Misa Penutupan Novena (IX) Goa Maria Fatima Ngrawoh

NGRANgrawoh (LENTERA) – Penutupan Ekaristi Novena putaran II di Taman Doa Maria Fatima Ngrawoh, Kamis (15/11) berjalan lancar dan sukses. Dimulai dengan perarakan dari Gereja (kapel) Ngrawoh para petugas mulai dari misdinar, prodiakon, lektor, dan para Imam selebran: Rm.Robertus Hardiyanta, Pr dan Rm. Yohanes Ari Purnomo, Pr serta imam pemimpin Ekaristi yakni Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr. (Vikep Surakarta). Persiapan misa kelihatan lebih mantap, kekhusukan tampak sejak dari awal perayaan Ekaristi yang didahului dengan doa rosario, serta dilanjutkan ceking lagu – lagu yang digunakan dalam misa.

Kehadiran umat yang memenuhi lokasi seputar taman doa tidak pada membawa alas tempat duduk / tikar sendiri- sendiri, karena sudah disiapkan kursi oleh panitia. Di bawah rintik  hujan gerimis Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Ant. Budi Wihandono, Pr. malam itu disemarakkan oleh paduan suara Caecillia (paduan suara paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen)  dengan iringan musik gaya keroncong. Sebagian besar lagu – lagu  yang dipakai adalah lagu ciptaan Rm. Robertus Hardiyanta, Pr. dan petugas liturgi  dari wilayah Yakobus Rasul Mojo.

Ekaristi kali ini dengan tema : ”Doa Bunda Maria Handayani Peziarahan Umat Beriman Menuju Hidup Kekal”. Yang merupakan bagian akhir dari refleksi umat paroki St. Perawan Maria Fatima Sragen pada novena putaran ke II dalam usaha mewujudkan tempat Ziarah berupa Taman Doa Maria Fatima di Ngrawoh. Dalam mengawali Ekaristi Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr. langsung menyampaikan salam hangatnya dengan gurauan bahwa misa kali ini tidak hanya dihadiri oleh banyak umat tetapi juga di hadiri oleh banyak malaikat yang jumlahnya kira – kira sebanyak laron yang datang.

Dalam renungannya  Rm. Ant. Budi Wihandono, Pr. Yang sungguh dapat mengocok perut  umat yang hadir (umat tertawa sampai puas). Mengajak umat untuk merenungkan Bacaan yang pada malam itu diambil dari I Kor. 15 : 12 – 22 dan Injil Lukas 1 : 39 – 45. Diawali dengan gurauan “nyanyian ring tone HP. Aku tak dapat menolak cintamu. sampai pada pengalaman Rm.Budi (panggilan akrab Rm. Antonius Budi Wihandono). Selama menjadi Imam dan menjadi Vikep di Surakarta. Lebih lanjut Romo mengingatkan kepada setiap orang bahwa : kita selalu membutuhkan doa Bunda Maria dalam perjalanan peziarahan hidup ini. Umat berziarah menuju hidup kekal dengan penyertaan Bunda Maria.  Dalam mengakhiri renungannya Rm. Ant. Budi Wihandono, Pr. Menegaskan bahwa kita harus bersemangat dan berserah kepada Tuhan seperti Bunda Maria dalam menantikan kebangkitan bersama Kristus.

Petugas Liturgi untuk Misa Novena Putaran ke III akan diatur dan dijadwalkan kemudian. Terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama selama pelaksanaan novena II. Profisiat kepada seluruh penitia novena putaran II. Berkah Dalem.(P.Wid/GKrT).