Rekoleksi Paguyuban Karawitan Pamulih Asih

paJenawi (LENTERA) – Setelah hampir 2 tahun warga Paguyuban Karawitan Pewarta­­an memakai nama Pamulih beberapa tahun sebelumnya, Sabtu/Minggu 25/26 Februari 2012dibawah pimpinan Bp.F.Prastowo melakukan perjalanan Wisata Rohani dan menyelenggarakan satu acara yang dikemas secara sederhana namun tidak mengurangi arti dan makna­nya, yaitu mempererat tali persaudaraan dan kekeluarga­an bersama Umat Katolik di Gereja Animasi Wilayah Jenawi.

Acara ini diikuti hampir semua warga Paguyuban ini, berangkat secara bersama sama dari halaman Gereja Paroki Santa Perawan  Maria di Fatima Sragen. Sesampai di lokasi, rombongan diterima secara kekeluargaan oleh Bp. Petrus Widarto selaku Ketua Wilayah yang sungguh terasa hangat. Setelah doa Pembuka yang dipimpin oleh Ibu Nanik Huparti, dan sekedar ramah tamah, acara dilanjutkan dengan berlatih karawitan sampai acara makan malam bersama. Seusai makan malam, latihan dilanjutkan lagi, kali ini disertai paduan suara bersama umat di wilayah Jenawi sampai sekitar jam 21.00.

Setelah doa malam yang dipimpin oleh Bp. Padiyatman, acara dilanjutkan dengan Evaluasi dan sharing mengenai hal-hal yang menyangkut langkah-langkah ke depan yang perlu ditempuh demi kemajuan Paguyuban. Dari semula Paguyuban ini mengacu pada prinsip Pelayanan Pewartaan yang bersifat Nirlaba, dan demi untuk memperoleh Legimitasi dari Dewan Paroki, yang selama ini masih belum diperoleh., maka selanjutnya sepakat untuk mengganti nama Paguyuban ini menjadi “KIDUNG MARIA FATIMA PATIMURA KALIH”. Kepengurusannya diringkas menjadi :

Pelindung Romo Paroki
Pembina Dewan Paroki
Pembimbing Bp. E. Sigit Suwandi

Ibu Ch. Nanik Huparti

Ketua Bp. F. Prastowo
Sekretaris Bp. Fx. Sunarwan Sukowati
Bendahara Ibu R. Pudjiati Wienarno

Ibu T. Sri Wuryastuti Tristanto

Keesokan harinya rombongan bersama pengrawit dan umat di Wilayah Jenawi mengikuti Misa Wilayah yang dipimpin oleh Rm. Yohanes Ari Purnomo, Pr dilanjutkan makan bersama. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan Pengarahan oleh Romo yang merumuskan bahwa Gereja adalah kita yang mengimani Kristus, yang tergabung dalam satu komunitas. Disampaikan juga bahwa di Paroki kita ini cukup banyak paguyuban dengan bentuk yang bervariasi, yang semuanya Asih, meskipun dalam melakukan karya pelayanan sudah dimulai merupakan bagian dari Gereja, sebagai sarana untuk lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama umat. Dan yang lebih esential adalah sebagai Paguyuban Kategorial, maka sangat berpotensi untuk melakukan Evangelisasi.(Nrw)