Rekoleksi – Reuni Alumnus STP-IPI Malang Di Solo

DSCN0500Tawangmangu (LENTERA) – Apalah artinya sebuah ide bagus jika berhenti sebuah ide. Meski hanya bermodal keberanian dan niat yang kuat dari beberapa alumnus untuk mengadakan Rekoleksi-Reuni Alumnus Th. 2009 STP-IPI Malang di Solo dan ini adalah pertama kali reuni dapat dilaksanakan setelah mendapat dukungan dari Ketua umum Perkapas Nasional yaitu Bp. Drs.Kasyimirus Kawi, M. Th. dan Pastor Paroki Sragen, Romo Robertus Hardiyanta, Pr. yang notabene pernah mengajar di STP-IPI Malang di Solo. Kemauan beberapa alumnus dari pemrakarsa yaitu Mbak Rosa, Mas Ageng dkk, itu semakin membara.

Rekoleksi-Reuni dilaksanakan hari Sabtu, (06/07) – Minggu, (07/07) bertempat di Rumah Retret Santa Maria Desa Ngunut RT. 04 /06 Tawangmangu.. Rekoleksi–Reuni diikuti oleh peserta alumnus tahun 2009 sebanyak 24 orang dan alumnus tahun 2004 sejumlah 1 orang dan Alumnus Tahun 2006 ada 2 orang. Dari pasangan suami istri 4 orang, jadi jumlah peserta sebanyak 31 peserta.

Hari pertama acara diisi dengan pembukaan, laporan panitia dan pembagian tugas. Malam harinya dilanjutkan dengan pemberian materi dari Romo Robertus Hardiyanta, Pr (yang dulu pernah mengajar di STP- IPI Malang di Solo) dengan materi yang cukup heboh dan menggelitik.Yaitu tentang “Menjadi Katekis Yang Militan, Bagaimana Itu?” Bisa disimpulkan bahwa alumnus STP –IPI Malang di Solo yang hadir waktu itu mendapat tantangan sekaligus peneguhan. Perkembangan Gereja sangat tergantung pada peran guru agama Katolik/Katekis. Gereja adalah kita semua, tidak hanya Pastor. Pastor tidak bisa bekerja sendiri untuk melayani umat. Tugas pastor semakin banyak. Pastor sangat mengharap¬kan kerja sama dari guru agama/Katekis. Gereja akan menjadi besar jika para alumnus berhasil membentuk sebuah gebrakan/paguyuban dengan cara mau berjejaring dengan alumni-alumni STP- IPI Malang lainnya. Melalui media modern, seperti: email, facebook dan BBM. Sebelum mengakhiri materi, Romo Robertus Hardiyanta, Pr menyumbangkan suara emas¬nya. Suasana makin seru dan hangat, meski cuaca di Tawangmangu dingin.

Setelah selesai presentasi dari Romo, dilanjutkan dengan sharing tentang peran alumnus STP- IPI selama ini yang dipandu Bp. Drs. Kasymirus Kawi, M.Th. Yang jelas sharing mengenai semua peran dari alumnus di gereja maupun masyarakat. Dari sharing ini terungkap suka duka duka para alumnus dalam karya mereka. Mengapa seorang Pastor di jaman sekarang masih berpola Pastor sentris. Kurang memanfaatkan SDM guru agama/katekis dengan baik. Pelayanan dapat dilakukan dimana saja tidak hanya di gereja. Beberapa usulan harus ada perubahan seputar paradigma, Pastor Paroki harus mau menggunakan alumnus STP-IPI. Selain itu para alumnus SIP-IPI diharapkan mau menerima semua tugas dari Sekolah. Ada juga usulan agar para alumnus STP –IPI semua menjadi Prodiakon. Peran guru agama alumni STP-IPI baik di Gereja maupun di masyarakat sangat dibutuhkan.

Dari beberapa sharing tersebut akhirnya dapat disimpulkan bahwa ini merupakan tantangan-tantangan bagi para alumnus untuk hidup menggereja “Bagaimana kita sebagai alumnus mampu menghadapi dengan baik?” bahwa gereja itu adalah kita semua bukan Romo.

Hari berikutnya materi dari Bp. Drs Kasymirus Kawi, M.Th. tentang peran Alumnus STP – IPI Malang di gereja dan masyarakat masa kini. Beliau memberikan gambaran dan penjelasan tentang apa itu STP – IPI Malang, siapa yang mendirikan, kapan dan untuk apa, bagaimana perkembangannya dalam gereja dan masyarakat sampai kini, bagaimana kiprah para alumnus, quo vadis alumnus STP – IPI Malang? Materi ini sungguh menggugah hati para alumnus. Terutama tentang bagaimana tanggung jawab terhadap perkembangan STP – IPI ke depannya, bagaimana peran kita selaku alumnus STP – IPI Malang baik di gereja maupun di masyarakat. Ini sungguh menjadi PR bagi para alumnus. Sebelum diakhiri Bapak Drs. Kasyimirus Kawi, M. Th. memberikan 5 pertanyaan yang harus dijawab dan para alumnus sangat antusias, kemudian dikumpulkan.

Dari pertemuan rekoleksi–reuni akhirnya sepakat membentuk paguyuban yakni PERKAPAS (Persatuan Katekis Pastoral Indonesia) di Jawa Tengah khususnya di Solo dan menyusun kepengurusan. Agenda setiap tahun mengadakan Rekoleksi-Reuni. Tahun 2013 akan menjaring semua Alumnus mulai dari Th. 2004 – 2011 dengan acara dan suasana yang berbeda dengan persiapan yang lebih matang lagi.(RSG)