Reuni Mantan Pengurus & Aktivis Mudika 1965 s/d 2012

202669_3873069737462_184603602_oJenawi (LENTERA) – Misa Syukur Mudika Darwis bertempat di Gereja Animasi Jenawi, Rabu (22/08) pukul 10.00 WIB. Misa selebrasi ini dihunjukkan oleh 4 Romo yang pernah bertugas di Paroki Sragen, yakni Romo Petrus Sajiyana, Pr sebagai selebran utama dengan konselebran, Romo Andreas Budi Setya, Romo Yustinus Slamet Witokaryono dan Romo Yohanes Ari Purnomo, Pr.

Dalam nuansa lebaran para mantan aktivis mudika angkatan 1965 s/d 2012 ber­kumpul sekaligus liburan pulang kampung menghadiri acara temu kangen melepas kerinduan sesama aktivis mudika di masa silam. Berkat koordinasi pengurus Darwis yang berdomisili di Sragen dan dikuati oleh Romo Yatno, Romo yang pernah tugas di Sragen dan kini menjadi pengurus FKUB di Sleman, akhirnya terwujudlah acara ini.

Darwis adalah sebuah kata yang bukan kependekan dari kata bahasa Jawa ‘Modar yo Uwis’ atau “Sadar yo uwis.’ Kata Darwis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka, adalah penganut atau ajaran hidup, dimana orang sengaja hidup miskin sebagai jalan untuk mencapai kesempurnaan jiwa. Dalam tradisi Gereja Katolik, mereka biasa disebut dengan clerus (imam) dan rohaniwan (biarawan-biarawati). Oleh karena itu, seperti dalam Injil Matius 5:3, Tuhan Yesus menghendaki kita untuk menjadi miskin karena merekalah empunya Kerajaan Allah. Itulah yang dimaksud dengan kesejatian hidup beriman karena Allah adalah kasih. Jadi Darwis adalah wadah mudika yang tidak kaya materi, namun kaya hati (alias murah hati).

Walaupun yang memimpin Misa Romo Budi, namun keempat Romo diberikan kesempatan untuk memberikan homili. Romo Budi yang memiliki karakter humor menghimbau kepada anak-anak untuk Romo yang baik hati. Diisi dengan lagu anak dengan goyang jenakanya. Sedangkan Romo Sajiyana berpesan, ”Jadi orang Katolik harus melakukan 5 perkara : siji, sregep maca Kitab Suci, kaping pindo sembahyang Rosario, telu kudu melu misa pendhak Minggu, papat kudus wani tirakat, lima nomor siji teko papat dilakoni kanthi ikhlas lan tinarbuka salaras karo kersane Gusti kang Mahakuasa. Yang mengesankan dari Romo-romo adalah saat berbanyol ria hingga menjadikan suasana Misa semakin hangat dan marem.

Misa berakhir jam 12.00. Dilanjutkan sarasehan hingga pukul 14.30 WIB. Umat yang hadir kira-kira 400 orang termasuk umat tuan rumah yakni wilayah Jenawi yang telah mendukung dan membantu segala sesuatunya sampai terlaksananya acara temu kangen tersebut. Dari Peduli kasih umat uang terkumpul disumbangkan untuk membantu korban Merapi dalam rangka pembangunan rumah tinggal dan fasilitasnya.

Acara tersebut akan dijadikan agenda tahunan para mudika Darwis guna membangun keakraban dan solidraitas dalam peduli dan berbagi kepada saudara yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir serta difabel. Profisiat Mudika Darwis dan Berkah Dalem. (Tatik)