“BOM“(Bursa Orang Muda):“Lima Bahasa Cinta”

wer
Paroki Sragen (LENTERA) – Bahasa adalah sarana yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya untuk menyampaikan maksud, keinginan atau aspirasinya. Selain bahasa verbal, manusia juga mempunyai bahasa lain untuk mengutarakan cintanya yaitu dengan bahasa cinta. Bertempat di Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen, Rabu (20/2) diselenggarakan acara “BOM” (Bursa Orang Muda) dengan tema “Lima Bahasa Cinta” yang dibawakan oleh Frans Budi, seorang motivator mindside dan pakar NLP (Neuro Lingusitic Programe).

Tema yang menarik membuat acara ini mendapat perhatian yang luar biasa. Dari pukul 18.30 WIB sampai 20.30 WIB, sekitar enam puluh orang peserta  yang terdiri orang muda Katolik, pasangan muda, dan orang tua yang berjiwa muda hadir dan mengikuti dengan antusias.

Frans Budi mengatakan bahwa setiap orang memerlukan cinta, setiap orang mempunyai ketel cinta, dan cinta mempunyai bahasa. Karenanya, setiap orang harus membagikan cinta dan saling mengisi ketel cinta satu dengan yang lain. Jika ketel cinta ini kosong, orang akan terluka, dan akan melukai orang lain.

Ada lima rumusan bahasa cinta yang dikenalkan oleh Dr Gary Champan, seorang imam dari ordo MSC :

1)            Word of Affirmation, atau kata-kata peneguhan, adalah bahasa cinta yang  diwujud­kan dengan perkataan yang me­motivasi, pujian, dan kata-kata peneguhan.

2)Quality time, atau waktu yang berkualitas, adalah bahasa cinta yang diwujudkan dengan cara memberi perhatian dalam bentuk kehadiran, kebersamaan, empati, dan menghargai emosi  pada waktu yang tepat.

3).Gift adalah bentuk bahasa cinta yang diwujudkan seseorang dengan cara memberi hadiah. Hadiah ini tidak dinilai dari nilai materiil melainkan dari nilai emosional yang ter­kandung di dalam hadiah tersebut, misalnya hadiah yang dibuat dengan tangan sendiri akan memberi kesan yang mendalam.

4)            Act of Service, atau pelayanan, adalah bahasa cinta yang diwujudkan dengan cara melayani orang lain. Di dalamnya ter­kandung sikap kepedulian, respos yang baik, atau rasa antusias.

5) Physical touch, atau sentuhan fisik, yaitu bahasa cinta diwujud­kan melalui kehangatan dan kedekatan dari sebuah sentuhan, sehingga orang dapat merasa dekat, aman, dan nyaman. Sentuhan fisik bisa diwujudkan dengan tepukan pundak, sebuah dekapan, jabatan tangan yang erat dan tidak identik dengan hubungan seksual.

Setiap orang akan menjumpai kelima ungkapan bahasa cinta ini, tetapi mungkin hanya ada satu ungkapan bahasa cinta yang dominan dan memberi kesan mendalam. Bahasa cinta tersebut adalah cara seseorang mengungkapkan cintanya pada orang lain dan bagaimana seseorang merasa dicintai oleh orang lain. Dengan mengenali bahasa cinta diri sendiri dan orang yang kita cintai, peserta diajak untuk dapat mencintai diri sendiri dan orang lain dengan efektif dan efisien. (GP)