Berbagi Warna Bersama Kembang Api

kaOleh: Frater Hendy Kiawan – Dar…der…dor…warna-warna kembang api bertaburan menghias tengah malam penghujung tahun 2012. Orang-orang mendongak ke atas. Menengadah dan tidak mau kehilangan momen sedetikpun untuk menyaksikan keindahan percikan-percikan warna yang dihasilkan. Warna yang mengundang kejutan. Percikan-percikan api di angkasa malam itu menutupi segala kekisruhan dan mitos-mitos tentang hari kiamat di tahun 2012. Segalanya kalah dengan warna. Tidak ada lagi yang berpikir mengenai kedahsyatan akhir zaman, kesedihan teralihkan, kekawatiran sedikit sirna, harapan baru muncul.

Setelah wafatnya juru nujum Mama Lorent, masyarakat kita tidak begitu dihebohkan dengan berita mengenai ramalan-ramalan tahun 2013. Dunia infotainment sudah sepi untuk mengkaji mitos-mitos yang kurang menunjukkan kepastian. Masyarakat luas dewasa ini juga menaruh segalanya dalam nuansa penuh optimisme dalam menjalani tahun baru. Meski dunia politik tetap saja carut marut dan berita-berita horor mengenai terorisme, korupsi, dan lain sebagainya tetap saja membanjiri media massa, namun yang baik tetaplah menjadi lebih baik. Hitamnya malam sebentar lagi akan dihiasi oleh warna-warni kembang api.

Semua suka kembang api. Tak memandang usia, jenis kelamin, kelas sosial, dan berbagai macam sekat-sekat lainnya. Siapa bilang kebang api hanya dimainkan oleh anak-anak? Tiap kali menyambut tahun baru, pesta kembang api dirayakan di seluruh pelosok dunia. Bisa dinikmati. Ada semangat berbagi pula. Yang punya uang tidak segan-segan untuk membeli beberapa kembang api untuk dinyalakan di malam pergantian tahun. Yang tidak punya uang tetap bisa menikmati warna-warna indah bertaburan sebagai teman bintang-bintang.

Konon, kembang api diguna­kan sebagai sarana pengusiran Roh Jahat. Bangsa Cina abad ke-9 percaya bahwa letusan keras yang dari bubuk mesiu yang diletakkan pada bilah bambu menghasilkan khasiat tolak balak kuasa-kuasa kegelapan. Maka dari itu, selanjutnya kembang api digunakan untuk perayaan pernikahan, kemenangan perang, menandai peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan. Pijar api yang dihasilkan oleh kembang api menjadi pertanda perayaan dan ungkapan rasa syukur dan kegembiraan. Sungguh istimewa bila kembang api disulut pada perayaan tahun baru dan tetap menghasilkan luapan energi positif sebagai pertanda awal tahun.

Memasuki tahun 2013 kali ini, kita pun diajak memiliki semangat seperti kembang api. Pijaran-pijaran semangat yang kita miliki dapat mengusir kegelapan dan kesuraman hidup. Dalam setiap diri manusia mempunyai potensi untuk berjuang. Optimisme dalam hidup akan selalu menerangi jalan hidup kita. Pendar warna-warni menyimbolkan dinamika yang harus dijalani penuh dengan keindahan. Malam tidak akan menjadi suatu yang menyeramkan.

Tahun 2013 menjadi tahun syukur kita bersama. Tidak ada lagi ramalan yang menggusarkan. Iman kita semakin dikuatkan. Seraya menghayati Tahun Iman, kita pun selalu dikuatkan dalam pengharapan untuk selalu menaruh segala kepastian hidup di tangan Tuhan. Kembang api sudah dinyalakan. Marilah kita songsong tahun 2013 ini dengan penuh rasa syukur dan pengharapan akan kemenangan. Selamat menjalani hidup baru di tahun yang baru pula.***