Public Speaking REKAT Sragen: “Ungkapkan Kata Hatimu”

rkt

Paroki Sragen (LENTERA) – Minggu (10/02) Remaja Katolik (REKAT) Paroki Sragen, mengadakan kegiatan Public Speaking bertempat di kelas SMP Saverius Sragen. Kegiatan ini mengambil tema Ungkapkan Kata Hatimu. Tujuan kegiatan ini adalah supaya peserta memiliki keberanian untuk mengungkapkan kata hati mereka dengan cara yang tepat serta bahasa yang sopan. Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari pelajar Katolik usia SMP dan SMA di Paroki Sragen dan didampingi oleh Orang Muda Katolik (OMK).

Pukul 10.00 WIB Public Speaking dimulai dengan  breaking ice dan dibuka dengan doa pembuka. Pada sesi pertama, peserta dibagi menjadi empat kelompok, setiap kelompok diberi satu berita yang sedang hangat di masyarakat. Tiap-tiap kelompok berusaha untuk menanggapi berita tersebut dengan berdiskusi.

Di dalam proses ini, peserta menganalisis dan memetakan masalah utama, dan memberi pandangan terhadap berita tersebut, memberi penilaian, menyetujui atau tidak menyetujui. Setelah melakukan diskusi, dua orang perwakilan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka secara bergantian. Masing-masing kelompok memberikan masukan, kritik, dan saran kepada kelompok yang mempresentasikan. Tujuan dalam sesi pertama ini, yaitu teman-teman pelajar Katolik mau berfikir kritis serta tanggap dengan per­masalahan yang berada di sekitar mereka.

Setelah puas dengan dinamika sesi pertama, peserta publik Speaking diajak untuk ikut dinamika sesi kedua. Pertama-tama setiap orang diberi satu lembar kertas dan diminta untuk menggambar sebuah benda yang dapat mengungkapkan perasaan sayang mereka terhadap orang lain, misalnya, gambar cokelat, bunga, boneka, dll. Kemudian, gambar masing-masing peserta tersebut digabungkan ke dalam kertas A3 di dalam kelompok, sehingga tercipta rangkaian gambar yang mempunyai makna untuk kelompok. Selanjutnya, setiap kelompok mempresentasikan gambar mereka di depan kelompok lain. Dalam sesi kedua ini, diharapkan peserta mampu menyadari bahwa dari beberapa pendapat dan ide berbeda yang mereka miliki, dapat tercipta sebuah ide yang lebih baik, asal setiap pribadi mau belajar mendengar dan menghargai satu sama lain.

Kegiatan public speaking ini bukan hanya melatih pelajar Katolik untuk ber­bicara di muka umum, melainkan sebagai sarana untuk belajar menerima dan meng­hargai perbedaan yang pada saat ini mulai luntur di masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan memupuk kerinduan pelajar Katolik untuk berkumpul, berkarya, dan berbagi berkat di dalam Gereja dan masyarakat.(FAD)