Setia Memikul Salib

hhOleh: V. Sri Murdowo – Salam jumpa… Berkah Dalem. Bagaimana  kesibukan anda  sepanjang hari ini , terlebih setelah dengan sabar dan niat tulus menjalan­kan pantang, puasa dan mati raga? Sejatinya banyak hal hal positif yang dapat kita petik dalam upaya pertobatan serta kesanggupan kita menyangkal diri untuk lebih mendekatkan pribadi kita masing masing kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Di balik kata terbersit  sepenggal cerita tentang seorang anak manusia. Konon,… adalah seseorang   yang terlahir kurang sempurna, meski tampak diluar ia adalah pribadi anggun, lemah lembut ,menarik dan indah untuk dipandang mata. Panggil saja Lolyta, tak kurang tak lebih ! Nah,…dari namanya yang terkesan modern dan orang kota itu, Loly begitu sapaan akrabnya ,setiap Minggu pagi, si cantik berusia dua puluh tahunan ini, selalu rajin mengikuti misa di gereja, tak jauh dari  perumahan elite dimana ia tinggal  bersama kakak kakaknya.  Orang tua mereka  telah  dipanggil Tuhan pada saat Loly masih duduk dibangku sekolah dasar.

Namun satu hal, Loly lebih suka duduk ditempat yang agak sepi, terkesan kurang nyaman berada ditengah tengah umat, yang kerap kali memandangnya dari  ujung rambut sampai ujung kaki ! Duuh, kalau sudah begitu Loly tampak gelisah ! Selepas menyambut komuni, cepat cepat ia bergegas pulang ,membawa berbagai perasaan yang sulit untuk diungkapkan ! Kadang kesal, malu, marah dan merasa benci kepada diri sendiri ! Berulang kali Loly melihat wajahnya dicermin, dan berulang kali pula perasaan tak nyaman itu datang menghampiri ! Ujung ujungnya iapun menghempaskan tubuhnya keatas tempat tidur dan menangis !

Ibu ibu yang terkasih dalam Kristus,…cerita tentang Loly belumlah usai ! Sebagai umat Allah, ia terlahir sama seperti kita, namun disisi lain Loly memiliki pribadi ganda, karena ia menyandang predikat waria.

Dalam pergumulan hidupnya, Loly merasa betapa Tuhan telah bersikap tidak adil. Namun sejauh itu Loly tak pernah menyalahkan siapapun, baik ayah ibunya, kedua kakak perempuannya atau teman temannya yang sering kali datang ke rumahnya ,sekaligus salon pribadinya yang ditata dengan interior super mewah.  Yaah, kasihan Loly. Dalam perjalanan hidupnya, ia merasa tertatih-tatih, menghadapi benturan demi benturan yang seakan tak ada ujung pangkalnya. Dalam raga seorang pria, ia memiliki pribadi wanita yang tak bisa dilepaskan, meski usaha keras sudah dilakukannya. Loly kini berpasrah kepada Tuhan Sang pemberi hidup. Dalam doa panjangnya tak putus putus ia memohon ampun dan ingin bertobat.  Namun….jawaban yang didambakan belum juga kunjung datang.

Ibu ibu yang terkasih,… Mari kita renungkan sejenak, bagaimana jika diri kita sendiri yang mengalami nasib seperti Loly ? Apakah kita juga ingin menyalah­kan Tuhan ?  Ternyata  Tuhan sungguh ajaib, Maha Mulia dan Maha Rahim.  Doa doa Loly akhirnya dijawab olehNya. Setelah jatuh bangun mencari jati diri, meretas asa yang hampir punah dan gugur satu satu, Loly akhirnya terpanggil untuk menjadi pelayan Tuhan. Ia meninggalkan hidupnya yang hingar- bingar, meninggal­kan segala kekayaan duniawi dan juga gemerlapnya dunia metropolitan.  Lambat namun pasti, beberapa saat setelah ia sadar dan berjuang keras, akhirnya iapun kembali menjadi laki laki normal ! Tak lagi berkecimpung di salon dan bisnis permata, namun ia pergi ke sebuah desa kecil, dimana pamannya tinggal. Loly tak pernah meninggalkan doa dan kepasarahannya dihadapan Allah. Sepak terjangnya membantu sesama, menjadi rasul awam sungguh  membuat orang lain terkagum kagum. Salib yang harus dipikul, dahulu terasa begitu berat, kini tak lagi dirasakannya. Akhirnya iapun jatuh cinta  dan menikah.

Sobat wanita terkasih,… misteri salib Tuhan sungguh telah membuat Loly dan kita semua menjadi kuat dalam pergulatan hidup kita masing masing. Namun mengapa kita seringkali merasa tak sanggup menghadapi sedikit kerikil kerikil tajam, kaki kita hanya tergores dan lebam, atau sejenak terantuk batu,lalu kening kita memar dan sedikit ngilu ?  Bagaimana jika kita diajak turut merasa­kan sengsara Yesus hingga wafat dikayu salib ?

Semoga percikan iman seperti kisah diatas mampu memberi  arti untuk  langkah kita selanjutnya. Selebihnya mari kita bertobat dan sujud dikaki Salib Kristus, mau menderita dan bangkit bersama Kristus menuju Firdaus Baru yang penuh kebahagiaan, nyaman, damai  sejahtera tak berkesudahan .

Sampai jumpa dalam edisi mendatang.

TUHAN MEMBERKATI***