Rekoleksi Calon Dewan Paroki Sragen Masa Bhakti 2013 – 2015

redp

Paroki Sragen (LENTERA) – Setelah “digodhog” dan mengalami revisi sampai lima kali, akhirnya ditetapkan susunan personel Dewan Paroki masa bakti tahun 2013-2015. Dengan berbagai pertimbangan, draft terakhir susunan pengurus Dewan Paroki disetujui pada tanggal 4 Februari. Kemudian sebagai tindak lanjutnya, diadakanlah rekoleksi calon Dewan Paroki.

Pada Senin (11/2), dalam sesi pertama rekoleksi, Romo Jost Kokoh mengajak umat untuk meneladan Bunda Maria Fatima dengan tujuh sikap iman yaitu bersyukur, sadar diri, berpasrah pada Allah, berani berterus terang dan jujur, peduli, sabar, berbesar hati. Ketujuh hal ini disampaikan oleh Romo Josh dengan penuh semangat sehingga peserta rekoleksi ini merasakan kehangatan, gairah dan sukacita luar biasa.

Romo Jost mengatakan bahwa melayani itu dimulai dengan apa yang ada, dari apa yang kita punyai. Seperti kisah  dari Tony Melendes, yang tak punya tangan tetapi sanggup bermain gitar dengan kedua kaki­nya. Kisah ini menjadi inspirasi banyak umat ketika beryanyi di hadapan umat dan Paus Yohanes Paulus II (Alm). Juga, teladan Bunda Theresa yang begitu tegar dan giat dalam karya. Hal ini tertuang dalam kata-kata mutiara yang menyentuh: “Aku ini hanya sebatang pensil di tangan Tuhan. Terserah Tuhan mau menggoereskannya.” Sosok Bunda Theresa memukau jutaan manusia justru karena kesucian dan kesederhanaannya.

Pada sesi kedua, setelah makan malam, Romo Robertus Hardiyanta Pr, menyampaikan empat hal yang menjadi poin fungsi pokok Dewan Paroki: Pertama, fungsi melayani calon anggota Dewan Paroki diajak untuk mengubah cara pandang yang semula hanya berorientasi pada kebutuhan pribadi, menjadi orientasi pelayanan. Karya pelayanan dimulai dengan firman Allah, doa, Iman. Fungsi Kedua yaitu fungsi kepemimpinan yang partisipatif. Fungsi ini adalah kepemimpinan bersifat yang melibat­kan semakin banyak orang. Ketiga, fungsi sebagai wakil umat dan representasi umat Allah. Di dalam fungsi ini juga mengandung arti bahwa gambaran umat paroki terlihat dari sikap hidup anggota dewan parokinya. Fungsi keempat yaitu sebagai motor pengerak umat paroki.

Dengan membangun kinerja serta innovasi, pengurus Dewan Paroki diharap­kan dapat melakukan tugas besar dengan menyeluruh dan sungguh-sungguh, tentunya sampai masa baktinya selesai, selama tiga tahun. Juga yang terpenting adalah dapat melayani dan menjangkau seluruh umat Paroki Sragen.

Dengan bercermin pada tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2013 yaitu: “Semakin Beriman Dengan Bekerja Keras Dan Menghayati Misteri Salib Tuhan” dan belajar dari kisah St. Petrus yang diperintah oleh Yesus untuk bertolak ke tempat yang dalam, Duc in altum, pengurus Dewan Paroki ini akan melakukan karya pelayanannya sebagai Dewan Paroki St. Perawan Maria di Fatima Sragen. (Atmadi)