Belajar & Beriman

alkitabOleh: V.Sri  MurdowoTak ada kata lelah untuk belajar, selagi seseorang mempunyai impian atau angan angan untuk bisa menjadi pandai. Istilah pandai bisa meliputi banyak hal, seperti pandai membaca, menulis, berhitung, menggambar, memasak, menari, menyanyi, main musik, olah raga, berdagang, berpolitik, berpidato, bergaul dengan semua lapisan masyarakat, dan seterusnya.

Namun apakah semua orang mau atau tertarik untuk membaca dan menekuni Kitab Suci ? Tentu saja jawabannya tak semudah membalikkan telapak tangan !

Ibu ibu serta sobat wanita yang terkasih,…sebagai orang awam, disadari atau tidak, terkadang kita merasa enggan untuk membaca Kitab Suci.  Pergi ke gereja dan membeli teks lembaran, itu sudah kita anggap cukup, bahkan ada juga yang merasa tak perlu, karena akan lebih afdol jika kita bisa duduk tenang dan mendengarkannya dengan sungguh sungguh.

Sementara ada beberapa dari umat yang sibuk berbisik bisik dengan teman disebelahnya, sehingga bacaan Kitab Suci dan homili Romo pun terlewatkan begitu saja ! Nah gambaran diatas, seyogyanya mampu mengusik hati nurani kita, terlebih kita sudah memasuki Bulan Kitab Suci Nasional Tahun 2012. Selain ikut bergabung dan aktif mengikuti  serasehan, kita mestinya dituntut untuk bisa berbuat lebih !  Tak perlu harus menjadi katekis, guru agama, prodiakon, atau bahkan menjadi biarawan biarawati, namun kita masing masing diharapkan mampu mengakrabkan diri, terlibat secara aktif, bagaimana sikap kita, keterbukaan hati kita dalam menanggapi sabda Tuhan tersebut. Mungkin terlalu sulit bagi kita untuk menelaah atau menafsirkan apa yang sudah tersurat dalam Kitab Suci.

Namun dengan keberaniaan kita untuk mengungkapkan segala sesuatu yang pernah kita alami serta berani mensharingkan kepada orang lain,   tanpa perlu takut dicibir atau ditertawa­kan, alias pede aja !  maka lambat laun kita akan mampu merasakan dan memahami betapa firman Tuhan itu benar benar hidup, setiap hari,.. setiap  saat … sejalan dengan nafas kehidupan kita masing masing!

Didalam Injil Matius 15 : 28, tertulis  “ Hai Ibu, besar imanmu maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki .” Bacaan diatas mungkin terkesan sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam !

Kita ini umat Allah, kita ini ciptaanNYA yang paling sempurna, kitapun tak mungkin bisa melakukan apa apa, betapapun kecilnya pekerjaan itu ! Sebaliknya jika kita gagal atau tak mampu melakukan sesuatu dengan berbagai alasan, kita harus tetap memiliki iman, selalu berusaha dengan sekuat tenaga, dan dengan iman yang teguh pula, kita yakin dan percaya Tuhan pasti menjawab apa yang kita mau dan kita mohon kepadaNYA. Ketika penulis tengah berhadapan dengan computer, diam diam terbayang wajah seorang ibu muda yang baru saja melahirkan diusia perkawinannya yang ke delapan. Dengan segala cara ia dan suaminya berupaya untuk   bisa mendapatkan keturunan, dan hari hari yang panjang serta melelahkanpun telah mereka lalui dengan senantiasa berpasrah diri kepada Tuhan. Dan dengan imannya pula, siibu akhirnya mampu menggapai asa, mampu mengandung dan melahirkan  si buah hati, anugerah Tuhan yang terindah, dengan penuh syukur dan suka cita !

Dengan belajar dan beriman,… pasti setiap pribadi akan dapat merasakan pengalaman spiritual  yang ber aneka macam ! Sekarang pertanyaannya, kalau selama ini kita enggan dan merasa acuh tak acuh menanggapi sabda Tuhan yang tertuang dalam Kitab Suci, lalu kapan kita akan memulai hari baru dengan semangat baru untuk belajar dan belajar mengakrabinya ? Nanti malam sebelum tidur, besok pagi, atau besoknya lagi ?  Ya sekarang saja, mau tunggu apa lagi ?  Kita pasti akan tahu dan merasakan, bahwa ssabda Tuhan selalu mengalir sebagai air kehidupan , apabila kita sudah tahu sedikit, pasti kita ingin tahu lebih banyak lagi ! Semoga !

GOD BLESS  !!***