Umat Katolik Sragen Antusias Sambut Masa Prapaskah

rabu abuSidoharjo, Sragen, LENTERA – Tak terasa umat Katolik sudah memasuki masa Prapaskah yang dimulai dengan perayaan Rabu Abu. Seluruh umat Katolik di dunia merayakan Hari Rabu Abu untuk memulai pertobatan selama 40 hari dengan puasa dan pantang yang akan berpuncak pada Hari Raya Paskah, Minggu (08/04). Begitu pula dengan umat di Paroki Sragen pun juga berduyun-duyun datang ke Gereja Paroki maupun Kapel-kapel.

Abu yang digunakan pada Hari Rabu Abu berasal dari daun-daun palma yang telah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya yang telah dibakar. Setelah Pembacaan Injil dan Homili abu diberkati, abu yang telah diberkati oleh gereja menjadi benda sakramentali. Imam memberkati abu dan mengenakannya pada dahi umat beriman dengan membuat tanda salib dan berkata, “Ingat, engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu,” atau “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.”

Perayaan Ekaristi Rabu Abu Rabu sore di Gereja Maria Assumpta Sidoharjo, Sragen, Rabu (22/02) pukul 16.30 WIB dipimpin oleh Romo Yohanes Ari Purnomo,Pr. Tema Misa Rabu Abu Paroki Sragen tahun ini adalah “Bertobatlah dari lubuk hati yang terdalam.” Diluar dugaan umat yang hadir sangat banyak, meski sebelumnya juga sudah 2 kali Misa Rabu Abu diadakan di Gereja Paroki Sragen.Bahkan saking sesaknya sebagian umat yang tidak bisa masuk didalam duduk di luar dengan bangku cadangan yang dikeluarkan oleh pengurus Gereja Wilayah Sidoharjo.

Dalam homilinya, Romo Ari mengungkapkan bahwa Rabu Abu adalah awal masa Prapaskah bagi umat beriman Katolik. Masa Prapaskah adalah masa pantang dan puasa sebagai bentuk pertobatan sebelum merayakan Paskah. Pada hari rabu Abu, segenap umat beriman akan ditandai dengan abu di dahinya sebagai lambing bahwa hidup kita ini rapuh dan berdosa. Kita ini berasal dari abu dan akan kembali kepada abu. Oleh karena kerapuhan diri kita ini, kita diajak untuk sungguh bergantung pada Tuhan. Pertobatan adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan dan memiliki hati baru yang terarah kepada Tuhan. Sebagaimana terungkap dalam bacaan Injil saat hari Rabu Abu, kita diajak untuk memiliki hati yang bersih dalam melaksanakan ibadah puasa, berdoa dan juga dalam hal memberi derma. Hati yang bersih itu timbul dari kecintaan kita terhadap Tuhan yang telah lebih dahulu mencintai kita. Selamat memasuki Prapaskah dengan hati yang tulus dan semangat yang berkobar-kobar untuk mengikuti Dia dengan semakin peduli serta berbagi untuk sesama.

Sebelumnya Misa Rabu abu juga telah dilaksanakan  di Gereja Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen sebanyak dua kali, yakni Selasa sore dan Rabu pagi. Selain itu Misa Rabu Abu juga diadakan di Wilayah Masaran, Wilayah Tanon, Wilayah Jenawi. Melihat banyaknya umat yang datang membludak di berbagai tempat ini menandakan bahwa umat Katolik di Sragen sangat antusias menyambut masa prapaskah dengan pertobatan dari hati yang terdalam.(dn)