Makna Sebuah Kemerdekaan

Oleh: V.Sri  Murdowo Hidup  ini adalah sebuah  pilihan, dimana setiap manusia  mempunyai  hak untuk menentukan arah dan langkah yang akan diambil !  Nah,… ibaratnya kita sedang jalan jalan kesebuah pusat perbelanjaan atau swalayan, maka banyak sekali  hal hal yang bisa dilakukan.


love-merah-putih

Ibu- ibu serta sahabat wanita terkasih dalam Kristus, dalam sebuah kesempatan, dimana anak anak sekolah sedang libur panjang, seorang bapak dan putri kecilnya (sebut saja Nuri ) tampak tengah  asyik berbelanja. Si anak yang baru duduk di kelas tiga SD tampak sangat gembira dan terkagum-kagum melihat suasana sekitar, apalagi kesempatan seperti itu sangat langka didapatkan! Hanya sesekali Nuri diajak ibunya berbelanja sayur di pasar tradisional, itupun tempatnya terbatas, dan pemandangannya juga kurang menarik. Di sana-sini tampak onggokan sampah dan aromanya pun membuatnya tak nyaman.

Kini Nuri merasa sangat bebas  berada di arena  yang sangat special dan nyaman , ia pun tak merasa gerah karena ruangannya luas serta  full AC! Sebentar-sebentar ia  berpindah tempat, mulai dari peralatan rumah tangga, pakaian, barang barang elektronik, mainan anak-anak, hingga tempat makanan dan minuman.

Dan ketika sampai pada toko buku, barulah gadis kecil itu menghentikan langkah. Ia  terlihat begitu betah berdiri dan berputar putar ditempati itu! Sudah  tak terhitung lagi berapa banyak buku yang sudah dibuka dan dibacanya, meski kadang buku itu tak sesuai dengan usianya! Seperti  autobiografi  tokoh-tokoh sejarah, politik, pakar ekonomi, kesehatan, musik, lingkungan hidup , agama, pengetahuan umum, dan sebagainya.

Yah,…. Nuri  tampak puas dan tersenyum simpul ! Ternyata hanya dalam hitungan jam saja, telah begitu banyak pengetahuan yang sudah didapatkan dengan cuma-cuma, hebatnya lagi Nuri mampu mengingat-ingat dengan baik apa yang sudah dibacanya itu. Maka bila sekolah­nya pulang awal atau mendapatkan waktu yang tepat, Nuri tak akan menyia- nyiakan kesempatan untuk kembali dan kembali lagi ketempat tersebut, walaupun jaraknya dari rumah sekitar lima kilometer.  Hasilnyapun tidak sia sia, Nuri semakin pintar dan menjadi anak yang pandai di kelasnya. Semester lalu, dari murid yang biasa, tiba- tiba ia muncul menjadi murid yang berprestasi! Para guru , orang tua, dan teman- temannya pun menjadi terheran-heran !

Ibu-ibu yang terkasih, kemerdekaan Nuri yang didapatkan sesaat , sungguh  menggugah akal pikiran kita semua.  Kemerdeka­an dan kebebasan bisa membuka ruang bagi siapapun untuk berbuat sesuai pilihan hidup, namun di satu sisi kemerdekaan  sering kali membuat kita lengah dan cepat berpuas diri !

Kemerdekaan yang telah diperjuang­k­an dengan susah payah seharusnya bukan menjadi target atau tujuan akhir, namun yang perlu dilakukan adalah bagaimana mengisi dan meneruskan proses kehidupan ini secara lebih maksimal? Kalau Nuri , si gadis kecil itu bisa memaknai arti kemerdekaan dengan sikap positif , lalu bagaimana dengan kita?

Baiklah ibu-ibu, penulis  merasa sangat berbangga hati,  karena sampai hari ini anda semua masih tetap menjadi pembaca setia LENTERA. Dan seiring dengan bulan Ramadhan & Idul Fitri, dimana saudara saudara kita umat muslim tengah menjalankan ibadahnya, kita tingkatkan rasa toleransi kita untuk tetap menghargai dan menghormati mereka dengan sikap kasih persaudaraan.

Kita secara khusus berdoa untuk Negara dan bangsa kita, agar di usia kemerdekaannya  yang ke 67 tahun, persatuan dan kesatuan semakin kokoh, aman,sejahtera dan maju dalam segala bidang. TUHAN  MEMBERKATI   …… Amin ! **