Buah-buah Firman

pastorOleh: V.Sri Murdowo – Ketika umat Tuhan mengayun langkah menuju ke gereja, dan ketika doa doa terpanjatkan, maka tak seorangpun tahu apa yang tersirat di dalam dada. Dalam keheningan yang panjang, terbersit satu niat untuk semakin dekat dengan Dia sang kasih sejati, mengucap syukur atas segala rahmat dan anugerahNya. Namun diluar semua itu, pengalaman mengikuti Ekaristi memiliki arti nilai nilai iman, sejarah, kesan, kenangan dan seribu satu makna bagi masing masing pribadi.

Sobat wanita terkasih, kalau kita mau sharing dan bertukar pengalaman tentang hal hal yang sudah penulis sampaikan, wah rasanya seru dan mengasyikkan lho. Bagaimana tidak , ketika mengikuti misa atau perayaan ekaristi, setiap pribadi tentu memiliki penilaian dan pengalaman tersendiri. Dari awal sampai akhir, pasti ada bagian bagian tertentu yang bisa membuat kita terkesan. Sebagai contoh, ada sebagian umat yang menyukai penampilan paduan suara yang kompak dan bagus, sebagian lagi ada yang tertarik dengan lektor, misdinar , solis, organis , ataupun secara khusus pada homili Romo .

Dengan gaya bahasa yang baik, menarik, sedikit diselingi humor serta materi yang mudah diterima umat , ditambah penampilan fisik yang enak dipandang, sungguh ini adalah hal yang wajar kalau umat memiliki penilaian tersendiri pada beliau. Maka alangkah indahnya apabila dalam perayaan ekaristi, semua unsur penunjang bisa terpenuhi atau mampu ditampilkan secara sempurna. Nah itu keinginan kita, akan tetapi alangkah naifnya apabila kita mengharapkan semua bernilai sempurna, karena kesempurnaan adalah milik Bapa yang bertahta didalam surga. Kita adalah umatnya yang diberikan kebebasan dan usaha untuk bisa memberikan penampilan dan pelayanan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama.

Ibu-ibu yang mengasihi dan dikasihi Tuhan, dalam sebuah kesempatan, penulis pernah mengikuti misa disalah satu kota di luar pulau Jawa. Aneh memang, karena ada beberapa bagian yang tampak berbeda dibandingkan tata cara perayaan misa khususnya di Jawa. Satu hal yang paling menarik adalah pengumpulan kolekte, dimana umat maju satu persatu memasukkan (ada juga yang melemparkan) uang ke dalam wadah terbuka, bahkan sebagian uang ada yang tercecer di lantai.

Seketika konsentrasi penulispun sedikit buyar, untungnya tak seorang¬pun yang tahu tentang hal ini. Inilah yang membuat penulis jadi merenung, namun dalam refleksi yang panjang itu akhirnya penulis menemu¬kan jawaban¬nya pula. Ingat akan firman Tuhan yang baru saja disampaikan oleh Pastor (disana tidak dipanggil Romo) tentang kisah Maria dan Marta . Dari kisah tersebut, penulis belajar untuk mencari benang merah, bahwa dalam berekaristi, sejatinya kita ingin menyatukan diri dengan Tuhan, mendengar setiap firmannya dengan hati yang bersih,serta niat yang tulus. Perhatian kita hendak¬nya tertuju pada Tuhan, bukan pada hal hal kecil, apalagi yang berhubungan dengan jasmani (keinginan daging). Sejak saat itu penulis banyak sekali memiliki pengalaman iman yang

Indah dan beragam. Selagi mampu dicerna, semua pengalaman itu penulis rangkai dalam bentuk tulisan, dan buah¬nya adalah karunia Tuhan serta talenta untuk bisa berbagi pengalaman dengan pembaca setia melalui LENTERA, dan tak terasa tahun ini sudah memasuki tahun ke dua puluh dua. Terkadang membaca kembali edisi per edisi, semenjak LENTERA kita berpenampilan sederhana, bahan bahan bersahaja, hingga akhirnya bisa sampai seperti sekarang ini, penulis jadi tersenyum. Ada rasa rasa bangga, haru dan juga puas.

Puji Tuhan, semuanya terjadi karena kehendakMu jua, maka inilah sedikit kesaksian yang bisa penulis sampaikan, dengan harapan bahwa firman Tuhan sungguh bisa menjadi jalan , penuntun, penopang dan air hidup yang harus selalu kita syukuri, kita hayati dan kita terapkan dalam hidup sehari hari, sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan kasihNya yang terus mengalir tanpa berkesudahan. Nah …, buah buah firman apa saja yang sudah anda terima ? Mari kita saling berbagi.

Sobat terkasih,….. sekian dulu bincang bincang kita dalam edisi kali ini, selamat berkarya di ladang Tuhan, dan semoga setiap karya dan pelayanan kita benar benar bisa menjadi berkat bagi sesama. Salam kasih untuk orang orang yang berada di samping anda semua. ***

G O D B L E S S Y O U ….