APP Sebagai Ibadat

faith-worship-god-jesusOleh: C.Dwi Atmadi – Ber – APP sebagai ibadat berarti menghayati beberapa unsur  dasar yang ada, baik dalam gerakan APP (Aksi Puasa Pembangunan) dan ibadat. Unsur-unsur dasar tersebut ialah: persaudaraan, rekonsiliasi dan damai sejahtera. Pengertian ketiga unsur dasar tersebut sebagai berikut:

Persaudaraan

Persaudaraan merupakan unsur dasar yang harus diperjuangkan dalam gerakan APP sebagai ibadat. Persaudaraan merupakan unsure dasar pertama yang harus dimiliki oleh setiap murid Kristus dalam ber-APP. Itu berarti memperjuangkan kebersamaan dalam cara hidup dan pelayanan. Kebersamaan merupakan ungkapan communio, persatuan dan kesatuan dalam peribadatan

Dalam perjuangan APP sangat ditekankan pentingnya membangun kebersamaan dalam jaringan kerjasama dengan siapa saja yang berkehendak baik untuk membangun kehidupan, kesejahteraan dan keselamatan. Seperti tertulis dalam Dokumen KV II yang menyatakan: “Seperti Allah telah menciptakan manusia bukan untuk hidup sendiri-sendiri, tetapi untuk membentuk kesatuan social, demikian pula Ia! Berkenan … menguduskan dan menyelamatkan manusia bukan sendiri-sendiri, tanpa hubungan apapun satu sama lain, melainkan Ia berkenan menjadikan mereka satu umat, yang mengakuai Dia dalam kebnaran dan melayani Dia dengan suci (bdk. LG 2c dan AA 19a).

Rekonsiliasi

Unsur dasar yang kedua adalah kesediaan membangun rekonsiliasi dalam hidup dan pelayanan. Hidup dan pelayanan baik dalam peribadatan maupun dalam ber-APP. Rekonsiliasi yang dimaksudkan di sini adalah pemberesan hubungan dengan Tuhan, sesama dan semesta melalui ulah tapa, pemurnian dan pembaharuan yang terus menerus. Karena “Gereja merangkum dalam pengakuannya sendiri orang-orang berdosa. Gereja adalah suci, tetapi sekaligus harus senantiasa dibersihkan, terus-menerus menjalankan tobat dan pembaharuan” (LG 8). Perwujudan pertobatan dilaksanakan dalam persiapan menyambut pesta kebangkitan Tuhan. Pesta kebangkitan Tuhan pada hari Paskah dipersiapkan melalui permenungan-permenungan da-lam  peribadatan yang menghantar umat mencapai penyesalan atas kekurangan, kelemahan dan dosa dan menerima rahmat pengampunan dari Tuhan dan kesediaan untuk memulai hidup baru sebagai putra-putri Allah.

Damai Sejahtera

Sikap dasar yang ketiga adalah kesediaan untuk diutus mewartakan damai sejahtera Tuhan dalam dunia dan masyarakat dalam berkat perutusan  di peribadatan. Perutusan ini menekankan tugas untuk membangun dunia dan masyarakat baru. Sedangkan dalam ber-APP sangat diperhatikan buah tobat yang harus diperjuangkan dalam hidupdan pelayanan seperi yang dikatakan oleh para Bapa Konsili: Ulah tapa pemurnian dan pembaharuan yang berkiblat pada Dia yang akan datang yaitu Kerajaan Allah sebagai pemenuhan segala-galanya membawa sikap baru terhadap Tuhan, sesama dan semesta di dunia kini.

Dengan kata lain ikut membangun dunia baru yaitu langit baru dan bumi baru. ”Harapan kita akan Kerajaan Allah bagaimana pun juga tidak boleh mengurangi tetapi harus memperbesar keinginan kita untuk memperbaiki dunia ini, di mana keluarga manusia baru sedang membentuk diri (GS 39).

Sikap dasar tersebut di atas yaitu keterlibatan setiap murid Yesus dalam ber-APP berarti mewujudkan  peribadatan dalam kehidupan nyata. Kesediaan untuk berbagi pengalaman dalam ber-APP yang memperjuangkan kesejahteraan berarti mengambil bagian dalam peribadatan yang sejati dengan melayani mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel.

Penutup

Cita-cita umat beriman dalam gerakan APP sebagai ibadat adalah mempromosikan gerakan membangun  huibungan dengan Allah dan sesama secara mesra dan aktual. Baik dalam melakukan peribadatan maupun dalam ber-APP yang mengarah kepada gerakan sosial kemasyarkatan melalui aksi solidaritas. Gerakan promosi ini selaras dengan apa yang diperintahkan oleh Guru dan Tuhan kita, yaitu “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka  melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Mat 28: 19-20)

Pewartaan Injil ini adalah pewartaan kabar gembira kepada yang miskin, terlantar, sakit dan telanjang. Pewartaan Injil intinya adalah pewartaan pertobatan yang harus dilakukan setiap orang yang ada di muka bumi ini, supaya dunia ini menjadi Kerajaan penyembuhan, damai, kebenaran, dan keadilan. Semoga. ***

( dari berbagai sumber)