Rekoleksi Lektor: “Firman Tuhan adalah Dasar Pelayanan Lektor”

lektorJenawi (LENTERA) – Selama 2 hari, Sabtu (17/03) – Minggu (18/03) Tim Kerja Lektor Paroki Sragen mengadakan Rekoleksi di Wisma Animasi Jenawi & Gereja Wilayah Santo Yulius Jenawi. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari Program Kerja yang telah direncanakan oleh Tim Kerja Lektor Paroki Sragen dalam rangka usaha meningkatkan kualitas para Lektor di Paroki Sragen.

Rekoleksi ini merupakan pembinaan untuk membangkitkan semangat kinerja para lektor baik secara mental, moral, spiritual sehingga menjadi lektor/lektris yang handal dan militan dalam mewartakan sabda Tuhan.

Rekoleksi yang mengambil tema: “Firman Tuhan adalah Dasar Pelayanan Lektor” diikuti 115 orang perwakilan dari 48 lingkungan yang ada di paroki Sragen. Pemberi materi ini adalah Tim dari Paroki Kartasuro yang dikoordinasi oleh Sdr. Hadi Wijaya. Selain itu juga diisi oleh Romo Robertus Hardiyanta, Pr dan juga Romo Yohanes Ari Purnomo, Pr

Acara dimulai dengan dinamika kelompok. Sesion 1, Romo Ari mengajak peserta menyaksikan film proses manusia, kemudian sharing bersama. Pesan yang disampaikan adalah Lektor yang ada ini ibarat embrio yang harus berkembang melalui proses dengan banyak berlatih dan dibina.

Malam harinya diadakan Jalan Salib untuk menunjukkan militansi iman di halaman area gereja Santo Yulius Jenawi. Peserta dibagi menjadi 10. Satu demi satu kelompok mengikuti proses jalan Salib. Peserta diajak merenungkan sengsara Yesus Kristus dan turut merasakan penderitaan dalam tiap perhentian mulai dari jalan jongkok, memanggul salib bambu bersama-sama dengan mata ditutup kain, merangkak, ngesot hingga merayap. Di akhir jalan salib peserta diajak masuk dalam ruangan dimana Romo menunggu membasuh kaki peserta sebagai simbol totalitas pelayanan seperti yang diteladankan Yesus Kristus, kemudian peserta diberi kesempatan mengungkapkan perasaan apa yang membebani hidup masing-masing.

Minggu paginya peserta diajak berolahraga dan terapi. Makan pagi bersama pun menjadi berkesan karena nasi dan sayur ditempatkan di atas daun pisang yang diatur memanjang sebanyak 25 lembar daun pisang yang utuh. Kebersamaan dan kesederhanaan benar-benar sangat terasa.

Session ke-2 diisi oleh Romo Hardiyanta, beliau mengungkapkan bahwa Lektor merupakan komunikator dan juru bicara Tuhan. Berdasarkan PUMR-28 (Pedoman Umum Misa Romawi), Alkitab dibaca tidak boleh dikurangi atau ditambah. Sedangkan doa boleh ditambah/dikurangi. Mikrofon merupakan kunci keberhasilan Lektor dalam menjalankan tugas.

Di akhir rekoleksi para peserta mengelompok sesuai wilayah masing-masing dan mencari nama pelindung sesuai nama yang ada di Alkitab serta memilih Ketua. Hasil pemilihan ketua-ketua kemudian berdiskusi untuk membentuk pengurus dan pelindung lektor paroki.(ISS)