Retret Guru Katolik se-Kevikepan Surakarta

TWTawangmangu (LENTERA) – “Ditarik-tarik, ga mau datang….Didorong-dorong, ga mau maju… Itulah sepenggal syair lagu yang dinyanyikan pada Retret Guru Katolik (baik SD dan SMP) se-Kevikepan Surakarta di Rumah Retret Santa Maria Tawangmangu, Sabtu (18/02) – Minggu (19/02) yang diselenggarakan oleh KOMDIK (Komisi Pendidikan) Kevikepan Surakarta.

Kegiatan yang mengambil tema “Penyegaran Hidup Rohani sebagai dasar Menggarami Masyarakat” ini dipandu oleh Bruder Nicolaus. Dengan gayanya yang khas dan lucu Bruder menyampaikan materi diselingi lagu-lagu dan beberapa permainan beserta refleksinya. Bruder Nicolaus menekankan bahwa apapun yang kita lakukan dan harapan yang akan kita capai hendaknya selalu ingat ‘Sejarah’, supaya niatan dan harapan itu selalu terbangun pada diri kita untuk mencapainya.

Jumlah peserta yang ditargetkan panitia sebanyak 75 orang dari 7 wilayah (Klaten, Boyolali, Surakarta, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo dan Wonogiri), namun hanya terpenuhi 30 orang (kurang dari 50 %).  Dari Sragen sendiri mengirimkan 7 orang terdiri dari 5 guru SMP dan 2 guru SD. Hal ini menjadi catatan bagi kita, sesungguhnya umat Katolik yang berprofesi guru banyak manun mencari 75 orang yang mau terlibat ternyata bukan hal mudah. Ditarik, gak mau datang….didorong ga mau maju. Ada apa dengan guru? Itulah pertanyaan yang muncul. Mudah-mudahan masa prapaskah ini membawa perubahan bagi para guru khususnya dan insan pendidikan pada umumnya untuk semakin beriman mendalam dan tangguh di tengah-tengah masyarakat.

Kegiatan Retret Guru Katolik ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi Syukur yang dipimpin oleh Romo Sunaryadi, Pr.

Pada kesempatan tersebut,  panitia menginformasikan bahwa Komdik Kevikepan Surakarta akan menggelar Kegiatan Misa Syukur bagi guru dan karyawan pendidikan se-Kevikepan Surakarta pada tanggal 08 Juli 2012 nanti. Misa tersebut akan dipimpin oleh Uskup Agung Semarang: Mgr. Pujasumarta. Keikutsertaan para guru dan karyawan pendidikan dari wilayah Sragen sangat  dinantikan. Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita dalam usaha kita menjadi guru yang beriman mendalam dan tangguh. (Anna)