Pertemuan Prodiakon:Pemahaman Jati Diri & Spritualitas

lektorJenawi (LENTERA) – Bulan Juli ini, pada Minggu (15/07) para Prodiakon Paroki Sragen berkumpul di Gereja Santo Julius Jenawi. Mereka mengadakan pendalaman tentang Jati diri dan spiritualitas prodiakon.

Hadir sebagai narasumber Romo Robertus Hardiyanta, Pr. Disampaikan oleh beliau bahwa pemahaman tentang jati diri dan spiritualitas prodiakon agar para Prodiakon semakin mantab melaksanakan tugasnya. Beliau mengatakan topik ini terlambat disampaikan sebab masa bakti prodiakon paroki periode 2010-2012 menjelang berakhir. Namun masih ada baiknya untuk persiapan pemilihan prodiakon periode 2013-2015 yad.

Meski yang hadir hanya 25 prodiakon, Romo Hardi menegaskan bahwa prodiakon haruslah orang yang senantiasa mengolah batin dengan doa, baca kitab suci, mengikuti ekaristi sebagai sumber kekuatan dan inspirasi. Misalnya dikatakan bahwa sebaiknya prodiakon mengikti perayaan ekaristi terlebih dahulu sebelum mengirim komuni kepada umat yang memerlukan. Bila prodiakon lupa jadual bertugas mingguan membantu imam menerimakan komuni berarti prodiakon melalaikan tugas pokoknya.

Dalam pertemuan itu ada tanya jawab dan tanggapan. Jadi pertemuan semakin hidup dan menunjukkan dinamikanya. Dalam pertemuan itu Romo Hardi menjelaskan bahwa nanti setelah diajukan oleh lingkungan Romo Paroki hendak bertemu dengan calon prodiakon yang diajukan secara empat mata, sehingga Romo Paroki memiliki hubungan dan pandangan yang kurang lebih cukup untuk mempertimbangkan pencalonannya. Tugas prodiakon selanjutnya adalah menerangkan Sabda yang telah dibacakan. Jadi sebaiknya Prodiakon belajar bagaimana menyampaikan homili kepada umat. Ini butuh latihan yang cukup banyak agar ada persiapan yang cukup.Jadi memang harus ada komitmen dari prodiakon untuk terus-menerus belajar. Agar semakin mantab menjalankan tugasnya.(atmadi)