Gelar Budaya & Pameran-Lelang Lukisan Paroki Sragen

DSC_0461_resizeParoki  Sragen (LENTERA) –   Awal Desember  2012 menjadi hari-hari istimewa bagi umat Paroki Sragen, karena selama sepekan (1 s/d 8 Desember) digelar GELAR BUDAYA &  PAMERAN-LELANG LUKISAN bertempat di Kompleks Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen dan Aula SMP Saverius.

Gelar Budaya & Pameran Lukisan ini adalah rangkaian kegiatan HUT ke-55 Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen. Mengingat bahwa masyarakat Sragen  meng­hidupi kesenian yang begitu beragam dalam masyarakat, maka diadakanlah  acara untuk mewadahi kerinduan untuk meng­aktualisasikan karya seni dan merefleksikan­nya dalam kaca mata iman. Kegiatan Gelar Budaya & Pameran Lukisan ini terbuka untuk masyarakat  umum.

Selama sepekan mulai Sabtu (1/12) hingga Sabtu (8/12/2012), masyarakat Sragen disuguhi sejumlah agenda seni dan budaya yang mengambil tema Ars Longa Vita Brevis- Seni Tan Winates, Gesang Menika Ringkes.

Romo Jost Kokoh Prihatanto, Pr, Ketua Panitia Gelar Budaya mengatakan bahwa kegiatan seni dan budaya ini diselenggarakan untuk memperingati Tahun Iman dan merayakan HUT ke-55 Paroki  Sragen.  Iman tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan. Seni berhubungan erat dengan religi, sedangkan kultus berhubungan erat dengan kultur. Orang yang beriman terkadang hanya menjalankan ritual. Jadi melalui serangkaian kegiatan ini kami ingin memperkaya iman dengan budaya. Slogan Gelar Budaya Paroki Sragen adalah “ARS LONGA VITA BREVIS” yang artinya “Seni itu panjang, hidup itu singkat.” Kalo dalam bahasa Jawanya: “Seni tan Winates, Gesang Menika Ringkes.” Kalau diartikan secara harafiah, “Hidup manusia begitu singkat, namun karya seni yang dihasilkannya akan abadi.”

Selain Gelar Budaya, juga diadakan Pameran Lukisan yang juga digelar selama sepekan bersamaan dengan Gelar Budaya.  Ada beberapa  pelukis yang menyumbangkan karya lukisannya, mereka berasal dari beberapa  kota di Indonesia dan juga pelukis mancanegara (Australia, Kanada, Inggris, Amerika Serikat & Jepang).  Selain itu juga ada lukisan karya beberapa Romo & Frater yang berjiwa seni yang  turut menyumbangkan lukisannya.

Pameran Lukisan dibuka tgl. 1 Desember –  8 Desember.mulai pukul 17.00 -19.00 WIB bertempat di Aula SMP Saverius Sragen. Sedangkan acara lelang lukisan dilaksanakan Minggu (02/12). Hasil penjualan & Lelang Lukisan akan disumbangkan untuk membantu pendanaan pembangunan Taman Doa & Goa Maria Fatima Ngrawoh Sragen.

Menurut Bp. R. Rudy Yanto Achmadi, koordinator Pameran-Lelang Lukisan, yang juga merupakan pimpinan HIMPAS (Himpunan Perupa Sragen), Kegiatan ini merupakan yang pertama kali diadakan di Kabupaten Sragen, dimana melibatkan para seniman lukis dari berbagai kota di Indonesia dan melibatkan para pelukis dari enam negara. Dan yang lebih menarik lagi adalah kegiatan Lelang Lukisan yang mendapat respont positif  dari para pelelang/pembeli lukisan. Ini merupakan hal yang baru di Kabupaten Sragen, karena sebelumnya belum pernah ada acara Lelang Lukisan di kabupaten ini, ungkapnya.

Soft Opening Acara dimulai hari Sabtu  (1/12), pukul 18.00 WIB dengan penampilan Gebyar Kontemporer Siluet Art dari OMK Sragen yang dilanjutkan dengan Parade Kesenian Tradisional dari berbagai Wilayah yang ada di Paroki Sragen. Mulai dari Kethoprak, Gejog lesung, Permainan traidsional, Tarian Beksan Alus. Parade Kesenian ini berlanjut di hari Minggu (02/12) dengan tampilan wilayah lainnya:  “Teater Sampak’an,  Kuda Lumping,  Kotekan bambu(Kentongan) & Macapat.

Pada kesempatan itu Romo Robertus Hardiyanta,Pr (Romo Paroki Sragen) mengungkapkan bahwa dengan adanya gelar budaya ini diharapkan juga agar “Dari Sragen kita sebar-luaskan budaya anti kekerasan, hidup damai dan hidup yang berperadaban.” Gelar Budaya ini bertajuk “Ars Longa, Vita Brevis”,  “Seni itu (butuh waktu yang) panjang, tapi hidup itu singkat”,  “Seni Tan Winates, Gesang Menika Ringkes.” Untuk membangun sebuah peradaban dibutuhkan waktu yang sangat lama, sementara hidup manusia di duni ini begitu singkat. Maka peradaban itu harus dibangun lintas generasi, lintas agama dan juga lintas negara.

Gelar Budaya ini setiap hari menampilkan berbagai kesenian yang beraneka ragam. Selain melibatkan seniman umat Katolik Sragen juga melibatkan seniman lintas agama. Hari Sabtu & Minggu menampilkan parade kesenian dari berbagai wilayah di paroki Sragen.

Minggu (02/12) PAMERAN LUKISAN & GELAR BUDAYA resmi dibuka oleh Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr (Vikep Surakarta) yang ditandai pemukulan gong di depan gallery pameran. Dalam sambutannya Romo Vikep menyatakan sangat mendukung kegiatan ini, semoga bisa menjaga dan memelihata kebudayaan bangsa, bisa menjalin persaudaraan antar umat beragama.

Acara Pembukaan Gelar Budaya & Pameran-Lelang Lukisan ini dihibur oleh penampilan Didik Nini Thowok & Hudson (bintang IMB) yang membuat suasana meriah memukau para penonton yang hadir di Gereja Paroki Sragen.  Hari Minggu itu juga dilaksanakan Lelang Lukisan untuk penggalangan dana pembangunan Taman Doa & Goa Maria Fatima Ngrawoh Sragen. Yang menarik semakin sore acara lelang lukisan ini semakin seru  dengan persaingan harga lukisan yang dilelang.

Rangkaian acara selama sepekan: Hari Senin menampilkan Zona Memories (Tembang Kenangan) Keroncong; Hari Selasa adalah Tari, Teater & Stand Up Comedy selain melibatkan Teater OMK Sragen, juga Grup teater dari Solo; Hari Rabu diisi dengan Parade Koor menampilkan kelompok Paduan Suara yang ada di Paroki Sragen; Hari Kamis menampilkan Band Modern & Akustikan. Hari Jumat:  Penampilan Lintas Agama dari  GP Anshor.  Hari Sabtu adalah Penutupan Gelar budaya dengan Sarasehan Wedangan Pattimura 2 dengan menghadirkan narasumber: Arswendo Atmowiloto dan juga penyanyi keroncong Anastasia Astutie.(dn)

Info, berita, foto GELAR BUDAYA PAROKI SRAGEN selengkapnya bisa dilihat di blog: http://gelarbudayaparokisragen.wordpress.com