Makna tinggal di dalam Kristus

Oleh: C. Dwi Atmadi – “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidJesus Christak dapat berbuat apa-apa”. Yohanes 15:5

Sebuah ranting pohon anggur tidaklah memiliki kemampuan untuk berbuah. Yang perlu dilakukan ranting itu hanyalah tinggal di dalam pokok anggur sehingga dengan sendirinya ia akan menghasilkan buah. Kita tidaklah memiliki kemam¬puan untuk meng¬hasilkan buah. Bagian kita hanyalah melekat¬kan diri pada Kristus maka dengan sendirinya hidup kita akan berbuah berlimpah-limpah.

Pusat Perhatian

Banyak pekerja Kristiani yang memusatkan diri pada pekerjaan mereka, padahal seharusnya mereka memusatkan perhatian pada Allah. Seorang pekerja Kristen yang tidak memusatkan diri pada Allah cenderung akan terlalu dibebani oleh pekerjaannya. Padahal sama seperti ranting pohon anggur, kita hanya perlu tinggal dalam pokok kita yaitu Kristus. Tanggung jawab kita hanyalah tetap melekat pada Kristus maka dengan sendirinya hidup kita akan berbuah. Bila kita telah menemukan rahasia tentang tinggal atau melekat dalam Kristus ini maka kita tidak lagi akan merasa terlalu dibebani oleh tugas-tugas pelayanan, sebaliknya justru hidup kita akan dipenuhi sukacita dan damai sejahtera oleh Roh Kudus.

Banyak pekerja Kristiani yang bermaksud melayani Allah dengan ketabahan yang besar dan motif yang benar tetapi tanpa memiliki persekutuan yang akrab dengan Allah, mereka akan segera dikalahkan. Pada awalnya pelayanan mereka mungkin kelihatan berhasil di mata manusia tetapi buah yang mereka hasilkan tidak akan bertahan lama. Pada akhirnya mereka akan mengalami kegagalan sebab mencoba menghasilkan buah dengan kekuatan sendiri. Yang lebih tragis lagi tidak sediki pelayan Tuhan yang keluarganya berantakan akibat mereka lebih memfokuskan diri pada pelayanan bukan pada Tuhan.

Rahasia Kekuatan Kita

Salah satu jerat yang menjerumuskan kita sebagai pekerja Kristiani adalah hasrat untuk memperoleh keberhasilan rohani. Yesus mengingatkan para murid-Nya yang berhasil mengusir roh-roh jahat demi namaNya agar mereka jangan bersukacita karena roh-roh itu takluk kepada mereka, tetapi bersukacita karena nama mereka ada terdaftar di sorga.

Seringkali yang membuat seorang hamba Tuhan mengalami kejatuhan bukanlah karena kegagalan melainkan karena keberhasilan. Ingatlah selalu bahwa kita ini hanyalah sepotong ranting yang tidak bisa berbuat apa-apa bila terpisah dari Kristus. Di luar Dia kita tidak bisa berbuat apa-apa sehingga jangan pernah membanggakan keberhasilan pelayanan/pekerjaan kita. Biarlah kita memberikan segala kemuliaan hanya bagi Allah sebab segala sesuatu itu dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia. ***

(dari berbagai sumber)