Refleksi Atas Gelar Budaya Paroki Sragen

logogbyOleh C. Dwi AtmadiKetika sebagian besar warga harus merespon acara yang digelar Panitia Ad Hoc Gelar Budaya dalam rangka memeriahkan 55th Paroki Santa Perawan Maria Fatima Sragen, ada fenomena segar merebak di antara umat. Inilah wujud syukur seluruh umat atas karunia Tuhan. Karena begitu besar kasih Allah sehingga ia mengutus Putra Tunggalnya Yesus Kristus Sang Pokok iman untuk menyelamatkan kita.

Tanggapan spontan itu sungguh luar biasa. Barangkali karena keterbukaan umat yang sedemikian besar, sehingga kita layak kedatangan tamu yang luar biasa pula: Hudson IMB dan Si Penuh pesona Dhidhik Nini Thowok, Budayawan kondhang Arswendo Atmowiloto serta penyanyi keroncong terkenal Anastasia Astutie. Siapa tak kenal mereka?

Yang tak boleh diabaikan adalah partisipasi para sahabat semisal GP Ansor serta para pelukis dari berbagai kota dan mancanegara, singkatnya sedemikian banyak. Ternyata paroki Sragen dapat menyelenggarakan event akbar langka ini ketika Romo Jost Kokoh Prihatanto, Pr ada di Paroki Sragen. Kehadirannya telah menyegar­kan suasana yang hampir beku dan mencair bagaikan PELANGI PAGI HARI yang menyeruak di antara pohon mangga Pastoran yang buahnya sebagian berjatuhan dan ada yang membikin kaca depan mobil salah seorang warga(yang kebetulan sedang parkir di bawahnya) retak. Tapi si dianya pemilik mobil cuma tersenyum penuh arti: inilah sesuatu karunia Tuhan yang penuh makna itu.

Bagaimana kita musti bersikap selanjutnya ketika semuanya telah usai? Apakah bagaikan debu yang hilang terbawa angin sepoi yang lalu, atau seperti Bahtera Nuh yang harus teronggok di Puncak Ararat., sangat jauh dari tempat semula mulai berlayar?  Ada banyak kesan dan pesan yang mungkin tak habis dibahas di Ruang FOKUS ini sampai berbulan-bulan. Namun yang pasti kita baru saja dikunjungi Yesus Sang Pokok Iman yang perayaan Natalnya sedang menjelang. Inilah saat pembaharuan semuanya.

Akhir tahun ini Masa Bakti Dewan Paroki 2009-2012, segera berakhir. Seluruh umat harap-harap cemas seperti apakah sosok Dewan Paroki kita pada peroiode 2013-2015 nanti. Kiranya darah segar sedang diinfuskan ke Tubuh Dewan yang pada peroide terakhir telah berusaha keras mewujudkan seruan dan ajakan pem­baharuan pertobatan dari Santa Maria Fatima.

Unsur Ngrawoh Pembawa Berkah

Konon Panitia Pembangunan Taman Doa Ngrawoh sedang pusing bagaimana harus cari dana yang semakin menipis untuk merealisi proposal super besar di Ngrawoh yang menelan anggaran s.d. sekian M. Maka digagaslah Gelar Budaya itu yang momentum­­nya menjelang Natal 2012 dan katakanlah, meski agak terlambat, sebagai isian menyambut HUT Paroki ke 55. Saya  sebagai penulis yang harus menggawangi ruang FOKUS ini selama bertahun-tahun tak ingin ketinggalan momentum.

Saya juga dipercaya Panitia Novena Malem Jum’at Wage di Ngrawoh yang telah menyelesaikan Novena putaran II. Ada terbersit perasaan mendalam, yaitu bahwa karya Tuhan yang besar sedang berlangsung di sini. Dari Homili Para Romo yang memimpin Ekaristi Novena selama 2 putaran itu, terkesan bahwa kita selalu ada pada suasana segar penuh gairah yang semakin membesar. Ekaristi Penutup Novena Putaran I ’disalirani ’ Bapak Uskup Agung kita Johannes Pujasumarta yang kebetulan menerimakan Sakramen Ekaristi di Paroki Sragen pada bulan November 2011. Beliaulah yang yang ”menemukan” arti Kata NGRAWOH dengan NGARAH UWOH, wohing berkah Dalem alantaran Ekaristi.

Ya intinya kita layak berbagi,  peduli dan bergembira. (Ini mengulang Tema HUT Paroki ke 50 atau Pesta Emas di bawah asuhan Romo FX Sukendar Wignyosumarta, Pr). Beliau sekarang bahkan naik pangkat menjadi Vikjen, menggantikan pendahulunya Romo Pius Riana Prabdi yang diangkat Takhta Suci sebagai Uskup Ketapang. Yang kita habis tak mengerti adalah karena dua-duanya pernah menjadi Romo Paroki di Sragen. Kok mantan Romo yang pernah berkarya di Sragen prospeknya senantiasa membawa harapan baik. Puji Tuhan. Dan Romo Antonius Budi Wihandono,Pr  yang sekarang menjabat Vikep Surakarta (menggantikan pendahulunya Rm.  Ig.  Djono Wasono, pun juga pernah berkarya di Paroki Sragen). Sragen bagai kawah Candradimuka yang akan menghantar dan menumbuhkan para Petinggi di Gereja di Semarang maupun Indonesia. Bila tak salah ingat Romo Ignatius Suharyo pun (yang sekarang jadi Uskup Agung Jakarta pun pernah menjalani TOPER di Sragen). Di kalangan umat sebutlah para mantan organis yang mulai belajar di Paroki Sragen sekarang melanjutkan karya dan menjadi besar di tempat lain: Sdri Lilin, Nila. Siska dan masih banyak lagi.

Harapan dan Himbauan

Maka wahai seluruh umat Paroki Sragen, bangkit dan bergeraklah . Tuhan Yesus Sang Pokok Iman sejati selalu mendampingimu. Di mana dan kapan pun dan dalam suasana apapun yang Anda alami, Tuhan senantiasa melimpahkan berkat-Nya. Kitalah umat pilihan dan gembalaan-nya. Jangan takut ada Yesus di hati dan pikiranmu. Majulah katakan Ya dan Amin. Pujilah Tuhan denga  lagu ”GIVE THANKS” FOR THE GRATEFUL HEARTS, GIVE THANKS TO THE HOLY ONE ……… Tuhan Sang Penyelenggara kehidupan akan memberkati dan menyertaimu.***

DOA: Tuhan Yesus, kasihanilah aku karena aku sangat membutuhkan-Mu. Aku melihat dosa-dosaku dan mau dilepaskan dari dosa-dosa itu selamanya. Bersihkanlah aku ya Tuhan, agar aku dapat melakukan kehendak-Mu. Aku cinta pada-Mu, ya Tuhan Yesus. Amin