Beriman Mendalam dan Tangguh

berdoaOleh: Yustinus SW – Sebuah pernyataan yang sungguh luar biasa bagi umat beriman, khususnya umat Katolik Keuskupan Agung Semarang. Termasuk di dalamnya umat paroki “Santa Perawan Maria De Fatima” di Sragen.  Luar Biasa karena hal tersebut nyata diharapkan, dicita-citakan, diinginkan , menjadi salah satu tujuan Gereja, tidak hanya Gereja lokal, tetapi juga Gereja Universal.  Bahkan setiap umat beriman apapun keyakinan atau agamanya, terlebih sebagai lembaga (institusi) atau pribadi yang punya panggilan dan perutusan terkait upaya pemberdayaan “Umat Beriman”, semua secara pribadi, ataupun bersama dan kelembagaan sudah dapat dipastikan berusaha dengan segala daya untuk mewujudkan bagi setiap penganutnya / umatnya untuk dapat memiliki “Iman yang mendalam dan tangguh”. Demikian juga dampak yang ditimbulkan dalam kehidupan bersama di dunia ini.

Bagi kita umat Allah Keuskupan Agung Semarang ungkapan tersebut semakin nyata rumusannya dalam ARDAS KAS Tahun 2011 – 2015 pada alenia ke dua. Di sini dikatakan “ungkapan tersebut semakin nyata” karena disadari sebagai sebuah tujuan, harapan ataupun sesuatu yang dicita-citakan telah sejak lama hal itu diupayakan bahkan sejak manusia mengenal yang disebut agama atau lebih tepatnya iman.  Setidaknya ada 4 pertanyaan permenungan;

1.  Apa yang dimaksudkan dengan “beriman mendalam dan tangguh”?

2. Mengapa harus “beriman mendalam dan tangguh”?

3. Bagaimana mewujudkan iman atau suatu insan yang “beriman  mendalam dan tangguh”?

4. Bagaimana mengetahui iman seseorang yang “mendalam dan tangguh”, sebagai ukuran (penilaian) upaya mewujudkannya berhasil!

Beriman mendalam dimaksudkan sebagai iman seseorang yang sungguh dewasadan matang dalam pemahaman, pengertian atau pengetahuan tentang imannya dan sungguh dewasa dan matang dalam kebijaksanaan penghayatan imannya di hidup keseharian baik secara pribadi, di tengah keluarga, paguyuban ataupun masyarakat. Segala perilaku kehidupannya terinpirasi dan termotivasi oleh imannya.

Beriman yang tangguh dimaksudkan iman seseorang yang sungguh kuat, tak terpengaruh oleh apapun dan siapappun sampai kapanpun dalam keadaan bagaimana­pun, karena itulah yang diyakini, itulah jalan hidupnya, karakter­nya, jalan keselamatannya. Bayangkan kalau kita masing-masing memiliki iman seperti itu? Kalau kita sudah sampai pada taraf iman seperti itu sebagai murid-murid Yesus, sebagai orang Katolik

Lantas mengapa harus “beriman mendalam dan tangguh”? Karena kita sadar kalau kita hidup di dunia ini dalam keberagaman, perbedaan menjadi sesuatu yang biasa walau tidak semua bisa menerima perbedaan sebagaimana apa adanya atau bahkan sebagai “karunia”.   Banyak paham, keyakinan, kepercayaan ataupun agama, diakui atau tidak masing-masing menebar pengaruhnya lewat caranya masing-masing.

Begitu banyak godaan, tawaran yang menggiurkan baik melalui harta benda, jabatan, karier, pekerjaan, lawan jenis (perkawinan) yang sungguh menguji dan menantang iman seseorang.Dan kita hidup di dunia nyata ini, bukan di dunia impian.  Kita hidup di tengah fakta kehidupan yang nyata dimana korupsi, Kolusi dan Nepotisme masih begitu mewarnai kehidupan.  Dimana keadilan, kesejahteraan dan kedamaian masih jauh dari harapan, masih harus terus menerus diperjuangkan bersama dengan tekun.

Jangan sampai diri kita masuk dalam jebakan, terhayut dalam godaan yang menyebabkan iman kita luntur, hancur, tergadaikan, hidup jauh dari Tuhan.  Iman yang mendalam dan tangguh menjadi modal dasar bagi Gereja untuk berkiprah di kancah kehidupan bermasyarakat, menjadi modal utama menjadi Gereja yang signifikan dan relevan di tengah masyarakat.

Maka menjadi sangat penting bagi Gereja untuk memiliki / mewujudkan iman yang mendalam dan tangguh.   Lantas bagaimana caranya? Hal tersebut harus menjadi kesadaran, tantangan, gerakan, panggilan dan perutusan setiap warga Gereja! Baik secara pribadi, bersama sebagai keluarga ataupun paguyuban.  Baik sebagai awam maupun hierarki bekerja bersama dan bekerjasama dengan strategi yang cerdas, bagaimana­pun caranya didukung dengan segala potensi, talenta yang ada sebagai anugerah Tuhan.  Anda dapat terlibat, silahkan apapun pilihan anda dan bagaimana caranya! Yang penting  “Yesus Kristus sebagai sumber inspirasi dan motivasi” Supaya sungguh iman mewarnai karakter seseorang dan dapat diwariskan, kuncinya terletak pada teladan dan pembiasaan (Habituasi).  Maka disini letak pentingnya “Orangtua” atau mereka yang lahir lebih dulu untuk dapat menjadi teladan dan membiasakan nilai-nilai iman pada generasi penerusnya. Allahlah yang memulai pekerjaan baik dan kita yakin Allah pula yang akan menyelesaikannya, melalui anda sekalian yang percaya pada Allah dan memiliki hati untuk Allah!  Maaf, anda punya?

Segala upaya untuk mewujudkan iman yang mendalam dan tangguh, sungguh akan kelihatan hasilnya dan tidak sulit untuk mengetahuinya kalaupun seseorang atau kita tidak  sampai menjadi Santa atau Santo.  Cukuplah kalau kehadiran sesorang atau kita dirindukan, karena setiap kehadirannya membawa damai, membawa pen­cerahan, membawa manfaat, membawa pertobatan, bagian dari solusi, ada  pengampunan, ada cinta kasih sejati di hatinya yang memancarkan “Kristus” sang terang sejati yang menjadi­kan kita masing-masing menjadi Gereja yang Signifikan dan Relevan.   Bagaimana dengan anda?  Semoga …

Selamat Natal 2011 dan Selamat Tahun Baru 2012. Berkah Dalem !!***