Bersama Bunda Maria, Jiwaku Memuliakan Tuhan

maria

Oleh: Rm. Robertus Hardiyanta, Pr – Bulan Oktober tahun 2012 ini sarat dengan aneka peristiwa penting, baik dalam konteks hidup berparoki maupun  dalam konteks Gereja universal. Bulan Oktober adalah bulan rosario, bulan yang dikhususkan untuk memberi penghormatan kepada Bunda Maria dengan berdoa rosario maupun berziarah ke tempat-tempat yang dikhususkan untuk berdevosi kepada Bunda Maria. Pada bulan Oktober, kita umat paroki Sragen juga merayakan hari ulang tahun paroki ke 55, sekaligus merayakan Pelindung paroki: Santa Perawan Maria Di Fatima. Persis pada tanggal yang sama yang dipilih untuk merayakan hari ulang tahun paroki, yakni 14 Oktober 2012 bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia. Bulan Oktober tahun 2012 ini pula, yakni mulai tanggal 11 Oktober 2012 hingga 13 November 2013 kita memasuki Tahun Iman sebagaimana dicanangkan oleh Bapa Suci Paus Benedictus XVI.

Terus terang tidak begitu mudah menghubungkan aneka peristiwa penting itu dalam satu tema, apalagi merangkumnya dalam satu kalimat. Namun saya ingin mengajak pembaca untuk berfokus pada ulang tahun paroki ke 55 yang mengangkat tema: “BERSAMA BUNDA MARIA, JIWAKU MEMULIAKAN TUHAN”. Kalau mendengar kata MARIA, sebagai umat paroki Sragen, sudah semestinya kita langsung terfokus pada Santa Perawan MARIA yang menampakkan diri kepada ketiga bocah Di Fatima, Spanyol pada tahun 1917, pelindung paroki. Pesan Santa Perawan Maria Di Fatima itu yang ingin kita hayati dalam konteks hidup berparoki dengan segala dinamikanya.

Pesan atau ajakan Santa Perawan Maria yang menampakkan diri di Fatima secara ringkas dapat dirumuskan dalam 3 hal, yakni:

1.  Pertobatan

Dalam persiapan penampakan tahun 1916, Malaikat di Fatima telah meminta doa dan kurban silih bagi dosa dan bertobatnya orang-orang berdosa; dan pada tanggal 13 Oktober 1917, yakni pada penampakan terakhir, Santa Perawan Maria berpesan agar orang-orang berdosa mengubah hidupnya dan bertobat, serta memohonkan pengampunan bagi para pendosa. Orang-orang jangan lagi menghina Tuhan. Dosa-dosa dunia begitu besar, hingga karena dosa-dosa itulah banyak jiwa terseret ke dalam neraka. Maka orang-orang hendaknya bertobat. Bila manusia mau mengubah hidupnya dengan bertobat,  Tuhan pasti akan mengampuni.

Krisis iman, bahkan adanya cukup banyak orang yang meninggalkan imannya, itulah salah satu hal yang dirasakan sebagai keprihatinan Bapa Suci dengan menulis Ensiklik “Porta Fidei” (Pintu Gerbang Iman) dan mencanangkan tahun iman. Kita diajak untuk kembali memahami pokok-pokok iman sebagaimana diajarkan dalam Katekismus Gereja Katolik, makin memiliki hubungan yang intim dengan Allah dalam perayaan iman dan mewujudkan iman dalam kesaksian hidup dan tindakan kasih kepada sesama.

2.  Doa Rosario

Doa Rosario merupakan pesan utama yang disampaikan oleh Bunda Maria pada penampakan yang terjadi pada hari Minggu, 13 Mei 1917. Dalam penampakan saat itu Bunda Maria mengajak serta menganjurkan agar ketiga anak: Lucia, Francesco dan Yasinta selalu berdoa rosario sebagi silih bagi orang-orang berdosa. Dalam penampakan itu Bunda Maria terlihat membawa rosario dan berkata: “Teruskan berdoa rosariomu, berdoalah rosario dengan khidmat setiap hari untuk memperoleh perdamaian dunia!” Dalam penampakan pada tanggal 13 Juni 1917 Bunda Maria juga memerintahkan agar mereka berdoa rosario setiap haro. Pada penampakan tanggal 13 Juli 1917 di Cova da Iria yang disaksikan lebih dari lima ribu orang, sekali lagi Bunda Maria berkata: “Kamu semua harus berdoa rosario setiap hari untuk menghormati Bunda Rosario dan untuk mendapatkan perdamaian dunia dan berakhirnya perang dunia.”

3.  Kebaktian kepada Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda

Di Fatimalah untuk ketiga kalinya pesan untuk melakukan kebaktian kepada Hati Kudus Maria yang Tak Bernoda disampaikan. Pada penampakan kedua tanggal 13 Juni 1917, Bunda Maria berkata kepada Lusia: “Francesco dan Yasinta akan segera saya ambil, tetapi engkau harus tinggal lebih lama di dunia. Yesus ingin mempergunakan kamu untuk membuat agar aku lebih dikenal dan dicintai. Ia menghendaki untuk meluaskan dan menyebarkan ke seluruh  penjuru dunia kebaktiak kepada Hatiku tak Bernoda. Barangsiapa melakukan itu, akan mendapat rahmat ilahi secara istimewa.”

Adapun penghormatan kepada Hati Bunda Maria Tak Bernoda dalam pelaksanaannya menyerupai kebaktian kepada Hati Kudus Yesus pada Jumat pertama setiap bulan. Penghormatan ini ada tiga tahap:

  • Sabtu pertama berupa: 1). Doa Rosario; 2). Menyambut komuni untuk silih atas kurang terimakasih manusia.
  • Lima Sabtu pertama berupa: 3). Mengaku dosa; 4). Renungan selama seperempat jam tentang rahasia-rahasia doa rosario, seolah-olah menemani Bunda Maria.
  • Menyerahkan diri kepada Bunda Maria: 5). Berupa doa penyerahan diri yang harus diwujudkan dalam hidup sehari-hari.

Melalui Ensiklik “Porta Fidei” Bapa Suci Paus Benedictus XVI mengajak kita untuk secara kongkrit mendalami lagi pokok-pokok iman sebagaimana ada dalam Katekismus Gereja Katolik. Untuk itu dicanangkanlah Tahun Iman, sekaligus untuk mengenang 50 tahun dimulainya Konsili Vatikan II dan diterbitkannya Katekismus Gereja Katolik. Sudah selayaknya pada usia paroki yang ke 55 tahun umat semakin memiliki iman yang mendalam dan tangguh. Oleh karena itu dicanangkannya tahun iman sangat membantu untuk memaknai ulang tahun paroki, bukan hanya pada saat peringatan puncak, tetapi bahkan selama satu tahun.

Sementara itu Hari Pangan Sedunia (HPS) pada tahun 2012, kita diajak untuk mendalami tema: GEREJA SEBAGAI KOMUNITAS BERBAGI PANGAN “Wujud Membangun Hidup Kekal.” Melalui tema ini kita diajak untuk berbagi pangan sebagaimana pemuda kaya yang datang kepada Yesus diminta untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada orang miskin. Dengan berbagi kita membangun hidup kekal. Kiranya ini juga menjadi wujud nyata memuliakan Tuhan bersama Maria. Iman tidak cukup dimengerti dan dihayati, tetapi diwujudkan dalam perbuatan yang nyata.

Selamat merayakan HARI ULANG TAHUN PAROKI KE 55. Semoga berkat perlindungan Santa Perawan Maria Di Fatima, kita semakin mendalam dalam pemahaman iman dan penghayatan iman dan makin memiliki semangat rela berbagi sebagai wujud nyata membangun hidup kekal. *** Berkah Dalem