Manajemen: Koor Lingkungan & Wilayah

koo

Oleh C. Dwi Atmadi – Selepas perayaan Natal yang dimulai tgl 24 Desember hingga Januari bahkan gema HR Natal masih ada di Minggu I bulan Januari dengan nama HR Penampakan Tuhan (dulu disebut Pesta Tiga Raja- Epifani). Pada masa itu Wilayah-wilayah sibuk menyiapkan tugas dengan latihan-latihan yang bisanya mengambil rentang waktu satu bulan atau lebih sedikit. Bagaimanakah mengelolanya supaya efektif dan efisien?

Dalam terang iman dianjurkan Ketua wilayah bersama Ketua-Ketua Lingunan dan TK Liturgi Lingkungan lalu merapatkan barisan sebagai Wilayah. Ada beberapa cara agar efisien dan efektif. Tetapi ini semua sangat tergantung kepada bagaimana tata-kerja di wilayah itu dibangun.

Ada Wilayah yang jaman dulunya Cuma satu Kring atau sekarang disebut. Lingkungan. Model Wilayah seperti ini memiliki keterikatan kuat karena sejarah masa lalu yang memag hanya satu. Maka orang-orang dari lingkungan itu diambil beberapa yang mememang sanggup meluangkan waktu buat latihan nyanyi dan biasanya memang mereka doyan nyanyi. Jadi tak peduli ke mana mereka harus latihan mereka akan terima dengan senang hati. Wilayah semacam ini tinggal memilih waktu latihan yang disepakati bersama, misalnya seminggu dua kali dst.

Kemungkinan model  kedua. Wilayah yang dibentuk oleh lingkungan-lingkungan baru, yang tak penah mengalami kring. Bila ia seorang yang rajin dan kober memimpin , maka Wilayahnya akan jadi hidup dalam DINAMIKA yang hebat. Tetapi bila Ketua wilayahnya agak lemah dalam memimpin,  kerjsama antar lingkungan di wilayah iu akan tersendat atau terganjal oleh Sang Pemimpin Wilayah tadi. Maka Koor di wilayah tersebut akan lebih efektif bila diambil dari dua atau tiga lingkungan berdekatan. Sebab jarak yang jauh relatif akan mengganggu kerjasama dan kesatuan hati para anggota Koor bentukan dari 3-3 lingkungan tadi.

Merencanakan dengan matang

Ada beberapa langkah yang mesti ditempuh untuk membuat rencana kerja Koor Wilayah

1.   Menentukan lagu dan personil anggota koor. Bila Koor 4 suara campuran yang terdiri atas     12-40 anggota. Maka komposisi ideal adalah 4-3-3-4, 3-3-3-3, 4-4-4-4, 5-4-4-5, 6-5-5-6, 7-6-5-5, 7-6-6-7. dst. Ini tergantung tersedianya personil yang ada.

2.   Mempelajari dengan cermat lagu yang akan dibawakan. Baik gaya, isi, kemungkinan dinamika.dan variasi iringan:

3.    Bersama organis melakukan solfes.Solfes adalah latihan teratur dan terkendali untuk melatih nada..Nada dilatih terangkai sebagai media khusus menghapal nada  dari yang paling mudah ke yang paling sulit, baik karena nada yang tinggi dan rendah maupun karena suasana mayor atau minor sebagai panduan.Penjelasan selengkapnya bisa dilihat pada buku Menjadi Dirigen jilid I dan II keluaran PML Jogjakarta.

4.   Bentuklah Tim Kerja dengan beberapa personil yang ada.Ada Ketua, Sekretaris, Divisi Teks,Divisi atau Koordinator Suara (dipilih Tim Kerja ntuk SATB),

5    Kerjasama dengan organis melatih secara  khusus bagian-bagian yang sulit dibawakan.

6    Gladi bersih untuk H -1atau-2

7.   Melaksanakan tugas atau Lomba dalam suasana mantab, karena sudah sungguh-sungguh siap dan karena penampilan yang OK.

8.   Adakan evaluasi berkala setelah bertugas untuk mengidentifikasi kekurangan yang ada dan membuat rencana baru buat penyempurnaan berikutnya..

Demikian uraian ringkas soal Manajemen Koor Wilayah-Lingkungan.semoga bermanfaat. Puji Tuhan Halleluya. Amin.

***