“Pergulatan Hingga Merdeka yang Sejati”

Oleh: C. Dwi Atmadi – Merdeka dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti bebas. Terbebas dari penjajahan, perhambaan, dan sebagainya. Ada pula artinya yang lain yaitu tidak terkena, terlepas dari tuntutan, tidak terkait, atau tidak bergantung kepada orang lain, maupunbk pihak tertentu.

Namun yang ingin saya bagikan kepada anda disini adalah makna yang sebenarnya dari kata “Merdeka” menurut pandangan saya sendiri, yang mungkin akan sedikit berbeda dengan pemahaman kalian tentang merdeka..

Indonesia adalah negara yang merdeka. Tepat di tanggal 17 Agustus 1945, presiden pertama bangsa ini telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Tapi apakah kemerdekaan yang telah digapai oleh negara kemudian menjadi kemerdekaan suatu bangsa seutuhnya? Menurut saya tidak.

Kata merdeka menjadi begitu absurd, ketika berkali-kali melihat pemberitaan di media massa tentang adanya berbagai bentuk penindasan terhadap suatu kelompok maupun individu. Seperti halnya penindasan yang dilakukan oleh kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas, yang kuat terhadap yang lemah, yang besar terhadap yang kecil, kaum elit terhadap non-elit, ataupun militer terhadap sipil.

Bukan hanya di Indonesia, tapi pada belahan dunia mana pun bisa saja saat ini sedang terjadi hal yang sama. Mungkin hal tersebut disebabkan karena kurangnya kesadaran atau pemahaman tentang adanya Hak Asasi Manusia, atau karena tuntutan dari bermacam kepentingan, sehingga meng-harus¬kan terciptanya suatu penindasan.

Oleh sebab tindakan-tindakan penindasan yang tidak pernah berakhir tersebut, membuat saya berpikir bahwa pada hakekatnya kemerdekaan dari setiap individu atau manusia adalah fiktif. Sesuatu yang tidak ada dan takkan pernah ditemukan di dalam hidup. Manusia selalu saja terjajah oleh kebutuhan, keinginan, hasrat, nafsu dan masalah-masalah lainnya. Bahkan bisa dikatakan, manusia pun terjajah oleh perutnya sendiri. Itulah sebabnya saya beranggapan bahwa hidup ini bukanlah pilihan, tetapi perjuangan. Perjuangan dalam hidup tidak akan pernah berakhir selama seseorang masih bernafas dan jantungnya masih berdetak. Jadi menurut saya, merdeka adalah titik akhir sebuah pencapaian dari segala bentuk perjuangan dalam hidup. Merdeka hanya akan tercapai ketika seseorang itu berhenti bernafas dan beristirahat untuk selamanya. Untuk itu, arti merdeka yg sebenarnya, menurut saya adalah kematian. karena dengan mati, manusia akan benar-benar terbebas dan terlepas dari segala bentuk penjajahan.

Menyambut HUT RI ke-67

Dan sekarang kita memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-67. Itulah gambaran kehidupan orang percaya, pada waktu kita percaya kepada nama Tuhan Yesus, masih terlalu banyak pola kehidupan kita terus terjajah. Sehingga firman Tuhan membuka jalan supaya kita sungguh-sungguh mengalami kemerdekaan. Jika masih ada yang belum sungguh-sungguh, Tuhan mau kita semua mengalami kemerdekaan itu. Bukan lagi dijajah oleh kuasa iblis, dijajah oleh karakter-karakter yang jelek, dan nafsu-nafsu jahat. Dan Tuhan mau kita mengalami benar-benar kemerdekaan sejati, karena Dia segera datang untuk menjemput kita. Apa yang harus kita lakukan?

a. Berdiri teguh : Galatia 5:1a: “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh…” Waktu saya baca dan dengar ayat ini, saya ingat ada ayat di mana merupakan gambaran dua macam orang Kristen yang terdapat di dalam Matius 7:24-27, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Di dalam Yakobus 1:25 mengatakan: “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdeka¬kan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya”.

b. Jangan mau dijajah lagi: Galatia 5:1b: “…dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”. Saya mengutip dari ayat ini “jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” menjadi “jangan mau dijajah lagi” supaya jangan mau lagi diperhambakan oleh dunia. Iblis punya target utama dan tujuan utama untuk kita yaitu supaya kita jatuh ke dalam dosa. Sehingga firman Tuhan katakan iblis seperti singa yang mengaum-ngaum. Ia berkeliling sepanjang hari (24 Jam) untuk mencari celah/lengah, bila ada celah segera masuk membuat porak-poranda. Saya ingatkan supaya hari-hari ini lebih waspada, jangan beri sedikit pun peluang. Sebab segala macam cara/pola ada hipno terapi, hipno marketing, dll. Orang percaya hidup bukan kuat gagah kita, tetapi karena Roh Kudus yang memampukan di dalam menghadapi segala masalah.***

(dari berbagai sumber)