Perayaan Ekaristi bersama Mgr Pius Riana Prapdi

rianaParoki Sragen (LENTERA) –  Misa Sabtu Sore (18/08) di Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen menjadi istimewa, karena ekaristi dipimpin oleh Mgr. Pius Riana Prapdi yang baru saja ditunjuk Vatikan menjadi Uskup Ketapang. Misa tersebut dipimpin secara konselebran bersama Romo paroki Sragen: Rm.Robertus Hardiyanta, Pr dan Rm. Yohanes Ari Purnomo, Pr. Selain itu juga bersama Rm.Agustinus Suryonugroho, Pr dan Rm.Andreas Budi Setyo, Pr. Umat yang hadir mengikuti Misa sangat banyak memenuhi Gereja hingga meluber keluar gereja.

Mgr Pius Riana Prabdi, Pr dan Romo Agustinus suryonugroho, Pr pernah bertugas sebagai pastor pembantu di paroki Sragen selama  dua tahun. Sedangkan Romo Andreas Budi Setyo, pr adalah imam asal sragen. Kesempatan ini menjadi pengobat rindu umat paroki sragen kepada para romo yang pernah berkarya di Paroki Sragen.

Mgr Pius Riana Prabdi pada kesempatan itu menyampaikan 3 hal kepada umat Sragen. Yang pertama, mengucapkan provisiat karena di paroki Sragen telah tumbuh benih panggilan di kalangan kaum muda untuk menjadi imam dan suster. Beberapa tahun terakhir hampir setiap tahun ada kaum muda yang masuk seminari dan suster, hal ini pantas kita syukuri bersama.

Yang kedua adalah terima kasih, banyak pelajaran berharga yang ia dapat, karena panggilan imamatnya semakin berkembang dan dewasa saat berkarya di paroki Sragen selama dua tahun. Bagi beliau, paroki Sragen adalah cinta pertama karena disinilah pertama kali ia bertugas di paroki dan melayani umat, banyak nostalgia disini. Sebelumnya Romo Riana adalah staf pengajar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Yang ketiga adalah ajakan untuk tekun berdoa setiap malam. Saat hening adalah saat yang tepat untuk berkomunikasi dengan Tuhan. DOA adalah singkatan dari Didengar Oleh Allah.

Romo Riana juga berbagi refleksi diri seputar penugasannya menjadi Uskup Ketapang oleh Bapa Suci Paus Benediktus XVI yang tidak ia duga sebelumnya. Pada awalnya ia merasa tidak pantas, namun oleh Duta Vatikan di Indonesia, ia diberi keyakinan dan semangat hingga akhirnya mau menerima tugas tersebut.

Usai misa, rupanya menjadi ajang silahturahmi dengan umat Sragen, karena ada acara ramah tamah di pasturan. Sebenarnya bulan Oktober  yang akan datang, Romo Riana dijadwalkan memimpin Misa Penutupan Novena di Gua Maria Fatima Ngrawoh Sragen, namun akhirnya tidak bisa karena berhubung dengan penunjukannya menjadi Uskup Ketapang di Kalimantan. Akhirnya sebagai gantinya, sebelum berangkat tugas ke Ketapang, Kalimantan, beliau berkenan memimpin misa di Paroki Sragen pada hari tersebut.(dn)