Yerusalem Tahun Nol

jelang kelahiran

Ketika Tuhan datang
Pintu – pintu tertutup
Dan hatipun terkatup

Tapi, pintu – pintu dan hati – hati terbuka
Bahkan menganga, terbuka lebar – lebar
Ketika dinar – dinar bersinar
Ketika emas, intan, berlian
Di jari, di leher, di kuping
Berkelibat
Berkedip
Menyapa

Berapa ?
Nanti sajalah !
Silahkan, silahkan,
Sudah kita sediakan
Sejak kemarin
Untuk Tuan !

Dan pintu – pintu menganga
Tangan – tangan terbuka
Silahkan, silahkan
Karena dinar – dinar bersinar
Berkelibat
Berkedip
Menyapa

Tapi, Yoseph dan Maria yang mengandung tua
Seribu pintu, seribu jawaban
Semua sama, senada
Dibuka sebentar, untuk ditutup kembali
Cepat – cepat, keras, ganas,
Dengan jengkel, penuh kecewa melihat
Yoseph dan Maria, musafir, pengembara
Cuma ingin numpang, minta – minta
Rumah mereka beratap langit
Tidur mereka beralas bumi

Pintu – pintu tertutup
Dan hatipun terkatup

Karena Tuhan datang, memilih Ibu
Seorang musafir, pengembara
Cuma ingin numpang, minta – minta
Yerusalem tahun nol
Keras, ganas
Jengkel dan kecewa

 

Fiat Lux!

@ Romo Jost Kokoh Prihatanto, Pr