Katolik Sejati Harus Peduli & berbagi

P_B2.Oleh: D. Supardi – Tema APP (Aksi Puasa Pembangunan) 2012 menindaklanjuti tema APP tahun 2011 lalu, yaitu “Inilah Orang Katolik Sejati.” Kerangka Dasar APP 2012  KWI adalah “Mewujudkan Hidup Sejahtera.”

Tema besar ini dirancang untuk 5 tahun ke depan sampai 2016.

Tema-tema tersebut adalah:

Tahun 2012: Panggilan Hidup dan Tangguang Jawab

Tahun 2013: Menghargai Kerja: Kerja itu suci

Tahun 2014: Belajar sepanjang Hidup

Tahun 2015: Pola Hidup Sehat dan berkelanjutan

Tahun 2016: Hidup pantano menyerah: Tekun, ulet dan sabar

Paskah adalah Karya Keselamatan Allah

Paskah bagi orang Kristiani adalah perayaan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Maka kebangkitan Yesus berarti kemenangan atas maut, kemenangan atas dosa, manusia diselamatkan. Itulah yang dirayakan pada Hari Paskah. Gereja merayakan karya keselamatan Allah bagi mansuia, Allah yang membebaskan manusia dari dosa.

Dalam hati kecil kita bertanya: Apa perbedaan Paskah jaman sebelum Yesus dengan Paskah yang dirayakan umat Kristiani saat sekarang?

Paskah sebelum Yesus yaitu Paskah Yahudi yang mengenangkan dan mensyukuri karya Allah, membebaskan Israel dari perbudakan Mesir. Sedangkan Paskah Kristiani adalah merayakan karya Allah yang membebaskan manusia dari perbudakan dosa melalui wafat dan kebangkitan Kristus.

Karya Allah membebaskan Israel dari perbudakan Mesir menjadi semacam pralambang dari karya Allah membebaskan manusia dari dosa. Maka masa Prapaskah merupakan retret agung bagi seluruh umat, untuk kemudian memperbaharui janji baptis pada malam Paskah. Mempersiapkan Paskah berarti mempersiapkan pengikhraran kembali kemauan untuk hidup sebagai murid-murid Kristus.

Dalam mempersiapkan dari menyambut Paskah ada dua hal:

  1. Ajakan untuk bertobat yaitu ajakan untuk meninggalkan manusia lama untui menjadi manusia baru.
  2. Merenungkan apa arti hidup baru sebagai anak-anak Allah.

Dua hal inilah yang pantas direfleksikan umat Kristiani dalam mempersiapkan Paskah. Gerakan APP pada dasarnya mau mengkonkritkan supaya pertobatan itu tidak hanya bermakna personal, tetapi bermakna sosial dengan jalan berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Rabu Abu

Masa prapaskah ditandai dengan Rabu Abu dimana umat ditandai dengan abu didahinya, hal ini merupakan simbol pertobatan yang dipakai sejak dalam perjanjian lama yaitu ketika orang Ninive mendengar pewartaan Yunus. Raja Ninive  dari singasana mengenakan kain kabung dan duduk di atas abu (Yum 3:6). Jadi abu merupakan tanda pertobatan. Abu juga mengingatkan bahwa manusia dicptakan dari debu, dan akan kembali ke debu. Maka perayaan Rabu abu mengantar umat Kristiani ke pertobatan laku tapa dan mati raga yang akan dilalui selama 40 hari. Masa prapaskah umat Katolik juga melaksanakan puasa dan pantang. Puasa dan pantang itu juga merupakan lambang pertobatan.

Ada macam-macam makna yang dapat direnungkan dari puasa dan pantang. Puasa dan pantang berarti keberanian untuk mengekang diri dan mengarahkan diri kepada Tuhan. Puasa dan pantang dapat juga menjadi tanda soalidaritas dengan mereka yang menderita. Puasa dan pantang juga dapat diartikan sebagai ikut merasakan penderitaan Kristus sendiri.

Perayaan Paskah sangat menonjolkan perayaan iman, mulai Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah. Suasana perayaan iman sangat kuat. Pada perayaan Paskah yang harus mendapat tekanan adalah pembaharuan diri, pembaharuan hiup. Maka perayaan Paskah  yang penting bukan gebyarnya, tetapi maknanya dalam pembaharuan hidup.

Menyinggung tema APP tahun 2012: Katolik Sejati harus peduli dan berbagi.” Apakah hal ini sudah terimplementasi dalam hidup umat sehari-hari? Hal ini akan ditandai kesejatian orang Katolik tampak dalam imannya yang mendalam dan tangguh, tidak mudah goyah oleh macam-macam tantangan dan rintangan. Imannya yang mendalam dan tangguh ini juga dia tampakkan baik dalam ibadah dan kepekaan sosail yang diwujudjab rela berbagi kepada sesama terlebih kepada KLMTD, sehingga mereka merasakankasih yang diberikan sebagai tanda ungkpan syukur yang dikaruniakan oleh Tuhan dan kita boleh berbela rasa kepada mereka. Maka menjadi orang Katolik Sejati yang peduli dan berbagi bukan masalah teori, tetapi masalah konkret, yaitu masalah hidup sehari-hari.

Retret Agung

Paskah dipersiapkan dengan prapaskah, yaitu Retret Agung selama 40 hari di tengah kesibukan harian. Maksudnya ialah umat diajak untuk merenung, menghayati kebaikan Tuhan untuk memulihkan kehidupan yang rusak karena dosa kepada keututhannya kembali. Tahun ini kita diajak untuk menghayati kejujuran dalam bekerja dan peduli kepada kebahagiaan orang lain dan siap berkorban diri demi kepadulian untuk berbagi kepada sesama. Paskah perlu dipersiapkan dengan retret agung sudah barang tentu pertobatan batin menjadi tujuan bagi persiapan Paskah yang ideal. Pertobatan  batin itu hendaknya terwujud berupa kembalinya jati diri dan sekaligus panggilan hidupnya sebagai citra allah.

Ada beberapa pokok yang bisa kita renungkan dari:

Kisah para Rasul 4:32-37

  1. Kekhasan hidup para pengikut Yesus adalah sehati dan sejiwa tidak mementingkan diri sendiri – solidaritas (tidak seorangpun yang berkata bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri)
  1. Buah dari cara hidup seperti itu adalah keadilan dan jika ada keadilan tentu ada kesejahteraan.
  1. Kekhasan hidup pengikut Yesus bisa kita adopsi dan kita wujudkan di jaman ini yaitu semangat solidaritas, mau berbagi kepada yang lain.
  1. Solidaritas dan berbelarasa mempunyai nilai-nilai kemanusiaan dan iman yang akan tampak nyata dalam kehidupan ini semakin hari diwarnai kehidupan Kristiani yang sejati ynag peduli dan berbagi.