Penyegaran dan Temu Kangen Marriage Encounter Sragen (ME-Sra)

Foto0463[1]Paroki Sragen (LENTERA) – Komunitas Marriage Encounter Paroki Sragen (Komunitas ME-Sra), Minggu (20/05) telah menyelenggarakan pertemuan para pasutri yang tergabung dalam komunitas ME, bertempat di Aula SMP Saverius Sragen. Tujuan pertemuan antara lain: Temu kangen, penyegaran dan pemilihan koordinator ME paroki.

Dalam pertemuan kali ini selain dihadiri oleh sekitar 32 pasutri komunitas ME Paroki Sragen, juga dihadiri oleh rombongan pasutri dari ME Jogja selaku Koordinator dan Tim ME Distrik III (Jogja-Solo Magelang).

Dalam sambutan pembukanya, pasutri Harso-Tutik selaku koordinator ME-Sra menyampaikan kebahagiaannya bisa ber¬temu kembali dengan para pasutri ME-Sragen dan pasutri Tim ME dari Jogya. Pasutri Harso-Tutik juga berharap bahwa segala bentuk kegiatan ME bisa membawa pasutri mengalami pertumbuhan komunikasi dan relasi yang lebih baik. Untuk itu pada kesempatan reorganisai/pemilihan koor¬dinator ME paroki Sragen nanti diharapkan pasutri-pasutri ME muda bisa meneruskan dan meningkatkan kerjasama dalam mengembangkan komunitas ME Paroki Sragen.

Rm. Robertus Hardiyanta Pr dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebenar-nya relasi / komunikasi suami-isteri sungguh menarik untuk dijadikan model komunikasi, walaupun tidak sedikit pasutri yang datang untuk berkonsultasi di saat relasi mereka sudah memburuk. Tema-tema yang diangkat dalam kegiatan komunitas ME bisa membuat para pasutri semakin saling mengukuhkan kepasutrian mereka dimana relasi pasutri selalu mengalami pasang surut. Maka komunitas ME diharapkan bisa me¬ngembang¬¬¬kan sayap dan mampu menjadi wadah para pasutri untuk meningkatkan kualitas relasi/komunikasi pasutri.

Tema penyegaran disampaikan oleh Pasutri Wardi-Susi (Tim ME Ditrik III Joglolang) dengan tema:“Mengenang Per¬juangan dalam Menghayati Nilai-nilai Weekend ME”.

Penyegaran diawali dengan refleksi penghangatan dimana pasutri diajak untuk mengingat satu peristiwa yang membuat relasi mereka menjadi dekat. Dari pertanyaan refleksi tersbut lalu para pasutri Lalu diajak mengungkapkan perasaan (ketika mengenang peristiwa tersebut) mereka kepada pasangan¬nya masing-masing. Pasutri Wardi-Susi melanjutkan penyegaran dengan mengajak pasutri untuk bernostalgia ketika pasutri mengikuti weekend, menulis refleksi & dialog dan kesungguhan/keterlibatan peserta weekend. Tim juga menyampaikan sharing¬nya ketika mengikuti weekend ME, gejolak mengikuti weekend ME, suka duka dalam menghayati nilai-nilai weekend ME dan dampak manis dalam berelasi selama menghayati nilai-nilai weekend ME.

Penyegaran tersebut ditutup dengan refleksi bersama yaitu : “apa yang dapat aku lakukan agar ME-Sra dapat lebih ber¬kembang ?” Untuk menanggapi refleksi tersebut, para pasutri diberi kesempatan untuk mengungkapkan harapan dan masukan untuk perkembangan komunitas ME-Sra. Harapan-harapan tersebut antara lain agar dilakukan pertemuan seluruh pasutri ME-Sra minimal 1 tahun sekali untuk penyegaran dan temu kangen, agar dilakukan pertemuan rutin minimal 2 bulan sekali bagi pasutri ME-Sra yang ingin lebih menghayati nilai-nilai weekend ME untuk meningkatkan kualitas relasi kepasutrian, agar dilakukan sosialisasi perihal komunitas ME kepada pasutri lain.

Setelah penyampaian harapan dan usulan para pasutri, kemudian pasutri diajak bersama-sama untuk melakukan pemilihan koordinator ME paroki Sragen (KORMEP Sragen). Dan hasil pemilihan yang dilakukan secara tertutup telah terpilih KORMEP Sragen yang baru yaitu Pasutri Agus-Nofi.

Dalam sambutannya, pasutri Agus-Nofi menyampaikan bahwa harapan dan masukan dari para pasutri ME-Sra merupakan harapan bersama untuk melihara dan meningkatkan relasi/komunikasi pasutri, merupakan tugas bersama pasutri ME-Sra, untuk itu Pasutri Agus-Nofi mengajak para pasutri ME-Sra untuk bersama-sama mewujudkannya.(AS)