Pembinaan & Paskah Bersama Guru Agama Katolik 6 Kabupaten

guruWidoro (LENTERA) – Menindaklanjuti Program Kerja Paguyuban Guru Agama Katolik se-Kevikepan Surakarta,  maka diadakan Pembinaan & Perayaan Paskah bersama para Guru Katolik se- Kevikepan Surakarta. Kali ini Sragen bertindak sebagai tuan rumah (untuk yang akan datang dilaksanakan Boyolali). Pembinaan & Perayaan Paskah bersama para Guru Katolik se- Kevikepan Surakarta ini dilaksanakan Kamis (12/04) bertempat di Rumah Makan Roso Joyo Sragen

Pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar meski acara begitu padat, sementara waktu yang tersedia cukup singkat. Peserta yang hadir adalah para Guru Agama Katolik dari 6 Kabupaten (Sragen, Wonogiri, Karanganyar, Klaten, Boyolali dan Sukoharjo). Panitia Sragen merasa lega karena sukses  melaksanakan acara sesuai dengan rencana. Sebagai tuan rumah, Panitia Sragen memang  berupaya agar kegiatan ini berjalan baik dan lancar sehingga tidak mengecewakan rekan-rekan dari Kabupaten lain yang hadir.

Acara ini diisi dengan perayaan ekaristi dan juga diskusi bersama. Adapun Narasumber yang hadir adalah Romo Vikep Surakarta: Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr; Romo Paroki Sragen: Rm. Robertus Hardiyanta, Pr dan Bp. Sukaryadi (atau lebih dikenal dipanggil Bp. Gandung) dari Pembimas Katolik Kanwil Jateng .

Pada kesempatan itu, Romo Budi (Vikep Surakarta) dengan enjoy memberi beberapa pertanyaan kepada Bp./Ibu Guru yang cukup mengusik dan membuat suasana jadi penuh tawa. Yakni seputar hubungan dengan keluarga antara suami/istri. Apakah ada yang punya PIL/WIL? Kita melihat tidak hanya dari luarnya saja, tetapi juga kepribadiannya sebagai Bp./Ibu guru agama Katolik yang harus mampu menjadi figur yang pantas dicontoh terutama  di lingkup keluarga dulu.

Sedangkan Romo Hardi menyampaikan pentingnya pewartakan Injil yang menarik karena itu merupakan kewajiban Bapak/Ibu Guru Agama Katolik dalam mewartakan. Bagaimana kita bersaksi sebagai orang yang mengimani Yesus ada 2 hal: (1)Kebenaran & kejujuran. Kejujuran merupakan harga mati. (2). Kedisiplinan, pewartaan iman adalah mewartakan dari apa yang kita hayati diri kita sendiri sehingga kehadiran Kristus yang bangkit mengubah hidup kita dari habitus lama menjadi pioner, tiang penyangga dalam hidup kita.

Bapak A. Sukaryadi (Bp. Gandung) memberikan kesempatan kepada Bp./Ibu guru menyampaikan isi hati/unek-unek permasalahan yang dihadapi sampai saat ini sehubungan dengan tugas dan pelayanannya. Dari masing-masing kabupaten ada yang mewakili. Dari peserta Karanganyar menanyakan tentang Buku Pegangan Guru Agama Katolik, buku apa yang bisa dipakai? Pak Gandung menyarankan tidak memaksa. Para guru dipersilahkan memilih, bisa memakai buku yang lama, tetapi akan bagus jika sudah memakai yang baru.

Ada peserta dari Kabupaten lain menanyakan tentang pengangkatan Guru Agama Katolik, ternyata dari Kabupaten masing-masing berhak mengangkat Guru Agama Katolik jika membutuhkan, jadi tidak harus dari pusat.

Sedangkan pertanyaan dari para Guru Sragen tentang bagaimana mengurus impasing bagi guru yayasan, apa yang harus dilaksanakan jika Guru Agama Katolik ijasahnya tidak relevan? Pak Gandung menjawab mengenai impasing sudah sejak bulan Nopember 2011. Kalau ada perintah sewaktu-waktu bisa mengusulkan, sedangkan tentang Guru Agama Katolik yang ijasah tidak sesuai paling tidak harus sekolah/ kuliah lagi melalui PMS.

Acara ini berlangsung sampai pukul 14.00 WIB dan diakhiri dengan makan siang. Terima kasih untuk Panitia dan para Guru Agama Katolik yang hadir dalam acara ini. Untuk acara berikutnya Boyolali yang akan bertindak sebagai tuan rumah.(RSG)