perbatasan kab. Sragen dan Karanganyar mulai tergenang air sampai bahu jalan. Hingga Jalan utama Solo – Surabaya tersebut tidak dapat dilalui kendaraan. Pukul 20.00. Jembatan Mungkung, kec. Sidoharjo,, Kab. Sragen sudah tidak dapat dilalui oleh kendaraan.apun. Ribuan kendaraan terjebak macet. Jalur macet total karena banjir di Jembatan Mungkung dan juga di Jembatan Grompol..

Dinihari Senin (02/12) pukul 01.00. banjir mulai surut kendaraan yang melintasi jalur utama Solo – Surabaya sudah bisa melintas.  banjir menggenangi daerah bantaran sungai Bengawan Solo. Meluas hingga menggenangi areal persawahan. Ternyata banjir pun juga mulai merendam Wilayah Sragen bagian utara, khususnya di kawasan sekitar bengawan Solo

Senin pagi, pukul 06.00 WIB KARINA Sragen berinisiatif melakukan ER dengan menggunakan perahu karet. 7 pelampung, 7 dayung yang dikordinasi oleh Sdr. Veru Effendi dkk).  Sekitar pukul 07.00 WIB KARINA Sragen melakukan koordinasi (Sdr. Putut Heru N, Sdr. Veru Efendi, Sdr Budi, dan sejumlah relawan dr desa terdampak). Sekitar pukul 08.00 WIB  Posko KARINA Desa Tenggak mendirikan posko pengungsian. (Bpk. Djumbadi dkk) dan juga Posko KARINA di Gawan juga dibuka untuk berkoordinasi menampung bantuan bagi para korban banjir.

Menjelang siang pukul 12.00 WIB Posko KARINA Sragen mengadalan pertemuan dengan Tim PSE Paroki Sragen (Bp. Witono) membahas rencana KARINA Srage dan Tim PSE paroki untuk membantu banjir. Kemudian  Tim PSE bekerjasama dengan Tim Karina Sragen memberikan bantuan sembako tahap pertama, berupa: 1 kwintal beras, 20 dus mie instant, 12 botol kecap, 60 botol minuman mineral 1 literan, minyak goreng 1 liter. Mulai pukul 14.00 WIB Bantuan telah diterima 2 posko Karina. Posko Tenggak diterima bpk. Djumbadi dan Posko Gawan oleh Ibu Rosalia. Kedua posko tersebut mendirikan dapur umum untuk melayani warga terdampak.

Assesment dilakukan menghasilkan rekomendasi sementara: Posko Tenggak membutuhkan: Terpal plastic untuk mengamankan dapur umum dan tempat pengungsian sementara, jumlah warga terlayani sekitar 750 orang, sembako untuk mendukung dapur umum. Sedangkan Posko Gawan membutuhkan: Sembako untuk mendukung dapur umum, obat2an batuk, demam, flu dan obat sakit kulit, obat diare.

Tim KARINA Sragen pun sempat datang mengunjungi dan memantau ke rumah-rumah penduduk yang tergenang banjir dengan menggunakan perahu karet. Warga terdampak banyak yang belum bersedia mengungsi, karena mereka menjaga ternak dan berkeyakinan kalau banjir akan cepat surut. Sumur dan sumber air bersih tidak dapat digunakan.

Perkembangan selanjutnya sekitar pukul 19.00  Info yang diterima, banjir mulai surut dibeberapa tempat. Cuaca cerah. Dari relawan Gawan meberitahukan kalau Waduk Gajahmungkur di Wonogiri masih memadai, karena baru menampung separuh dr kapasitas maksimal. Posko KARINA Tenggak menjadi tempat kunjungan berbagai instansi pemerintah untuk mendapatkan info terbaru. (PMI, Dinkes, Kecamatan, Kelurahan, dari puskesmas ada yg piket jaga). Hari Selasa (03/01) banjir yang menggenang beberapa desa sudah mulai surut, namun warga diharapkan tetap waspada, karena cuaca di musim penghujan sewaktu-waktu bisa terjadi banjir kembali.(PH)